<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Perang Rusia-Ukraina, Erick Thohir: Harga BBM Masih Belum Stabil</title><description>Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pangan diprediksi masih belum  stabil. Hal ini dikarenakan dampak dari perang Rusia dan Ukraina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641510/ada-perang-rusia-ukraina-erick-thohir-harga-bbm-masih-belum-stabil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641510/ada-perang-rusia-ukraina-erick-thohir-harga-bbm-masih-belum-stabil"/><item><title>Ada Perang Rusia-Ukraina, Erick Thohir: Harga BBM Masih Belum Stabil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641510/ada-perang-rusia-ukraina-erick-thohir-harga-bbm-masih-belum-stabil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641510/ada-perang-rusia-ukraina-erick-thohir-harga-bbm-masih-belum-stabil</guid><pubDate>Rabu 03 Agustus 2022 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/03/320/2641510/ada-perang-rusia-ukraina-erick-thohir-harga-bbm-masih-belum-stabil-Xy4aL4Z0T2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga BBM belum stabil (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/03/320/2641510/ada-perang-rusia-ukraina-erick-thohir-harga-bbm-masih-belum-stabil-Xy4aL4Z0T2.jpg</image><title>Harga BBM belum stabil (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pangan diprediksi masih belum stabil. Hal ini dikarenakan dampak dari perang Rusia dan Ukraina.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai, gejolak geopolitik atas konflik Rusia dan Ukraina berdampak luas pada perekonomian di banyak negara, termasuk di Indonesia. Hal ini pun harus diantisipasi karena berdampak pada harga BBM dan pangan secara global.
BACA JUGA:Intip Progres 1.000 Motor BBM Dikonversi ke Listrik
Kekhawatiran tersebut juga diperkuat oleh inflasi yang saat ini masih tinggi. Indonesia inflasi berada di angka 4% atau masih di bawah pertumbuhan.
BACA JUGA:7 Fakta Subsidi BBM Indonesia Tembus Rp502 Triliun, Keuangan Negara Bisa Jebol
&quot;Geopolitik ini terus harus diantisipasi, saya rasa perang Ukraina-Rusia belum terlihat mereda, artinya ada kekhawatiran seluruh dunia yang namanya harga pangan, BBM ini masih belum stabil, inflasi masih tinggi, di Indonesia sendiri angka terakhir di 4%an masih di bawah pertumbuhan tapi kita harus disiplin menjaga hal ini,&quot; ungkap Erick saat ditemui wartawan di kawasan Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (3/8/2022).Pemerintah memang sudah menaikkan harga tiga jenis Bahan Bakar Minyak  (BBM) non subsidi sejak 10 Juli 2022 lalu. Ketiga jenis BBM ini di  antaranya Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
Meski begitu, PT Pertamina (Persero) masih menahan harga Pertamax di  angka Rp12.500 per liter dan Pertalite di kisaran Rp7.500 per liter.  Kenaikan harga BBM umum atau non penugasan pemerintah ini berdasarkan  Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020.
Beleid ini mengatur tentang formula harga dasar dalam perhitungan  harga jual eceran jenis BBM Umum, jenis bensin, dan minyak solar yang  disalurkan melalui SPBU. Pertamax Turbo atau RON 98 naik dari semula  Rp14.500 per liter menjadi Rp16.200 per liter, sedangkan Dexlite naik  dari semula Rp12.950 per liter menjadi Rp15.000 per liter.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pangan diprediksi masih belum stabil. Hal ini dikarenakan dampak dari perang Rusia dan Ukraina.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai, gejolak geopolitik atas konflik Rusia dan Ukraina berdampak luas pada perekonomian di banyak negara, termasuk di Indonesia. Hal ini pun harus diantisipasi karena berdampak pada harga BBM dan pangan secara global.
BACA JUGA:Intip Progres 1.000 Motor BBM Dikonversi ke Listrik
Kekhawatiran tersebut juga diperkuat oleh inflasi yang saat ini masih tinggi. Indonesia inflasi berada di angka 4% atau masih di bawah pertumbuhan.
BACA JUGA:7 Fakta Subsidi BBM Indonesia Tembus Rp502 Triliun, Keuangan Negara Bisa Jebol
&quot;Geopolitik ini terus harus diantisipasi, saya rasa perang Ukraina-Rusia belum terlihat mereda, artinya ada kekhawatiran seluruh dunia yang namanya harga pangan, BBM ini masih belum stabil, inflasi masih tinggi, di Indonesia sendiri angka terakhir di 4%an masih di bawah pertumbuhan tapi kita harus disiplin menjaga hal ini,&quot; ungkap Erick saat ditemui wartawan di kawasan Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (3/8/2022).Pemerintah memang sudah menaikkan harga tiga jenis Bahan Bakar Minyak  (BBM) non subsidi sejak 10 Juli 2022 lalu. Ketiga jenis BBM ini di  antaranya Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
Meski begitu, PT Pertamina (Persero) masih menahan harga Pertamax di  angka Rp12.500 per liter dan Pertalite di kisaran Rp7.500 per liter.  Kenaikan harga BBM umum atau non penugasan pemerintah ini berdasarkan  Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020.
Beleid ini mengatur tentang formula harga dasar dalam perhitungan  harga jual eceran jenis BBM Umum, jenis bensin, dan minyak solar yang  disalurkan melalui SPBU. Pertamax Turbo atau RON 98 naik dari semula  Rp14.500 per liter menjadi Rp16.200 per liter, sedangkan Dexlite naik  dari semula Rp12.950 per liter menjadi Rp15.000 per liter.</content:encoded></item></channel></rss>
