<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garuda Indonesia Mulai Kembalikan Pesawat Bombardier CJ-1000</title><description>Garuda Indonesia mulai mengembalikan secara bertahap pesawat Bombardier CRJ-1000.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640798/garuda-indonesia-mulai-kembalikan-pesawat-bombardier-cj-1000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640798/garuda-indonesia-mulai-kembalikan-pesawat-bombardier-cj-1000"/><item><title>Garuda Indonesia Mulai Kembalikan Pesawat Bombardier CJ-1000</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640798/garuda-indonesia-mulai-kembalikan-pesawat-bombardier-cj-1000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/02/320/2640798/garuda-indonesia-mulai-kembalikan-pesawat-bombardier-cj-1000</guid><pubDate>Selasa 02 Agustus 2022 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/02/320/2640798/garuda-indonesia-mulai-kembalikan-pesawat-bombardier-cj-1000-Xqm0maLvhS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia mulai kembalikan pesawat Bombardier CJ-1000 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/02/320/2640798/garuda-indonesia-mulai-kembalikan-pesawat-bombardier-cj-1000-Xqm0maLvhS.jpg</image><title>Garuda Indonesia mulai kembalikan pesawat Bombardier CJ-1000 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Garuda Indonesia mulai mengembalikan secara bertahap pesawat Bombardier CRJ-1000. Pada fase awal ini dilakukan melalui pengembalian 2 (dua) pesawat produksi Perusahaan berbasis di Montreal, Kanada dari total 18 pesawat Bombardier CRJ-1000.
Adapun tindak lanjut pengembangan armada tersebut merupakan bagian dari hasil tindak lanjut kesepakatan negosiasi bersama lessor pesawat Bombardier CRJ-1000 yakni Nordic Aviation Capital (NAC) serta Export Development Canada (EDC).
BACA JUGA:Daftar BUMN PHK Karyawan, Ada Garuda Indonesia dengan Utang Selangit

Pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari strategi restrukturisasi armada yang dijalankan Garuda Indonesia sejalan dengan telah dirampungkannya putusan homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) termasuk intensifikasi rencana strategis Perusahaan dalam rangka percepatan pemulihan kinerja.
Pengembalian dua pesawat Bombardier CRJ-1000 dengan nomor registrasi PK-GRQ dan PK-GRN tersebut diberangkatkan pada pukul 09.00 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju MHIRJ Facility Service Centre, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
BACA JUGA:Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp3,22 Triliun di Kuartal I-2022

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari langkah transformasi Garuda Indonesia guna memperkuat fundamen operasional yang lebih solid dengan mengoptimalkan utilisasi armada serta penyesuaian alat produksi termasuk spesifikasi pesawat yang disesuaikan dengan segmentasi dan karakteristik pasar.
&amp;ldquo;Hal ini turut sejalan dengan komitmen kami untuk semakin cermat dan prudent dalam mengembangkan langkah ekspansi kinerja dengan basis kebutuhan alat produksi yang lebih terukur dan mengedepankan basis landasan cost leadership dalam setiap prosesnya,&amp;rdquo; kata Irfan.Sebelumnya pada tanggal 19 Juli 2022 lalu kami juga telah  mengembalikan satu-satunya armada Boeing 737 Max-8 dengan nomor  registrasi PK-GDA kepada lessor Bocomm Leasing di Belanda. Lebih lanjut,  langkah restrukturisasi Perusahaan dalam jangka panjang juga  dioptimalkan melalui kesepakatan bersama dengan lessor terkait dengan  perubahan maupun perpanjangan kontrak sewa, seperti penerapan skema  power by-the-hour untuk pembayaran biaya sewa pesawat di mana nantinya  Perusahaan akan membayar biaya sewa berdasarkan jam terbang pesawat.  Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Garuda Indonesia berhasil  menekan biaya sewa untuk pesawat narrow body hingga di kisaran 30 persen  dan pesawat wide body hingga di kisaran 69 persen.
&amp;ldquo;Kami juga akan terus mengevaluasi kondisi rute yang beroperasi  dengan menyesuaikan jenis armada berdasarkan tingkat keterisian  penumpang melalui penggunaan armada wide body untuk rute yang memiliki  kontribusi positif pada kinerja perusahaan. Sementara itu, untuk  memberikan berbagai alternatif destinasi penerbangan internasional bagi  para pengguna jasa, Garuda Indonesia akan mengoptimalkan sinergi bersama  dengan airline partner baik melalui skema interline maupun codeshare,&amp;rdquo;  papar Irfan.
Sejalan dengan tindak lanjut kesepakatan yang telah berhasil dicapai  oleh perusahaan dengan lessor serta didukung dengan peningkatan kinerja  yang mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif, selanjutnya Garuda  Indonesia akan menambah pengoperasian sebanyak 3 armada B737-800 NG yang  sebelumnya direlokasi oleh lessor untuk melengkapi proyeksi  pengoperasian armada Garuda Indonesia yang diperkirakan akan mencapai  60-70 armada di akhir tahun 2022 mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Garuda Indonesia mulai mengembalikan secara bertahap pesawat Bombardier CRJ-1000. Pada fase awal ini dilakukan melalui pengembalian 2 (dua) pesawat produksi Perusahaan berbasis di Montreal, Kanada dari total 18 pesawat Bombardier CRJ-1000.
Adapun tindak lanjut pengembangan armada tersebut merupakan bagian dari hasil tindak lanjut kesepakatan negosiasi bersama lessor pesawat Bombardier CRJ-1000 yakni Nordic Aviation Capital (NAC) serta Export Development Canada (EDC).
BACA JUGA:Daftar BUMN PHK Karyawan, Ada Garuda Indonesia dengan Utang Selangit

Pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari strategi restrukturisasi armada yang dijalankan Garuda Indonesia sejalan dengan telah dirampungkannya putusan homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) termasuk intensifikasi rencana strategis Perusahaan dalam rangka percepatan pemulihan kinerja.
Pengembalian dua pesawat Bombardier CRJ-1000 dengan nomor registrasi PK-GRQ dan PK-GRN tersebut diberangkatkan pada pukul 09.00 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju MHIRJ Facility Service Centre, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
BACA JUGA:Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp3,22 Triliun di Kuartal I-2022

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari langkah transformasi Garuda Indonesia guna memperkuat fundamen operasional yang lebih solid dengan mengoptimalkan utilisasi armada serta penyesuaian alat produksi termasuk spesifikasi pesawat yang disesuaikan dengan segmentasi dan karakteristik pasar.
&amp;ldquo;Hal ini turut sejalan dengan komitmen kami untuk semakin cermat dan prudent dalam mengembangkan langkah ekspansi kinerja dengan basis kebutuhan alat produksi yang lebih terukur dan mengedepankan basis landasan cost leadership dalam setiap prosesnya,&amp;rdquo; kata Irfan.Sebelumnya pada tanggal 19 Juli 2022 lalu kami juga telah  mengembalikan satu-satunya armada Boeing 737 Max-8 dengan nomor  registrasi PK-GDA kepada lessor Bocomm Leasing di Belanda. Lebih lanjut,  langkah restrukturisasi Perusahaan dalam jangka panjang juga  dioptimalkan melalui kesepakatan bersama dengan lessor terkait dengan  perubahan maupun perpanjangan kontrak sewa, seperti penerapan skema  power by-the-hour untuk pembayaran biaya sewa pesawat di mana nantinya  Perusahaan akan membayar biaya sewa berdasarkan jam terbang pesawat.  Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Garuda Indonesia berhasil  menekan biaya sewa untuk pesawat narrow body hingga di kisaran 30 persen  dan pesawat wide body hingga di kisaran 69 persen.
&amp;ldquo;Kami juga akan terus mengevaluasi kondisi rute yang beroperasi  dengan menyesuaikan jenis armada berdasarkan tingkat keterisian  penumpang melalui penggunaan armada wide body untuk rute yang memiliki  kontribusi positif pada kinerja perusahaan. Sementara itu, untuk  memberikan berbagai alternatif destinasi penerbangan internasional bagi  para pengguna jasa, Garuda Indonesia akan mengoptimalkan sinergi bersama  dengan airline partner baik melalui skema interline maupun codeshare,&amp;rdquo;  papar Irfan.
Sejalan dengan tindak lanjut kesepakatan yang telah berhasil dicapai  oleh perusahaan dengan lessor serta didukung dengan peningkatan kinerja  yang mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif, selanjutnya Garuda  Indonesia akan menambah pengoperasian sebanyak 3 armada B737-800 NG yang  sebelumnya direlokasi oleh lessor untuk melengkapi proyeksi  pengoperasian armada Garuda Indonesia yang diperkirakan akan mencapai  60-70 armada di akhir tahun 2022 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
