<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Pede RI Jadi Pemain Besar Industri Digital di ASEAN</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir pede Indonesia menjadi pemain dalam industri digital terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) pada 2030.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641578/erick-thohir-pede-ri-jadi-pemain-besar-industri-digital-di-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641578/erick-thohir-pede-ri-jadi-pemain-besar-industri-digital-di-asean"/><item><title>Erick Thohir Pede RI Jadi Pemain Besar Industri Digital di ASEAN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641578/erick-thohir-pede-ri-jadi-pemain-besar-industri-digital-di-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/03/320/2641578/erick-thohir-pede-ri-jadi-pemain-besar-industri-digital-di-asean</guid><pubDate>Rabu 03 Agustus 2022 20:47 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/03/320/2641578/erick-thohir-pede-ri-jadi-pemain-besar-industri-digital-di-asean-BL46HTP3VI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir pede RI jadi pemain besar industri digital di Asean (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/03/320/2641578/erick-thohir-pede-ri-jadi-pemain-besar-industri-digital-di-asean-BL46HTP3VI.jpg</image><title>Erick Thohir pede RI jadi pemain besar industri digital di Asean (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir pede Indonesia menjadi pemain dalam industri digital terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) pada 2030. Optimisme ini didasarkan pada potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp4.500 triliun pada 2030.
&quot;Kapan perubahan ini terjadi kalau kita tidak adaptasi, sehingga akhirnya kita hanya jadi market,&quot; kata Erick di Perpusnas Jakarta, Rabu (3/8/ 2022).
BACA JUGA:Erick Thohir Tak Ingin Pertamina Dibandingkan dengan Petronas

Erick mengatakan saat Indonesia hanya bisa menjadi market bagi industri digital, maka tidak ada investasi untuk pembukaan lapangan kerja. &quot;Dan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh lebih besar di negara lain,&quot; ujarnya.
Menurutnya, sudah terlalu lama sumber daya alam dan market Indonesia hanya dijadikan sebagai pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja bagi negara lain.
BACA JUGA:Ada Perang Rusia-Ukraina, Erick Thohir: Harga BBM Masih Belum Stabil

Untuk itu, lanjut Erick, pemerintah bekerja keras untuk melakukan perubahan, dengan menekan pengiriman SDA dalam bentuk bahan baku ke luar negeri. Salah satunya yakni dengan memperkuat ekosistem industri baterai listrik. Dia menilai, keberpihakan terhadap SDA berdampak besar bagi masyarakat, lewat terciptanya pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.&quot;Kita tidak anti asing atau anti investasi luar negeri, tapi  keseimbangan pertumbuhan yang merata harus dipastikan, pertumbuhan  Indonesia harus lebih tinggi dari negara lain,&quot; katanya.
Dia menyampaikan perubahan zaman juga mendorong masyarakat, terutama  generasi muda untuk beralih menggunakan sistem pembayaran cashless atau  non-tunai. Sejak awal, Kementerian BUMN berkomitmen untuk memberikan  kemudahan bagi masyarakat, dalam mengakses sistem pembayaran non-tunai.  Misalnya melalui program transformasi inovasi model bisnis, dan  kepemimpinan teknologi.
&quot;Sejak awal, kita bangun ekosistem yang mana digital menjadi kunci  bagi kita untuk bisa bersaing. Jangan BUMN jadi dinosaurus yang mati  dimakan zaman, karena besar badan tapi tidak mau bermetamorfosis,&quot; tutur  dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir pede Indonesia menjadi pemain dalam industri digital terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) pada 2030. Optimisme ini didasarkan pada potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp4.500 triliun pada 2030.
&quot;Kapan perubahan ini terjadi kalau kita tidak adaptasi, sehingga akhirnya kita hanya jadi market,&quot; kata Erick di Perpusnas Jakarta, Rabu (3/8/ 2022).
BACA JUGA:Erick Thohir Tak Ingin Pertamina Dibandingkan dengan Petronas

Erick mengatakan saat Indonesia hanya bisa menjadi market bagi industri digital, maka tidak ada investasi untuk pembukaan lapangan kerja. &quot;Dan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh lebih besar di negara lain,&quot; ujarnya.
Menurutnya, sudah terlalu lama sumber daya alam dan market Indonesia hanya dijadikan sebagai pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja bagi negara lain.
BACA JUGA:Ada Perang Rusia-Ukraina, Erick Thohir: Harga BBM Masih Belum Stabil

Untuk itu, lanjut Erick, pemerintah bekerja keras untuk melakukan perubahan, dengan menekan pengiriman SDA dalam bentuk bahan baku ke luar negeri. Salah satunya yakni dengan memperkuat ekosistem industri baterai listrik. Dia menilai, keberpihakan terhadap SDA berdampak besar bagi masyarakat, lewat terciptanya pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.&quot;Kita tidak anti asing atau anti investasi luar negeri, tapi  keseimbangan pertumbuhan yang merata harus dipastikan, pertumbuhan  Indonesia harus lebih tinggi dari negara lain,&quot; katanya.
Dia menyampaikan perubahan zaman juga mendorong masyarakat, terutama  generasi muda untuk beralih menggunakan sistem pembayaran cashless atau  non-tunai. Sejak awal, Kementerian BUMN berkomitmen untuk memberikan  kemudahan bagi masyarakat, dalam mengakses sistem pembayaran non-tunai.  Misalnya melalui program transformasi inovasi model bisnis, dan  kepemimpinan teknologi.
&quot;Sejak awal, kita bangun ekosistem yang mana digital menjadi kunci  bagi kita untuk bisa bersaing. Jangan BUMN jadi dinosaurus yang mati  dimakan zaman, karena besar badan tapi tidak mau bermetamorfosis,&quot; tutur  dia.</content:encoded></item></channel></rss>
