<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Maybank Indonesia Raih Laba Rp663 Miliar, Naik 30% di Semester I-2022</title><description>PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesi) membukukan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp944 miliar di semester I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/04/278/2642032/maybank-indonesia-raih-laba-rp663-miliar-naik-30-di-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/04/278/2642032/maybank-indonesia-raih-laba-rp663-miliar-naik-30-di-semester-i-2022"/><item><title>Maybank Indonesia Raih Laba Rp663 Miliar, Naik 30% di Semester I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/04/278/2642032/maybank-indonesia-raih-laba-rp663-miliar-naik-30-di-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/04/278/2642032/maybank-indonesia-raih-laba-rp663-miliar-naik-30-di-semester-i-2022</guid><pubDate>Kamis 04 Agustus 2022 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/04/278/2642032/maybank-indonesia-raih-laba-rp663-miliar-naik-30-di-semester-i-2022-ebOAukkXhw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Maybank Indonesia naik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/04/278/2642032/maybank-indonesia-raih-laba-rp663-miliar-naik-30-di-semester-i-2022-ebOAukkXhw.jpg</image><title>Laba Maybank Indonesia naik (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesi) membukukan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp944 miliar di semester I 2022. Laba tersebut naik 23,9% dari periode tahun lalu yang sebesar Rp762 miliar.
BACA JUGA:Maybank (BNII) Bayar Utang Rp637,26 Miliar

Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Non-Pengendali (PATAMI) tercatat sebesar Rp663 miliar, naik 30,0% dari Rp510 miliar pada periode tahun lalu.
BACA JUGA:RUPST Maybank, Bagikan Dividen Rp493,4 Miliar hingga Ganti Komisaris 

Peningkatan pada PBT dan PATAMI didukung oleh kondisi ekonomi yang berangsur membaik pada semester pertama 2022, di mana hal ini mendorong peningkatan terhadap kebutuhan akan pembiayaan. Kinerja tersebut dikontribusikan terutama dari penurunan provisi sehubungan dengan membaiknya kualitas aset, serta didukung oleh pertumbuhan kredit, penurunan biaya dana (cost of funds), dan biaya overhead yang terkendali.Bank mencatat Net Interest Income (NII) atau Pendapatan Bunga Bersih  sebesar Rp3,48 triliun. Hal ini didukung oleh pertumbuhan kredit ritel  dan korporasi, biaya dana yang rendah, sejalan dengan pertumbuhan CASA  yang kuat sehingga mendorong Net Interest Margin (NIM), atau Marjin  Bunga Bersih meningkat 18 basis poin menjadi 4,6% pada semester pertama  2022.
Fee based income atau Pendapatan Non-Bunga, di luar pendapatan fees  dari Global Market, naik 5,2% menjadi Rp818 miliar dari Rp777 miliar  pada periode tahun lalu, sehubungan dengan pendapatan fee yang berasal  dari lini bisnis ritel dan anak perusahaan. Sementara, fees terkait   Global Market mengalami penurunan sebesar 69,2% disebabkan oleh dinamika  suku bunga global dan volatilitas pasar. Hal ini menyebabkan pendapatan  fee-based turun 8,4% dibandingkan periode tahun lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesi) membukukan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp944 miliar di semester I 2022. Laba tersebut naik 23,9% dari periode tahun lalu yang sebesar Rp762 miliar.
BACA JUGA:Maybank (BNII) Bayar Utang Rp637,26 Miliar

Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Non-Pengendali (PATAMI) tercatat sebesar Rp663 miliar, naik 30,0% dari Rp510 miliar pada periode tahun lalu.
BACA JUGA:RUPST Maybank, Bagikan Dividen Rp493,4 Miliar hingga Ganti Komisaris 

Peningkatan pada PBT dan PATAMI didukung oleh kondisi ekonomi yang berangsur membaik pada semester pertama 2022, di mana hal ini mendorong peningkatan terhadap kebutuhan akan pembiayaan. Kinerja tersebut dikontribusikan terutama dari penurunan provisi sehubungan dengan membaiknya kualitas aset, serta didukung oleh pertumbuhan kredit, penurunan biaya dana (cost of funds), dan biaya overhead yang terkendali.Bank mencatat Net Interest Income (NII) atau Pendapatan Bunga Bersih  sebesar Rp3,48 triliun. Hal ini didukung oleh pertumbuhan kredit ritel  dan korporasi, biaya dana yang rendah, sejalan dengan pertumbuhan CASA  yang kuat sehingga mendorong Net Interest Margin (NIM), atau Marjin  Bunga Bersih meningkat 18 basis poin menjadi 4,6% pada semester pertama  2022.
Fee based income atau Pendapatan Non-Bunga, di luar pendapatan fees  dari Global Market, naik 5,2% menjadi Rp818 miliar dari Rp777 miliar  pada periode tahun lalu, sehubungan dengan pendapatan fee yang berasal  dari lini bisnis ritel dan anak perusahaan. Sementara, fees terkait   Global Market mengalami penurunan sebesar 69,2% disebabkan oleh dinamika  suku bunga global dan volatilitas pasar. Hal ini menyebabkan pendapatan  fee-based turun 8,4% dibandingkan periode tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
