<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Yakin Ekonomi RI Tahun Ini Tumbuh 5,2%</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakin terjaga ditopang beberapa indikator.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640722/menko-airlangga-yakin-ekonomi-ri-tahun-ini-tumbuh-5-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640722/menko-airlangga-yakin-ekonomi-ri-tahun-ini-tumbuh-5-2"/><item><title>Menko Airlangga Yakin Ekonomi RI Tahun Ini Tumbuh 5,2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640722/menko-airlangga-yakin-ekonomi-ri-tahun-ini-tumbuh-5-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640722/menko-airlangga-yakin-ekonomi-ri-tahun-ini-tumbuh-5-2</guid><pubDate>Selasa 02 Agustus 2022 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/02/320/2640722/menko-airlangga-yakin-ekonomi-ri-tahun-ini-tumbuh-5-2-NGjyq0a0qg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga optimis ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% tahun ini (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/02/320/2640722/menko-airlangga-yakin-ekonomi-ri-tahun-ini-tumbuh-5-2-NGjyq0a0qg.jpg</image><title>Menko Airlangga optimis ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% tahun ini (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakin terjaga ditopang beberapa indikator. Indonesia mempunyai bekal baik yakni pada Kuartal I-2022 pertumbuhan ekonomi mampu menyentuh angka 5,01%. Pada sisi konsumsi, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) serta penjualan ritel terus tumbuh sehingga mampu menjadi insentif bagi industri untuk terus meningkatkan produksi. Hal ini juga tercermin dari Purchasing Manager Index (PMI) yang terus mencatatkan ekspansi selama 11 bulan beruntun.
Di saat bersamaan, di tengah kenaikan inflasi global, inflasi Indonesia per Juli 2022 sebesar 4,94%, dan ini relatif terkendali jika dibandingkan negara lainnya seperti Jerman yang mengalami inflasi sebesar 7,5% atau Prancis sebesar 6,1%.
BACA JUGA:ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang Asia

Dari sisi eksternal, Indonesia memiliki ketahanan yang terjaga baik dan semakin solid didukung neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus selama 25 bulan berturut-turut. Bahkan pada periode Januari-Juni 2022, surplus Indonesia telah mencapai USD24,8 miliar atau dua kali lipat dari surplus pada periode sama tahun lalu. Pencapaian ini menjadi modal penting bagi terjaganya cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar Rupiah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa berbagai prospek baik tersebut membuat Pemerintah tetap optimis bahwa di tahun 2022 ini perekonomian dapat tumbuh sebesar 5,2% (yoy).
BACA JUGA:ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,2% Tahun Ini

&amp;ldquo;Pemulihan tersebut didorong oleh sinergi kesehatan dan kebijakan ekonomi yang mampu mendorong peningkatan konsumsi, investasi, dan ekspor,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga, Selasa (2/8/2022).
Pertumbuhan ekonomi juga akan sangat bergantung kepada pengendalian pandemi Covid-19 dengan didukung perbaikan sistem ketahanan kesehatan, kemudian dari responsifnya kebijakan ekonomi yang tepat (termasuk kebijakan fiskal dan moneter) untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat, penciptaan lapangan kerja secara signifikan, serta kesiapan bertransformasi menggunakan teknologi digital dalam banyak bidang di masa depan.
&amp;ldquo;Menyusul membaiknya situasi pandemi, Pemerintah telah mempersiapkan strategi transisi ke endemi dengan penguatan pada berbagai kebijakan kesehatan di hulu dan hilir. Pada saat yang sama, Pemerintah juga melanjutkan program PEN senilai Rp455,62 triliun yang berperan dalam percepatan pemulihan pasca pandemi. Per 22 Juli 2022 telah terealisasi hingga Rp146,7 triliun atau 32,2% dari total anggaran PEN tersebut,&amp;rdquo; ungkap Menko Airlangga.Selain itu, Pemerintah juga akan mengoptimalkan strategi pendapatan  negara dari windfall profit ekspor komoditas unggulan untuk menjadikan  APBN sebagai shock absorber. Anggaran Pemerintah, termasuk pemberian  subsidi dan bantuan sosial, dialokasikan untuk menjaga daya beli  masyarakat terutama bagi mereka yang miskin dan rentan, serta menjaga  momentum pemulihan ekonomi.
Stabilitas harga juga akan terus dijaga Pemerintah melalui berbagai  langkah responsif seperti operasi pasar, menambah produktivitas untuk  meningkatkan pasokan pangan, merampingkan distribusi suplai komoditas  pangan, berkomunikasi efektif untuk membentuk ekspektasi masyarakat atas  harga, bekerja sama dengan daerah untuk menjamin ketersediaan pasokan  bahan pangan pokok, dan mendukung terciptanya ekosistem stabilitas harga  dengan menjaga keseimbangan sisi pasokan dan permintaan.
Dalam jangka menengah-panjang, Pemerintah Indonesia akan terus  mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Grand Strategy Pembangunan  Berkelanjutan. Hal ini disokong dengan fundamental perekonomian  Indonesia yang solid dan telah mampu kembali ke level sebelum pandemi,  sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan cerahnya prospek indikator  utama.
&amp;ldquo;Berbagai strategi untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan  yakni antara lain menyederhanakan regulasi melalui Omnibus Law UU Cipta  Kerja, menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas,  meningkatkan proses digitalisasi, mendorong ekonomi hijau, memberantas  kemiskinan ekstrem, dan mengoptimalkan fungsi INA,&amp;rdquo; kata Menko  Airlangga.
Untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, Pemerintah terus  menggalakkan pembangunan industri hilir, seperti implementasi  pembangunan industri baterai untuk kendaraan listrik. &amp;ldquo;Harapannya pada  akhir dekade ini, Indonesia mampu menjadi pusat manufaktur regional  untuk kendaraan listrik di Asia Tenggara,&amp;rdquo; tutup Menko Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakin terjaga ditopang beberapa indikator. Indonesia mempunyai bekal baik yakni pada Kuartal I-2022 pertumbuhan ekonomi mampu menyentuh angka 5,01%. Pada sisi konsumsi, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) serta penjualan ritel terus tumbuh sehingga mampu menjadi insentif bagi industri untuk terus meningkatkan produksi. Hal ini juga tercermin dari Purchasing Manager Index (PMI) yang terus mencatatkan ekspansi selama 11 bulan beruntun.
Di saat bersamaan, di tengah kenaikan inflasi global, inflasi Indonesia per Juli 2022 sebesar 4,94%, dan ini relatif terkendali jika dibandingkan negara lainnya seperti Jerman yang mengalami inflasi sebesar 7,5% atau Prancis sebesar 6,1%.
BACA JUGA:ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang Asia

Dari sisi eksternal, Indonesia memiliki ketahanan yang terjaga baik dan semakin solid didukung neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus selama 25 bulan berturut-turut. Bahkan pada periode Januari-Juni 2022, surplus Indonesia telah mencapai USD24,8 miliar atau dua kali lipat dari surplus pada periode sama tahun lalu. Pencapaian ini menjadi modal penting bagi terjaganya cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar Rupiah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa berbagai prospek baik tersebut membuat Pemerintah tetap optimis bahwa di tahun 2022 ini perekonomian dapat tumbuh sebesar 5,2% (yoy).
BACA JUGA:ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,2% Tahun Ini

&amp;ldquo;Pemulihan tersebut didorong oleh sinergi kesehatan dan kebijakan ekonomi yang mampu mendorong peningkatan konsumsi, investasi, dan ekspor,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga, Selasa (2/8/2022).
Pertumbuhan ekonomi juga akan sangat bergantung kepada pengendalian pandemi Covid-19 dengan didukung perbaikan sistem ketahanan kesehatan, kemudian dari responsifnya kebijakan ekonomi yang tepat (termasuk kebijakan fiskal dan moneter) untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat, penciptaan lapangan kerja secara signifikan, serta kesiapan bertransformasi menggunakan teknologi digital dalam banyak bidang di masa depan.
&amp;ldquo;Menyusul membaiknya situasi pandemi, Pemerintah telah mempersiapkan strategi transisi ke endemi dengan penguatan pada berbagai kebijakan kesehatan di hulu dan hilir. Pada saat yang sama, Pemerintah juga melanjutkan program PEN senilai Rp455,62 triliun yang berperan dalam percepatan pemulihan pasca pandemi. Per 22 Juli 2022 telah terealisasi hingga Rp146,7 triliun atau 32,2% dari total anggaran PEN tersebut,&amp;rdquo; ungkap Menko Airlangga.Selain itu, Pemerintah juga akan mengoptimalkan strategi pendapatan  negara dari windfall profit ekspor komoditas unggulan untuk menjadikan  APBN sebagai shock absorber. Anggaran Pemerintah, termasuk pemberian  subsidi dan bantuan sosial, dialokasikan untuk menjaga daya beli  masyarakat terutama bagi mereka yang miskin dan rentan, serta menjaga  momentum pemulihan ekonomi.
Stabilitas harga juga akan terus dijaga Pemerintah melalui berbagai  langkah responsif seperti operasi pasar, menambah produktivitas untuk  meningkatkan pasokan pangan, merampingkan distribusi suplai komoditas  pangan, berkomunikasi efektif untuk membentuk ekspektasi masyarakat atas  harga, bekerja sama dengan daerah untuk menjamin ketersediaan pasokan  bahan pangan pokok, dan mendukung terciptanya ekosistem stabilitas harga  dengan menjaga keseimbangan sisi pasokan dan permintaan.
Dalam jangka menengah-panjang, Pemerintah Indonesia akan terus  mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Grand Strategy Pembangunan  Berkelanjutan. Hal ini disokong dengan fundamental perekonomian  Indonesia yang solid dan telah mampu kembali ke level sebelum pandemi,  sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan cerahnya prospek indikator  utama.
&amp;ldquo;Berbagai strategi untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan  yakni antara lain menyederhanakan regulasi melalui Omnibus Law UU Cipta  Kerja, menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas,  meningkatkan proses digitalisasi, mendorong ekonomi hijau, memberantas  kemiskinan ekstrem, dan mengoptimalkan fungsi INA,&amp;rdquo; kata Menko  Airlangga.
Untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, Pemerintah terus  menggalakkan pembangunan industri hilir, seperti implementasi  pembangunan industri baterai untuk kendaraan listrik. &amp;ldquo;Harapannya pada  akhir dekade ini, Indonesia mampu menjadi pusat manufaktur regional  untuk kendaraan listrik di Asia Tenggara,&amp;rdquo; tutup Menko Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
