<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BUMN Ajak Jepang Bangun Industri Perikanan di Papua</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap Jepang akan memasifkan investasinya di Pulau Biak, Papua.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/320/2642583/bumn-ajak-jepang-bangun-industri-perikanan-di-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/320/2642583/bumn-ajak-jepang-bangun-industri-perikanan-di-papua"/><item><title>BUMN Ajak Jepang Bangun Industri Perikanan di Papua</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/320/2642583/bumn-ajak-jepang-bangun-industri-perikanan-di-papua</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/05/320/2642583/bumn-ajak-jepang-bangun-industri-perikanan-di-papua</guid><pubDate>Jum'at 05 Agustus 2022 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/05/320/2642583/bumn-ajak-jepang-bangun-industri-perikanan-di-papua-f9j8zvLoTU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BUMN ajak Jepang kembangkan industri perikanan di Papua (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/05/320/2642583/bumn-ajak-jepang-bangun-industri-perikanan-di-papua-f9j8zvLoTU.jpg</image><title>BUMN ajak Jepang kembangkan industri perikanan di Papua (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap Jepang akan memasifkan investasinya di Pulau Biak, Papua. Nantinya investor Jepang dan pemerintah melalui perusahaan pelat merah membangun industri perikanan di kawasan tersebut.
Rencana investasi negara Sakura ini setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, Perdana Menteri Fumio Kishida, serta dengan para CEO perusahaan besar Jepang, pada Rabu (27/7/2022).
BACA JUGA:PNBP Naik Tajam Berkat Setoran Dividen BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan rencana investasi Jepang di Biak sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem perikanan nasional. Biak adalah pulau kecil yang terletak di Teluk Cendrawasih, dekat atau berada di utara pesisir Papua.
Posisi ini membuat kawasan tersebut menyimpan banyak sumber daya alam (SDA) di sektor kelautan. Sumber daya ini juga didukung oleh aset BUMN yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Aset yang dimaksud di antaranya, Pelabuhan dan Bandar Udara (Bandara).
BACA JUGA:Erick Thohir Tak Mau BUMN Jadi Dinosaurus yang Mati Dimakan Zaman 


&amp;ldquo;Kalau di China kita fokus untuk BUMN, kemarin (di Jepang) ada tiga hal. Satu, industri perikanan yang ada di Biak, kita punya aset yang sangat besar di Biak yaitu Pelabuhan, ada Airport yang memang dari jaman Jepang sudah ada di situ, ini sayang kalau aset ini tidak dimaksimalkan,&quot; ungkap Erick dalam sesi wawancara dengan iNews, Jumat (5/8/2022).
Sektor perikanan, lanjut Erick, merupakan salah satu industri perdagangan yang cukup pesawat. Di beberapa negara tetangga Indonesia, mereka semakin menguatkan sektor kelautan ini.&quot;Apalagi kita lihat perdagangan ikan dari negara-negara tetangga kita itu tinggi, jangan-jangan ikan Indonesia,&quot; kata dia.
Naasnya, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan dukungan sumber  daya laut yang melimpah justru belum begitu memaksimalkan ekosistem  perikanannya.
&quot;Kita tidak boleh menyalahkan negara tetangga kita, selama kita tidak  memperbaiki ekosistem perikanan. Karena itu dengan Menteri KKP, Pak  Tranggono, kita mencoba melihat investasi di Biak ini menjadi  alternatif, kebetulan aset BUMN juga. Tentu kita mendorong dengan  private sector, dengan swasta, silakan (investasi),&quot; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap Jepang akan memasifkan investasinya di Pulau Biak, Papua. Nantinya investor Jepang dan pemerintah melalui perusahaan pelat merah membangun industri perikanan di kawasan tersebut.
Rencana investasi negara Sakura ini setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, Perdana Menteri Fumio Kishida, serta dengan para CEO perusahaan besar Jepang, pada Rabu (27/7/2022).
BACA JUGA:PNBP Naik Tajam Berkat Setoran Dividen BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan rencana investasi Jepang di Biak sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem perikanan nasional. Biak adalah pulau kecil yang terletak di Teluk Cendrawasih, dekat atau berada di utara pesisir Papua.
Posisi ini membuat kawasan tersebut menyimpan banyak sumber daya alam (SDA) di sektor kelautan. Sumber daya ini juga didukung oleh aset BUMN yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Aset yang dimaksud di antaranya, Pelabuhan dan Bandar Udara (Bandara).
BACA JUGA:Erick Thohir Tak Mau BUMN Jadi Dinosaurus yang Mati Dimakan Zaman 


&amp;ldquo;Kalau di China kita fokus untuk BUMN, kemarin (di Jepang) ada tiga hal. Satu, industri perikanan yang ada di Biak, kita punya aset yang sangat besar di Biak yaitu Pelabuhan, ada Airport yang memang dari jaman Jepang sudah ada di situ, ini sayang kalau aset ini tidak dimaksimalkan,&quot; ungkap Erick dalam sesi wawancara dengan iNews, Jumat (5/8/2022).
Sektor perikanan, lanjut Erick, merupakan salah satu industri perdagangan yang cukup pesawat. Di beberapa negara tetangga Indonesia, mereka semakin menguatkan sektor kelautan ini.&quot;Apalagi kita lihat perdagangan ikan dari negara-negara tetangga kita itu tinggi, jangan-jangan ikan Indonesia,&quot; kata dia.
Naasnya, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan dukungan sumber  daya laut yang melimpah justru belum begitu memaksimalkan ekosistem  perikanannya.
&quot;Kita tidak boleh menyalahkan negara tetangga kita, selama kita tidak  memperbaiki ekosistem perikanan. Karena itu dengan Menteri KKP, Pak  Tranggono, kita mencoba melihat investasi di Biak ini menjadi  alternatif, kebetulan aset BUMN juga. Tentu kita mendorong dengan  private sector, dengan swasta, silakan (investasi),&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
