<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Patokan Ekspor Produk Pertambangan dari Besi hingga Seng dalam Tren Penurunan</title><description>Harga patokan ekspor produk pertambangan mengalami tren penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640629/harga-patokan-ekspor-produk-pertambangan-dari-besi-hingga-seng-dalam-tren-penurunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640629/harga-patokan-ekspor-produk-pertambangan-dari-besi-hingga-seng-dalam-tren-penurunan"/><item><title>Harga Patokan Ekspor Produk Pertambangan dari Besi hingga Seng dalam Tren Penurunan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640629/harga-patokan-ekspor-produk-pertambangan-dari-besi-hingga-seng-dalam-tren-penurunan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640629/harga-patokan-ekspor-produk-pertambangan-dari-besi-hingga-seng-dalam-tren-penurunan</guid><pubDate>Selasa 02 Agustus 2022 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/02/320/2640629/harga-patokan-ekspor-produk-pertambangan-dari-besi-hingga-seng-dalam-tren-penurunan-y7aeWSUsnU.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga patokan ekspor pertambangan turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/02/320/2640629/harga-patokan-ekspor-produk-pertambangan-dari-besi-hingga-seng-dalam-tren-penurunan-y7aeWSUsnU.jpeg</image><title>Harga patokan ekspor pertambangan turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga patokan ekspor produk pertambangan mengalami tren penurunan. Kementerian Perdagangan mencatat, hampir seluruh produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) pada periode Agustus 2022 terus menunjukkan tren penurunan harga seperti pada periode sebelumnya. Penurunan harga ini dikarenakan menurunnya permintaan di pasar dunia.
Adapun produk pertambangan yang dimaksud adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite).
BACA JUGA:Disokong Pertambangan, Indeks Harga Perdagangan Besar Naik 0,46% pada Juli 2022

Dengan demikian kata Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono, hal itu mempengaruhi analisis penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan BK untuk periode Agustus 2022.
&quot;Ketentuan HPE periode Agustus 2022 ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 45 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar, tanggal 28 Juli 2022,&quot; jelasnya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (2/8/2022).
Veri melanjutkan, namun beda halnya pada harga konsentrat ilmenit, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sementara itu, harga konsentrat mangan dan pellet konsentrat pasir besi sebagaimana biasanya tetap tidak mengalami perubahan.
BACA JUGA:Temui Menteri Hadi, Bahlil Minta Kementerian ATR Buat Satgas Penataan Perizinan Pertambangan 

&quot;Satu-satunya produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode Agustus 2022 adalah konsentrat ilmenit (TiO2 &amp;ge; 45%) dengan harga rata-rata USD 504,51/WE atau naik sebesar 0,77%,&quot; beber Veri.
Sedangkan produk pertambangan yang mengalami penurunan harga rata-rata pada periode Agustus 2022 adalah konsentrat tembaga (Cu &amp;ge; 15%) dengan harga rata-rata sebesar USD 3.035,33/WE atau turun sebesar 11,13%; konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe &amp;ge; 62% dan &amp;le; 1% TiO2) dengan harga rata-rata sebesar USD 98,68/WE atau turun sebesar 17,14%.Lalu, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar  (Fe &amp;ge; 50% dan (Al2O3 + SiO2) &amp;ge; 10%) dengan harga rata-rata sebesar USD  50,43/WE atau turun sebesar 17,14%; konsentrat timbal (Pb &amp;ge; 56%) dengan  harga rata-rata sebesar USD 809,27/WE atau turun sebesar 8,04%;  konsentrat seng (Zn &amp;ge; 51%) dengan harga rata-rata sebesar USD 950,81/WE  atau turun sebesar 13,52%.
Kemudian, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe &amp;ge; 56%)  dengan harga rata-rata sebesar USD 58,92/WE atau turun sebesar 17,14%;  konsentrat rutil (TiO2 &amp;ge; 90%) dengan harga rata-rata USD 1.622,03/WE  atau turun sebesar 0,59%; dan bauksit yang telah dilakukan pencucian  (washed bauxite) (Al2O3 &amp;ge; 42%) dengan harga rata-rata sebesar USD  32,57/WE atau turun sebesar 12,05%.
&quot;Sementara, untuk komoditas produk pertambangan konsentrat mangan (Mn  &amp;ge; 49%) dengan harga rata-rata USD 227,05/WE dan pellet konsentrat pasir  besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe &amp;ge; 54%) dengan harga rata-rata USD  117,98/WE tetap tidak mengalami perubahan,&quot; terang Veri.
Sebagaimana periode sebelumnya, lanjut dia, penetapan HPE produk  pertambangan periode Agustus 2022 dilakukan dengan terlebih dahulu  meminta masukan tertulis dari instansi teknis yakni Kementerian Energi  dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Usulan dari ESDM berdasar kepada perhitungan berbasis data  perkembangan harga yang diperoleh dari beberapa sumber, yaitu Asian  Metal, Iron Ore Fine Australian, dan London Metal Exchange (LME).
&quot;Penetapan HPE dilakukan setelah rapat koordinasi dengan berbagai  instansi terkait, yakni Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan,  Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koordinator Bidang  Perekonomian,&quot; tutup Veri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga patokan ekspor produk pertambangan mengalami tren penurunan. Kementerian Perdagangan mencatat, hampir seluruh produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) pada periode Agustus 2022 terus menunjukkan tren penurunan harga seperti pada periode sebelumnya. Penurunan harga ini dikarenakan menurunnya permintaan di pasar dunia.
Adapun produk pertambangan yang dimaksud adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite).
BACA JUGA:Disokong Pertambangan, Indeks Harga Perdagangan Besar Naik 0,46% pada Juli 2022

Dengan demikian kata Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono, hal itu mempengaruhi analisis penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan BK untuk periode Agustus 2022.
&quot;Ketentuan HPE periode Agustus 2022 ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 45 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar, tanggal 28 Juli 2022,&quot; jelasnya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (2/8/2022).
Veri melanjutkan, namun beda halnya pada harga konsentrat ilmenit, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sementara itu, harga konsentrat mangan dan pellet konsentrat pasir besi sebagaimana biasanya tetap tidak mengalami perubahan.
BACA JUGA:Temui Menteri Hadi, Bahlil Minta Kementerian ATR Buat Satgas Penataan Perizinan Pertambangan 

&quot;Satu-satunya produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode Agustus 2022 adalah konsentrat ilmenit (TiO2 &amp;ge; 45%) dengan harga rata-rata USD 504,51/WE atau naik sebesar 0,77%,&quot; beber Veri.
Sedangkan produk pertambangan yang mengalami penurunan harga rata-rata pada periode Agustus 2022 adalah konsentrat tembaga (Cu &amp;ge; 15%) dengan harga rata-rata sebesar USD 3.035,33/WE atau turun sebesar 11,13%; konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe &amp;ge; 62% dan &amp;le; 1% TiO2) dengan harga rata-rata sebesar USD 98,68/WE atau turun sebesar 17,14%.Lalu, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar  (Fe &amp;ge; 50% dan (Al2O3 + SiO2) &amp;ge; 10%) dengan harga rata-rata sebesar USD  50,43/WE atau turun sebesar 17,14%; konsentrat timbal (Pb &amp;ge; 56%) dengan  harga rata-rata sebesar USD 809,27/WE atau turun sebesar 8,04%;  konsentrat seng (Zn &amp;ge; 51%) dengan harga rata-rata sebesar USD 950,81/WE  atau turun sebesar 13,52%.
Kemudian, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe &amp;ge; 56%)  dengan harga rata-rata sebesar USD 58,92/WE atau turun sebesar 17,14%;  konsentrat rutil (TiO2 &amp;ge; 90%) dengan harga rata-rata USD 1.622,03/WE  atau turun sebesar 0,59%; dan bauksit yang telah dilakukan pencucian  (washed bauxite) (Al2O3 &amp;ge; 42%) dengan harga rata-rata sebesar USD  32,57/WE atau turun sebesar 12,05%.
&quot;Sementara, untuk komoditas produk pertambangan konsentrat mangan (Mn  &amp;ge; 49%) dengan harga rata-rata USD 227,05/WE dan pellet konsentrat pasir  besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe &amp;ge; 54%) dengan harga rata-rata USD  117,98/WE tetap tidak mengalami perubahan,&quot; terang Veri.
Sebagaimana periode sebelumnya, lanjut dia, penetapan HPE produk  pertambangan periode Agustus 2022 dilakukan dengan terlebih dahulu  meminta masukan tertulis dari instansi teknis yakni Kementerian Energi  dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Usulan dari ESDM berdasar kepada perhitungan berbasis data  perkembangan harga yang diperoleh dari beberapa sumber, yaitu Asian  Metal, Iron Ore Fine Australian, dan London Metal Exchange (LME).
&quot;Penetapan HPE dilakukan setelah rapat koordinasi dengan berbagai  instansi terkait, yakni Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan,  Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koordinator Bidang  Perekonomian,&quot; tutup Veri.</content:encoded></item></channel></rss>
