<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih Blue Bird (BIRD) Meroket 593% Jadi Rp148 Miliar</title><description>PT Blue Bird Tbk (BIRD) meraih laba bersih Rp148 miliar di semester pertama 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/278/2642627/laba-bersih-blue-bird-bird-meroket-593-jadi-rp148-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/278/2642627/laba-bersih-blue-bird-bird-meroket-593-jadi-rp148-miliar"/><item><title>Laba Bersih Blue Bird (BIRD) Meroket 593% Jadi Rp148 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/278/2642627/laba-bersih-blue-bird-bird-meroket-593-jadi-rp148-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/278/2642627/laba-bersih-blue-bird-bird-meroket-593-jadi-rp148-miliar</guid><pubDate>Jum'at 05 Agustus 2022 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/05/278/2642627/laba-bersih-blue-bird-bird-meroket-593-jadi-rp148-miliar-mPQqgu0Hrr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Blue Bird melesat tajam (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/05/278/2642627/laba-bersih-blue-bird-bird-meroket-593-jadi-rp148-miliar-mPQqgu0Hrr.jpg</image><title>Laba Blue Bird melesat tajam (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Blue Bird Tbk (BIRD) meraih laba bersih Rp148 miliar di semester pertama 2022. Laba BIRD tumbuh 593% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Di periode ini, margin laba kotor perseroan naik hingga 20% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pendapatan perseroan naik 48% menjadi Rp1,548 triliun yang hampir setara dengan pendapatan perseroan selama periode pra-pandemi.
BACA JUGA:Digugat Rp11 Triliun, Blue Bird Tegaskan Eliana Wibowo Bukan Pemegang Saham

Lalu laba operasional BIRD pada semester I 2022 meningkat tajam hingga 386% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut diraih seiring dengan upaya perseroan mempertahankan posisi kas yang sehat dan neraca yang kuat. Hal ini telah menjadi etalase menunjukkan kekuatan dan ketangguhan menghadapi situasi pandemi ini.
Hal yang sama terlihat pada EBITDA perseroan (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) yang mengalami kenaikan 102% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi Rp383 miliar di tahun ini. Pada semester pertama ini, layanan taksi reguler Bluebird mendominasi perolehan pendapatan Perseroan dan mengalami peningkatan pertumbuhan hingga 45% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Digugat Rp11 Triliun, Begini Penjelasan Blue Bird

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono mengatakan, guna melayani dan memenuhi permintaan pasar terhadap layanan taksi, khususnya di kuartal kedua 2022, perseroan terus berupaya meremajakan armada operasinya.&quot;Sambil menunggu kedatangan armada baru, Perseroan terus  menyeimbangkan antara ketersediaan dan permintaan mobil bekas. Seiring  dengan penurunan jumlah unit mobil bekas terjual, terjadi peningkatan  capital gain per mobil, sehingga perseroan dapat membukukan kenaikan  penjualan sebesar Rp25,8 miliar pada semester pertama 2022,&quot; jelasnya.
Blue Bird lanjutnya, kembali menunjukkan akuntabilitasnya dalam  melakukan turn around dari kerugian pada periode yang sama tahun lalu di  tengah pandemi Covid 19. &amp;ldquo;Dengan tren kinerja positif yang secara  berkelanjutan ditunjukan perusahaan, kami bersyukur dapat menjadi  perusahaan yang semakin adaptif dan tangguh di tengah tantangan pandemi  dengan mencatatkan pertumbuhan positif selama 3 kuartal terakhir  berturut-turut,&amp;rdquo; katanya.
Sigit mengungkapkan optimisme terhadap masa depan perseroan serta  berkomitmen untuk terus mengawal pertumbuhan bisnis dan operasional  perusahaan, demi memastikan iklim investasi industri transportasi menuju  ke arah yang semakin positif. Tahun ini, perseroan mengalokasikan  belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,2 triliun.  Disebutkan, capex tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu.
Di mana sekitar 10% akan dipakai untuk pembelian armada mobil  listrik. BIRD, lanjutnya sedang mendukung proyek pengurangan emisi yang  dicanangkan secara global. Meski begitu, dia mengaku saat ini suplai  kendaraan itu tengah tersendat akibat kondisi geopolitik, dll</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Blue Bird Tbk (BIRD) meraih laba bersih Rp148 miliar di semester pertama 2022. Laba BIRD tumbuh 593% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Di periode ini, margin laba kotor perseroan naik hingga 20% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pendapatan perseroan naik 48% menjadi Rp1,548 triliun yang hampir setara dengan pendapatan perseroan selama periode pra-pandemi.
BACA JUGA:Digugat Rp11 Triliun, Blue Bird Tegaskan Eliana Wibowo Bukan Pemegang Saham

Lalu laba operasional BIRD pada semester I 2022 meningkat tajam hingga 386% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut diraih seiring dengan upaya perseroan mempertahankan posisi kas yang sehat dan neraca yang kuat. Hal ini telah menjadi etalase menunjukkan kekuatan dan ketangguhan menghadapi situasi pandemi ini.
Hal yang sama terlihat pada EBITDA perseroan (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) yang mengalami kenaikan 102% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi Rp383 miliar di tahun ini. Pada semester pertama ini, layanan taksi reguler Bluebird mendominasi perolehan pendapatan Perseroan dan mengalami peningkatan pertumbuhan hingga 45% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Digugat Rp11 Triliun, Begini Penjelasan Blue Bird

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono mengatakan, guna melayani dan memenuhi permintaan pasar terhadap layanan taksi, khususnya di kuartal kedua 2022, perseroan terus berupaya meremajakan armada operasinya.&quot;Sambil menunggu kedatangan armada baru, Perseroan terus  menyeimbangkan antara ketersediaan dan permintaan mobil bekas. Seiring  dengan penurunan jumlah unit mobil bekas terjual, terjadi peningkatan  capital gain per mobil, sehingga perseroan dapat membukukan kenaikan  penjualan sebesar Rp25,8 miliar pada semester pertama 2022,&quot; jelasnya.
Blue Bird lanjutnya, kembali menunjukkan akuntabilitasnya dalam  melakukan turn around dari kerugian pada periode yang sama tahun lalu di  tengah pandemi Covid 19. &amp;ldquo;Dengan tren kinerja positif yang secara  berkelanjutan ditunjukan perusahaan, kami bersyukur dapat menjadi  perusahaan yang semakin adaptif dan tangguh di tengah tantangan pandemi  dengan mencatatkan pertumbuhan positif selama 3 kuartal terakhir  berturut-turut,&amp;rdquo; katanya.
Sigit mengungkapkan optimisme terhadap masa depan perseroan serta  berkomitmen untuk terus mengawal pertumbuhan bisnis dan operasional  perusahaan, demi memastikan iklim investasi industri transportasi menuju  ke arah yang semakin positif. Tahun ini, perseroan mengalokasikan  belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,2 triliun.  Disebutkan, capex tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu.
Di mana sekitar 10% akan dipakai untuk pembelian armada mobil  listrik. BIRD, lanjutnya sedang mendukung proyek pengurangan emisi yang  dicanangkan secara global. Meski begitu, dia mengaku saat ini suplai  kendaraan itu tengah tersendat akibat kondisi geopolitik, dll</content:encoded></item></channel></rss>
