<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ungkap Sinyal Positif Ekonomi RI, Apa Saja?</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap perbaikan perekonomian domestik  pada triwulan II-2022 diproyeksikan masih akan terus berlanjut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640232/sri-mulyani-ungkap-sinyal-positif-ekonomi-ri-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640232/sri-mulyani-ungkap-sinyal-positif-ekonomi-ri-apa-saja"/><item><title>Sri Mulyani Ungkap Sinyal Positif Ekonomi RI, Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640232/sri-mulyani-ungkap-sinyal-positif-ekonomi-ri-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640232/sri-mulyani-ungkap-sinyal-positif-ekonomi-ri-apa-saja</guid><pubDate>Senin 01 Agustus 2022 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/01/320/2640232/sri-mulyani-ungkap-sinyal-positif-ekonomi-ri-apa-saja-HZFHHbjxRT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani ungkap perbaikan ekonomi Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/01/320/2640232/sri-mulyani-ungkap-sinyal-positif-ekonomi-ri-apa-saja-HZFHHbjxRT.jpeg</image><title>Sri Mulyani ungkap perbaikan ekonomi Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap perbaikan perekonomian domestik pada triwulan II-2022 diproyeksikan masih akan terus berlanjut. Ini terutama dari perekonomian dalam negeri Indonesia, perbaikan dari perekonomian ditopang oleh meningkatnya konsumsi dan investasi serta kinerja ekspor.
BACA JUGA:Sri Mulyani Wanti-Wanti Stagflasi AS hingga Resesi di Eropa

&quot;Berbagai indikator dini pada Juni tahun 2022 juga tercatat tetap baik. Misal Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 15,4% year-on-year(yoy), kinerja sektor manufaktur juga tetap positif tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) yang masih ekspansif, dan bahkan mengalami penguatan pada bulan Juli dari 50,2 di bulan Juni menjadi 51,3,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 secara virtual di Jakarta, Senin(1/8/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Klaim Rupiah Lebih Perkasa Dibanding Ringgit hingga Baht

Konsumsi listrik, terutama untuk industri maupun bisnis juga tumbuh positif dan kuat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat pada level 128,2 dari posisi Maret yang waktu itu hanya di 111,0. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi.
&quot;Dari sisi kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI), masih diperkirakan tetap kuat di tengah tekanan terjadinya arus modal keluar (outflow). Transaksi berjalan pada triwulan II-2022 diproyeksikan mencatat surplus dan lebih tinggi dibandingkan capaian surplus pada triwulan I-2022,&quot; ungkap Sri.Hal ini terutama didukung oleh kenaikan surplus di neraca  perdagangan, terutama akibat tingginya harga komoditas global yang  merupakan barang-barang ekspor Indonesia. Pada bulan Juni 2022, surplus  neraca perdagangan tercatat mencapai USD5,09 miliar. Kalau dilihat  selama satu triwulan, yaitu triwulan II-2022, NPI surplus mencapai  USD15,55 miliar. Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial  diperkirakan tetap terjaga dan itu didukung oleh aliran modal masuk ke  Indonesia dalam bentuk penanman modal asing (PMA) atau Foreign Direct  Investment (FDI).
&quot;Dari investasi portofolio di triwulan II-2022 tercatat nett inflow  sebesar USD0,2 miliar. Meskipun demikian, memasuki triwulan III-2022,  yaitu hingga 28 Juli, investasi portofolio mencapai nett outflow sebesar  USD2,05 miliar. Hal ini sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan  global yang masih tinggi,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap perbaikan perekonomian domestik pada triwulan II-2022 diproyeksikan masih akan terus berlanjut. Ini terutama dari perekonomian dalam negeri Indonesia, perbaikan dari perekonomian ditopang oleh meningkatnya konsumsi dan investasi serta kinerja ekspor.
BACA JUGA:Sri Mulyani Wanti-Wanti Stagflasi AS hingga Resesi di Eropa

&quot;Berbagai indikator dini pada Juni tahun 2022 juga tercatat tetap baik. Misal Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 15,4% year-on-year(yoy), kinerja sektor manufaktur juga tetap positif tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) yang masih ekspansif, dan bahkan mengalami penguatan pada bulan Juli dari 50,2 di bulan Juni menjadi 51,3,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 secara virtual di Jakarta, Senin(1/8/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Klaim Rupiah Lebih Perkasa Dibanding Ringgit hingga Baht

Konsumsi listrik, terutama untuk industri maupun bisnis juga tumbuh positif dan kuat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat pada level 128,2 dari posisi Maret yang waktu itu hanya di 111,0. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi.
&quot;Dari sisi kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI), masih diperkirakan tetap kuat di tengah tekanan terjadinya arus modal keluar (outflow). Transaksi berjalan pada triwulan II-2022 diproyeksikan mencatat surplus dan lebih tinggi dibandingkan capaian surplus pada triwulan I-2022,&quot; ungkap Sri.Hal ini terutama didukung oleh kenaikan surplus di neraca  perdagangan, terutama akibat tingginya harga komoditas global yang  merupakan barang-barang ekspor Indonesia. Pada bulan Juni 2022, surplus  neraca perdagangan tercatat mencapai USD5,09 miliar. Kalau dilihat  selama satu triwulan, yaitu triwulan II-2022, NPI surplus mencapai  USD15,55 miliar. Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial  diperkirakan tetap terjaga dan itu didukung oleh aliran modal masuk ke  Indonesia dalam bentuk penanman modal asing (PMA) atau Foreign Direct  Investment (FDI).
&quot;Dari investasi portofolio di triwulan II-2022 tercatat nett inflow  sebesar USD0,2 miliar. Meskipun demikian, memasuki triwulan III-2022,  yaitu hingga 28 Juli, investasi portofolio mencapai nett outflow sebesar  USD2,05 miliar. Hal ini sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan  global yang masih tinggi,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
