<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi Mendag Zulhas Angkat Harga Tandan Buah Segar Sawit</title><description>Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyusun strategi baru untuk menaikkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641361/strategi-mendag-zulhas-angkat-harga-tandan-buah-segar-sawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641361/strategi-mendag-zulhas-angkat-harga-tandan-buah-segar-sawit"/><item><title>Strategi Mendag Zulhas Angkat Harga Tandan Buah Segar Sawit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641361/strategi-mendag-zulhas-angkat-harga-tandan-buah-segar-sawit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641361/strategi-mendag-zulhas-angkat-harga-tandan-buah-segar-sawit</guid><pubDate>Rabu 03 Agustus 2022 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/03/320/2641361/strategi-mendag-zulhas-angkat-harga-tandan-buah-segar-sawit-lujSNFrwaa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Strategi Mendag agar harga TBS naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/03/320/2641361/strategi-mendag-zulhas-angkat-harga-tandan-buah-segar-sawit-lujSNFrwaa.jpg</image><title>Strategi Mendag agar harga TBS naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyusun strategi baru untuk menaikkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Dia menargetkan harga TBS di tingkat petani di atas Rp2.000 per kilogram.
Di antaranya dengan penghapusan pungutan ekspor dan peningkatan rasio pengali hak eskpor atas pendistribusian minyak goreng di dalam negeri (domestic market obligation/DMO) sehingga kuota ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya menjadi lebih besar.
BACA JUGA:Pajak Ekspor Kembali Normal, Harga TBS Diprediksi Bisa Rp2.000/kg

&amp;ldquo;Pemerintah saat ini menghapus sementara pungutan ekspor (PE) untuk CPO menjadi nol dari sebelumnya sebesar 200 dolar AS per ton. Penghapusan sementara PE CPO serta produk turunannya terlihat telah memberikan manfaat bagi para petani dan pengusaha sawit di tanah air,&quot; ungkap Mendag Zulhas dalam siaran resminya, Rabu (3/8/2022).
Selain itu, ia juga telah memberlakukan angka pengalian konversi hak ekspor atas pendistribusian DMO CPO/minyak goreng menjadi sebesar 1:9 kali dari sebelumnya 1:7 kali. Kebijakan tersebut sudah berlaku sejak 1 Agustus 2022.
BACA JUGA:Wapres Kawal Pembangunan Pabrik CPO Berbasis Koperasi, Harga TBS Bakal Naik 

Pendistribusian DMO divalidasi oleh tim lintas kementerian/lembaga yang dilakukan setiap minggu dan hasilnya diperbarui ke dalam Sistem Indonesia National Single Window (SINSW) untuk dapat diklaim menjadi dasar persetujuan ekspor oleh produsen.
&amp;ldquo;Dengan meningkatkan angka pengali konversi hak ekspor menjadi 1:9, serta ditambah insentif pendistribusian DMO dalam bentuk minyak goreng kemasan merek Minyakita, maka perusahaan akan dapat mengekspor 13,5 kali lipat dari realisasi DMO, lebih tinggi dari sebelumnya,&quot; jelas Zulhas.
Ketua Umum PAN itu juga mengatakan, pemerintah melalui Keputusan Menteri Perdagangan No. 1117 tahun 2022 juga memberikan insentif pengali regional atas pendistribusian DMO minyak goreng ke wilayah tertentu.Khususnya, daerah-daerah yang pasokannya masih belum optimal seperti  wilayah timur sehingga akan dapat meningkatkan kuota ekspor bagi  produsen/eksportir.
&amp;ldquo;Kebijakan ini diterapkan untuk memenuhi pasokan minyak goreng di  wilayah Indonesia timur yang saat ini masih minim dan distribusinya  masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia,&amp;rdquo; jelas Zulhas.
Selain itu, lanjut dia, Kemendag telah melakukan penyesuaian  kebijakan penerbitan harga referensi yang menjadi dasar penentuan  pungutan ekspor dan Bea Keluar (BK) atas ekspor komoditas CPO dan produk  turunannya dari sebulan sekali menjadi dua minggu sekali.
Pola perhitungannya juga diubah, sehingga akan didapat harga  referensi yang lebih aktual mengikuti perkembangan harga CPO  internasional.
&quot;Selain menstabilkan ketersediaan dan harga minyak goreng yang  terjangkau di masyarakat, kami terus berupaya meningkatkan harga TBS di  tingkat petani. Dengan meningkatnya harga TBS di tingkat petani,  terutama petani swadaya, petani akan tetap semangat untuk bercocok tanam  dan mendapatkan kesejahteraan dengan harga lebih baik setidaknya di  atas Rp2.000 per kilogram,&quot; pungkas Mendag Zulhas.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyusun strategi baru untuk menaikkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Dia menargetkan harga TBS di tingkat petani di atas Rp2.000 per kilogram.
Di antaranya dengan penghapusan pungutan ekspor dan peningkatan rasio pengali hak eskpor atas pendistribusian minyak goreng di dalam negeri (domestic market obligation/DMO) sehingga kuota ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya menjadi lebih besar.
BACA JUGA:Pajak Ekspor Kembali Normal, Harga TBS Diprediksi Bisa Rp2.000/kg

&amp;ldquo;Pemerintah saat ini menghapus sementara pungutan ekspor (PE) untuk CPO menjadi nol dari sebelumnya sebesar 200 dolar AS per ton. Penghapusan sementara PE CPO serta produk turunannya terlihat telah memberikan manfaat bagi para petani dan pengusaha sawit di tanah air,&quot; ungkap Mendag Zulhas dalam siaran resminya, Rabu (3/8/2022).
Selain itu, ia juga telah memberlakukan angka pengalian konversi hak ekspor atas pendistribusian DMO CPO/minyak goreng menjadi sebesar 1:9 kali dari sebelumnya 1:7 kali. Kebijakan tersebut sudah berlaku sejak 1 Agustus 2022.
BACA JUGA:Wapres Kawal Pembangunan Pabrik CPO Berbasis Koperasi, Harga TBS Bakal Naik 

Pendistribusian DMO divalidasi oleh tim lintas kementerian/lembaga yang dilakukan setiap minggu dan hasilnya diperbarui ke dalam Sistem Indonesia National Single Window (SINSW) untuk dapat diklaim menjadi dasar persetujuan ekspor oleh produsen.
&amp;ldquo;Dengan meningkatkan angka pengali konversi hak ekspor menjadi 1:9, serta ditambah insentif pendistribusian DMO dalam bentuk minyak goreng kemasan merek Minyakita, maka perusahaan akan dapat mengekspor 13,5 kali lipat dari realisasi DMO, lebih tinggi dari sebelumnya,&quot; jelas Zulhas.
Ketua Umum PAN itu juga mengatakan, pemerintah melalui Keputusan Menteri Perdagangan No. 1117 tahun 2022 juga memberikan insentif pengali regional atas pendistribusian DMO minyak goreng ke wilayah tertentu.Khususnya, daerah-daerah yang pasokannya masih belum optimal seperti  wilayah timur sehingga akan dapat meningkatkan kuota ekspor bagi  produsen/eksportir.
&amp;ldquo;Kebijakan ini diterapkan untuk memenuhi pasokan minyak goreng di  wilayah Indonesia timur yang saat ini masih minim dan distribusinya  masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia,&amp;rdquo; jelas Zulhas.
Selain itu, lanjut dia, Kemendag telah melakukan penyesuaian  kebijakan penerbitan harga referensi yang menjadi dasar penentuan  pungutan ekspor dan Bea Keluar (BK) atas ekspor komoditas CPO dan produk  turunannya dari sebulan sekali menjadi dua minggu sekali.
Pola perhitungannya juga diubah, sehingga akan didapat harga  referensi yang lebih aktual mengikuti perkembangan harga CPO  internasional.
&quot;Selain menstabilkan ketersediaan dan harga minyak goreng yang  terjangkau di masyarakat, kami terus berupaya meningkatkan harga TBS di  tingkat petani. Dengan meningkatnya harga TBS di tingkat petani,  terutama petani swadaya, petani akan tetap semangat untuk bercocok tanam  dan mendapatkan kesejahteraan dengan harga lebih baik setidaknya di  atas Rp2.000 per kilogram,&quot; pungkas Mendag Zulhas.</content:encoded></item></channel></rss>
