<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tren IPO Meningkat, Jumlah Perusahaan Tercatat Capai 800 Emiten</title><description>Tren perusahaan mencatatkan sahamnya pasar modal atau IPO dalam dua tahun mengalami tren pertumbuhan meningkat tajam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/04/278/2642051/tren-ipo-meningkat-jumlah-perusahaan-tercatat-capai-800-emiten</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/04/278/2642051/tren-ipo-meningkat-jumlah-perusahaan-tercatat-capai-800-emiten"/><item><title>Tren IPO Meningkat, Jumlah Perusahaan Tercatat Capai 800 Emiten</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/04/278/2642051/tren-ipo-meningkat-jumlah-perusahaan-tercatat-capai-800-emiten</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/04/278/2642051/tren-ipo-meningkat-jumlah-perusahaan-tercatat-capai-800-emiten</guid><pubDate>Kamis 04 Agustus 2022 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/04/278/2642051/tren-ipo-meningkat-jumlah-perusahaan-tercatat-capai-800-emiten-lJUjIS3plm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tren IPO dalam dua tahun terakhir meningkat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/04/278/2642051/tren-ipo-meningkat-jumlah-perusahaan-tercatat-capai-800-emiten-lJUjIS3plm.jpg</image><title>Tren IPO dalam dua tahun terakhir meningkat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tren perusahaan mencatatkan sahamnya pasar modal atau IPO dalam dua tahun mengalami tren pertumbuhan meningkat tajam. Bahkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan jumlah perusahaan tercatat akan mencapai 800 emiten pada 5 Agustus 2022.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, masih terdapat 32 calon perusahaan tercatat yang berada dalam antrean untuk mencatatkan sahamnya di BEI. Sementara itu, sampai 1 Agustus 2022, terdapat 29 perusahaan yang telah mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp19,5 triliun.
BACA JUGA:IPO, Harga Saham Agung Menjangan Mas (AMMS) Merosot Sentuh ARB

&amp;ldquo;Dengan memperhitungkan jumlah pipeline pencatatan saham saat ini, diperkirakan pada Jumat 5 Agustus 2022, total perusahaan Tercatat yang mencatatkan saham di BEI menembus angka 800,&amp;rdquo;ujarnya.
Sebelumnya pada 2020, total perusahaan tercatat yang mencatatkan saham telah mencapai angka 700. Nyoman mengatakan momentum ini diharapkan menjadi tonggak awal BEI ke depan untuk menjadi bursa yang paling aktif di kawasan Asean.
BACA JUGA:IPO, Agung Menjangan Mas (AMMS) Raup Dana Rp24 Miliar

&amp;ldquo;Pada 2021, BEI merupakan Bursa di Asean dengan pencatatan saham baru terbanyak selama empat tahun berturut-turut,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dia mengatakan, tren positif di pasar modal telah dimanfaatkan oleh para pelaku pasar modal dan pemangku kepentingan termasuk para pemilik perusahaan dalam melakukan pendanaan sesuai kebutuhan dan strategi internal perusahaan masing-masing. Selain itu, momentum pemulihan ekonomi nasional, diakui Nyoman juga turut mendorong korporasi dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia, baik melalui IPO maupun right issue.Dirinya memastikan, BEI senantiasa bersikap adaptif mengikuti  perkembangan bursa global dan juga kebutuhan berbagai perusahaan di  Indonesia. Makin banyaknya perusahaan yang melakukan penggalangan dana  di BEI, baik melalui IPO saham maupun right issue mencerminkan bahwa  inovasi dan kebijakan serta pengaturan yang telah dilakukan BEI  direspons dengan baik oleh industri.
Beberapa inisiatif yang telah dilakukan OJK dan BEI dalam rangka  meningkatkan akselerasi peningkatan IPO dan perlindungan investor antara  lain penerbitan peraturan seperti POJK 22/04/2021 tentang Penerapan  Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel Oleh Emiten Dengan Inovasi  dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang Melakukan Penawaran Umum Efek  Bersifat Ekuitas Berupa Saham.
&amp;rdquo;Saat ini kami melakukan kajian penerapan Special Purpose Acquisition  Company [SPAC] sebagai bentuk alternatif mekanisme IPO,&amp;rdquo; ujarnya.
Pada peraturan BEI, telah terbit Peraturan Nomor I-A tahun 2021 yang  diharapkan dapat mengakomodasi perusahaan-perusahaan dengan  karakteristik baru yang nilainya tidak terbatas pada Net Tangible Asset  (NTA). Nilai perusahaan bisa diukur dari NTA, laba (income), pendapatan  (revenue), kapitalisasi pasar (market capitalization), dan/atau cash  flow.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tren perusahaan mencatatkan sahamnya pasar modal atau IPO dalam dua tahun mengalami tren pertumbuhan meningkat tajam. Bahkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan jumlah perusahaan tercatat akan mencapai 800 emiten pada 5 Agustus 2022.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, masih terdapat 32 calon perusahaan tercatat yang berada dalam antrean untuk mencatatkan sahamnya di BEI. Sementara itu, sampai 1 Agustus 2022, terdapat 29 perusahaan yang telah mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp19,5 triliun.
BACA JUGA:IPO, Harga Saham Agung Menjangan Mas (AMMS) Merosot Sentuh ARB

&amp;ldquo;Dengan memperhitungkan jumlah pipeline pencatatan saham saat ini, diperkirakan pada Jumat 5 Agustus 2022, total perusahaan Tercatat yang mencatatkan saham di BEI menembus angka 800,&amp;rdquo;ujarnya.
Sebelumnya pada 2020, total perusahaan tercatat yang mencatatkan saham telah mencapai angka 700. Nyoman mengatakan momentum ini diharapkan menjadi tonggak awal BEI ke depan untuk menjadi bursa yang paling aktif di kawasan Asean.
BACA JUGA:IPO, Agung Menjangan Mas (AMMS) Raup Dana Rp24 Miliar

&amp;ldquo;Pada 2021, BEI merupakan Bursa di Asean dengan pencatatan saham baru terbanyak selama empat tahun berturut-turut,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dia mengatakan, tren positif di pasar modal telah dimanfaatkan oleh para pelaku pasar modal dan pemangku kepentingan termasuk para pemilik perusahaan dalam melakukan pendanaan sesuai kebutuhan dan strategi internal perusahaan masing-masing. Selain itu, momentum pemulihan ekonomi nasional, diakui Nyoman juga turut mendorong korporasi dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia, baik melalui IPO maupun right issue.Dirinya memastikan, BEI senantiasa bersikap adaptif mengikuti  perkembangan bursa global dan juga kebutuhan berbagai perusahaan di  Indonesia. Makin banyaknya perusahaan yang melakukan penggalangan dana  di BEI, baik melalui IPO saham maupun right issue mencerminkan bahwa  inovasi dan kebijakan serta pengaturan yang telah dilakukan BEI  direspons dengan baik oleh industri.
Beberapa inisiatif yang telah dilakukan OJK dan BEI dalam rangka  meningkatkan akselerasi peningkatan IPO dan perlindungan investor antara  lain penerbitan peraturan seperti POJK 22/04/2021 tentang Penerapan  Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel Oleh Emiten Dengan Inovasi  dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang Melakukan Penawaran Umum Efek  Bersifat Ekuitas Berupa Saham.
&amp;rdquo;Saat ini kami melakukan kajian penerapan Special Purpose Acquisition  Company [SPAC] sebagai bentuk alternatif mekanisme IPO,&amp;rdquo; ujarnya.
Pada peraturan BEI, telah terbit Peraturan Nomor I-A tahun 2021 yang  diharapkan dapat mengakomodasi perusahaan-perusahaan dengan  karakteristik baru yang nilainya tidak terbatas pada Net Tangible Asset  (NTA). Nilai perusahaan bisa diukur dari NTA, laba (income), pendapatan  (revenue), kapitalisasi pasar (market capitalization), dan/atau cash  flow.</content:encoded></item></channel></rss>
