<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Metrodata (MTDL) Bukukan Pendapatan Rp9,73 Triliun, Naik 27,52%</title><description>PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp9,73 triliun semester I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/278/2642734/metrodata-mtdl-bukukan-pendapatan-rp9-73-triliun-naik-27-52</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/278/2642734/metrodata-mtdl-bukukan-pendapatan-rp9-73-triliun-naik-27-52"/><item><title>Metrodata (MTDL) Bukukan Pendapatan Rp9,73 Triliun, Naik 27,52%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/278/2642734/metrodata-mtdl-bukukan-pendapatan-rp9-73-triliun-naik-27-52</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/278/2642734/metrodata-mtdl-bukukan-pendapatan-rp9-73-triliun-naik-27-52</guid><pubDate>Jum'at 05 Agustus 2022 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/05/278/2642734/metrodata-mtdl-bukukan-pendapatan-rp9-73-triliun-naik-27-52-YDzTq1Cbib.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendapatan Metrodata naik di semester I (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/05/278/2642734/metrodata-mtdl-bukukan-pendapatan-rp9-73-triliun-naik-27-52-YDzTq1Cbib.jpg</image><title>Pendapatan Metrodata naik di semester I (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp9,73 triliun semester I 2022. Pendapatan MTDL tumbuh 27,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp7,63 triliun.
Emiten teknologi dan informasi ini menyebutkan, pendapatan bersih berasal dari perangkat keras yang naik dari Rp5,72 triliun menjadi Rp7,38 triliun, perangkat lunak juga mengalami pertumbuhan dari Rp1,26 triliun menjadi Rp1,63 triliun.
BACA JUGA:Metrodata Electronics (MTDL) Bagi-Bagi Dividen Rp128,9 Miliar

Selain itu, pendapatan perseroan berasal dari jasa dan pemeliharaan dan lain-lain yang juga sama-sama tumbuh jika dibandingkan dengan kinerja semester I/2021, yang masing-masing menjadi sebesar Rp699,13 miliar dan Rp16,66 miliar.
Beriringan dengan kenaikan pendapatan tersebut, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk MTDL juga turut tumbuh sebesar 11,73%. Adapun pada semester I/2021 laba perseroan tercatat sebanyak Rp242,79 miliar, lalu naik menjadi Rp171,28 miliar pada semester I/2022.
BACA JUGA:Metrodata Electronics (MTDL) Raup Laba Bersih Rp164,9 Miliar di Kuartal I-2022

Presiden Direktur Metrodata Electronics, Susanto Djaja mengatakan bahwa semakin tingginya transformasi digital di berbagai industri merupakan peluang bagi perseroan melalui kedua unit bisnis MTDL. Kedua unit bisnis yang dimaksud tersebut yaitu unit bisnis solusi digital yang mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp2,5 triliun dan unit bisnis distribusi digital yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,4 triliun pada semester I/2022.Susanto menjelaskan, dari unit bisnis solusi dan konsultasi digital,  sektor perbankan menjadi pelanggan terbesar perseroan jika dibandingkan  segmen konsumen lainnya, karena industri perbankan menurutnya sedang  giat-giatnya dalam dua tahun terakhir melakukan transformasi digital.  &amp;ldquo;Dari unit bisnis solusi dan konsultasi digital, sektor perbankan masih  menjadi pelanggan terbesar yaitu berkontribusi sebesar 45% terhadap  pendapatan,&amp;rdquo; ungkap Susanto.
Adapun sebelumnya porsi sektor perbankan sebesar 35%. Selain  perbankan, Susanto mengungkapkan sektor minyak dan gas serta  telekomunikasi menjadi peluang besar untuk disasar MTDL. Ke depannya  Susanto mengatakan akan terus meningkatkan jangkauan pemasaran pada  segmen-segmen yang selama ini belum menjadi pasar utama seperti  e-commerce dan keuangan digital.
Beralih pada jumlah aset perseroan di semester I/2022, tercatat  mengalami kenaikan jika dibandingkan pada tutup buku 2021 dari Rp7,59  triliun menjadi Rp8,00 triliun. Kenaikan tersebut juga terjadi pada  jumlah ekuitas dan jumlah liabilitas perseroan. Jumlah ekuitas MTDL pada  semester I/2022 naik menjadi Rp4,17 triliun, sedangkan per semester  II/2021 sebesar Rp3,92 triliun. Kemudian untuk liabilitas naik dari  Rp3,67 triliun menjadi Rp3,83 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp9,73 triliun semester I 2022. Pendapatan MTDL tumbuh 27,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp7,63 triliun.
Emiten teknologi dan informasi ini menyebutkan, pendapatan bersih berasal dari perangkat keras yang naik dari Rp5,72 triliun menjadi Rp7,38 triliun, perangkat lunak juga mengalami pertumbuhan dari Rp1,26 triliun menjadi Rp1,63 triliun.
BACA JUGA:Metrodata Electronics (MTDL) Bagi-Bagi Dividen Rp128,9 Miliar

Selain itu, pendapatan perseroan berasal dari jasa dan pemeliharaan dan lain-lain yang juga sama-sama tumbuh jika dibandingkan dengan kinerja semester I/2021, yang masing-masing menjadi sebesar Rp699,13 miliar dan Rp16,66 miliar.
Beriringan dengan kenaikan pendapatan tersebut, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk MTDL juga turut tumbuh sebesar 11,73%. Adapun pada semester I/2021 laba perseroan tercatat sebanyak Rp242,79 miliar, lalu naik menjadi Rp171,28 miliar pada semester I/2022.
BACA JUGA:Metrodata Electronics (MTDL) Raup Laba Bersih Rp164,9 Miliar di Kuartal I-2022

Presiden Direktur Metrodata Electronics, Susanto Djaja mengatakan bahwa semakin tingginya transformasi digital di berbagai industri merupakan peluang bagi perseroan melalui kedua unit bisnis MTDL. Kedua unit bisnis yang dimaksud tersebut yaitu unit bisnis solusi digital yang mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp2,5 triliun dan unit bisnis distribusi digital yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,4 triliun pada semester I/2022.Susanto menjelaskan, dari unit bisnis solusi dan konsultasi digital,  sektor perbankan menjadi pelanggan terbesar perseroan jika dibandingkan  segmen konsumen lainnya, karena industri perbankan menurutnya sedang  giat-giatnya dalam dua tahun terakhir melakukan transformasi digital.  &amp;ldquo;Dari unit bisnis solusi dan konsultasi digital, sektor perbankan masih  menjadi pelanggan terbesar yaitu berkontribusi sebesar 45% terhadap  pendapatan,&amp;rdquo; ungkap Susanto.
Adapun sebelumnya porsi sektor perbankan sebesar 35%. Selain  perbankan, Susanto mengungkapkan sektor minyak dan gas serta  telekomunikasi menjadi peluang besar untuk disasar MTDL. Ke depannya  Susanto mengatakan akan terus meningkatkan jangkauan pemasaran pada  segmen-segmen yang selama ini belum menjadi pasar utama seperti  e-commerce dan keuangan digital.
Beralih pada jumlah aset perseroan di semester I/2022, tercatat  mengalami kenaikan jika dibandingkan pada tutup buku 2021 dari Rp7,59  triliun menjadi Rp8,00 triliun. Kenaikan tersebut juga terjadi pada  jumlah ekuitas dan jumlah liabilitas perseroan. Jumlah ekuitas MTDL pada  semester I/2022 naik menjadi Rp4,17 triliun, sedangkan per semester  II/2021 sebesar Rp3,92 triliun. Kemudian untuk liabilitas naik dari  Rp3,67 triliun menjadi Rp3,83 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
