<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Ramal Inflasi Pangan Turun pada Agustus hingga Akhir Tahun</title><description>Bank Indonesia (BI) meramal inflasi harga pangan mulai turun pada Agustus dan berlanjut hingga akhir tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640258/bi-ramal-inflasi-pangan-turun-pada-agustus-hingga-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640258/bi-ramal-inflasi-pangan-turun-pada-agustus-hingga-akhir-tahun"/><item><title>BI Ramal Inflasi Pangan Turun pada Agustus hingga Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640258/bi-ramal-inflasi-pangan-turun-pada-agustus-hingga-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640258/bi-ramal-inflasi-pangan-turun-pada-agustus-hingga-akhir-tahun</guid><pubDate>Senin 01 Agustus 2022 20:47 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/01/320/2640258/bi-ramal-inflasi-pangan-turun-pada-agustus-hingga-akhir-tahun-nCiNJ40glr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI ramal inflasi pangan turun bulan ini (Foto: Halomoney)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/01/320/2640258/bi-ramal-inflasi-pangan-turun-pada-agustus-hingga-akhir-tahun-nCiNJ40glr.jpg</image><title>BI ramal inflasi pangan turun bulan ini (Foto: Halomoney)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meramal inflasi harga pangan mulai turun pada Agustus dan berlanjut hingga akhir tahun 2022. Penurunan inflasi didorong oleh pasokan yang meningkat, jika dipantau dari 46 Kantor Perwakilan BI.
BACA JUGA:Inflasi Juli 4,94%, Sri Mulyani: Lebih Moderat Dibandingkan Thailand hingga India

&quot;Pasokan bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam, daging sapi, dan tentu saja sekarang yang sudah bagus adalah minyak goreng akan meningkat sehingga inflasi makanan itu akan turun,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 202 di Jakarta dilansir dari Antara, Senin (1/8/2022).
Ia menyebutkan inflasi harga pangan pada bulan Juli 2022 memang cukup tinggi yakni sebesar 11,47% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
BACA JUGA:Inflasi RI hingga Juli 2022 Capai 4,94%, Tertinggi dalam 7 Tahun

Kenaikan inflasi makanan pada bulan lalu antara lain karena terdapat gangguan pasokan dari luar negeri, kenaikan harga pangan global, dan kondisi di dalam negeri akibat faktor cuaca dan faktor musiman. Peningkatan tersebut, kata Perry, menyebabkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan lalu meningkat 4,94% (yoy).
&quot;Ini hampir sama dengan perkiraan BI untuk bulan Juli 2022. Kami perkirakan inflasi IHK 4,89% (yoy),&quot; tuturnya.Meski terdapat peningkatan pada inflasi IHK, dirinya menilai tak  perlu ada kekhawatiran lantaran inflasi inti masih cukup terjaga di  level 2,86% (yoy) atau lebih rendah dari proyeksi bank sentral  sebelumnya yakni 2,99% (yoy).
Inflasi inti akan menjadi salah satu dasar utama BI untuk menaikkan  suku bunga acuan karena menggambarkan kekuatan permintaan dan penawaran  dalam perekonomian.
Di sisi lain, ia menyebutkan inflasi harga barang yang diatur  pemerintah alias administered prices masih cukup terjaga di level 6,51%  (yoy) karena sudah terdapat kebijakan penambahan subsidi dari  pemerintah.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meramal inflasi harga pangan mulai turun pada Agustus dan berlanjut hingga akhir tahun 2022. Penurunan inflasi didorong oleh pasokan yang meningkat, jika dipantau dari 46 Kantor Perwakilan BI.
BACA JUGA:Inflasi Juli 4,94%, Sri Mulyani: Lebih Moderat Dibandingkan Thailand hingga India

&quot;Pasokan bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam, daging sapi, dan tentu saja sekarang yang sudah bagus adalah minyak goreng akan meningkat sehingga inflasi makanan itu akan turun,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 202 di Jakarta dilansir dari Antara, Senin (1/8/2022).
Ia menyebutkan inflasi harga pangan pada bulan Juli 2022 memang cukup tinggi yakni sebesar 11,47% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
BACA JUGA:Inflasi RI hingga Juli 2022 Capai 4,94%, Tertinggi dalam 7 Tahun

Kenaikan inflasi makanan pada bulan lalu antara lain karena terdapat gangguan pasokan dari luar negeri, kenaikan harga pangan global, dan kondisi di dalam negeri akibat faktor cuaca dan faktor musiman. Peningkatan tersebut, kata Perry, menyebabkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan lalu meningkat 4,94% (yoy).
&quot;Ini hampir sama dengan perkiraan BI untuk bulan Juli 2022. Kami perkirakan inflasi IHK 4,89% (yoy),&quot; tuturnya.Meski terdapat peningkatan pada inflasi IHK, dirinya menilai tak  perlu ada kekhawatiran lantaran inflasi inti masih cukup terjaga di  level 2,86% (yoy) atau lebih rendah dari proyeksi bank sentral  sebelumnya yakni 2,99% (yoy).
Inflasi inti akan menjadi salah satu dasar utama BI untuk menaikkan  suku bunga acuan karena menggambarkan kekuatan permintaan dan penawaran  dalam perekonomian.
Di sisi lain, ia menyebutkan inflasi harga barang yang diatur  pemerintah alias administered prices masih cukup terjaga di level 6,51%  (yoy) karena sudah terdapat kebijakan penambahan subsidi dari  pemerintah.</content:encoded></item></channel></rss>
