<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,44%, Mentan: Sektor Pertanian Jadi Bantalan</title><description>Pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 20222 mencapai 5,44%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643068/ekonomi-kuartal-ii-tumbuh-5-44-mentan-sektor-pertanian-jadi-bantalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643068/ekonomi-kuartal-ii-tumbuh-5-44-mentan-sektor-pertanian-jadi-bantalan"/><item><title>Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,44%, Mentan: Sektor Pertanian Jadi Bantalan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643068/ekonomi-kuartal-ii-tumbuh-5-44-mentan-sektor-pertanian-jadi-bantalan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643068/ekonomi-kuartal-ii-tumbuh-5-44-mentan-sektor-pertanian-jadi-bantalan</guid><pubDate>Sabtu 06 Agustus 2022 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/06/320/2643068/ekonomi-kuartal-ii-tumbuh-5-44-mentan-sektor-pertanian-jadi-bantalan-1qdHYpEM3j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertanian jadi bantalan ekonomi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/06/320/2643068/ekonomi-kuartal-ii-tumbuh-5-44-mentan-sektor-pertanian-jadi-bantalan-1qdHYpEM3j.jpg</image><title>Pertanian jadi bantalan ekonomi (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 20222 mencapai 5,44%. Besaran distribusi dan andil pertanian yang mencapai 12,98% atau tumbuh sebesar 1,37%.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa sektor pertanian selama tiga tahun terakhir merupakan bantalan ekonomi yang tumbuh positif disaat sektor lainya mengalami pelambatan.
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh, Pemerintah Minta BI Tak Terburu-buru Naikkan Suku Bunga

&quot;Kita ingat bahwa semua negara mengalami trubulensi yang sama. pandemi merebak ke seluruh dunia. perubahan cuaca atau climate change membuat cuaca berubah. Belum lagi kita menghadapi geopolitik perang Rusia dan Ukraina. Namun pertanian Indonesia selalu hadir dan menjadi bantalan ekonomi,&quot; kata Mentan, pada pernyataan tertulisnya Jumat, (5/8/2022).
BACA JUGA:5 Fakta Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,44%, RI Terhindar dari Resesi

Mentan mengatakan, Indonesia juga termasuk negara yang dinilai sangat kecil mengalami kemungkinanya resesi karena angkanya hanya 3%. Sangat jauh jika dibandingkan dengan Srilangka yang berpeluang resesi sebesar 85%% atau selandia Baru 33%.&quot;Saya melihat inflasi di sejumlah negara terus mengalami kenaikan. Di  Uni Eropa mencapai 9,6%, Amerika 9,1%, Inggris, 8,2%, Korea 6,1%. Tapi  di Indonesia, alhamdulillah masih terjaga di angka 4,4%,&quot; lanjutnya.
Mentan menyebut salah satu faktornya adalah konsistensi kita dalam  menyediakan pangan yang cukup. Misalnya pada produksi beras nasional  pada tahun 2019 mencapai 31,31 juta ton, meningkat di tahun 2020 menjadi  31,36 juta ton dan di tahun 2021 sebesar 31,33 juta ton. Disisi lain,  ekspor pertanian dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang  diikuti kenaikan NTP maupun NTUP.
Mentan mengatakan, sektor pertanian merupakan aspek penting dalam  menunjang kehidupan manusia, karena di Indonesia 270 juta jiwa yang  membutuhkan makanan setiap harinya, dan Pertanian adalah penjaga dari  semua pintunya ekonomi Indonesia.
&quot;Kita terus dorong penguatan sektor pertanian karena pangan tidak  boleh berhenti. arahan Bapak Presiden meminta penguatan produksi pangan  nasional, dan itu kita terus lakukan,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 20222 mencapai 5,44%. Besaran distribusi dan andil pertanian yang mencapai 12,98% atau tumbuh sebesar 1,37%.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa sektor pertanian selama tiga tahun terakhir merupakan bantalan ekonomi yang tumbuh positif disaat sektor lainya mengalami pelambatan.
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh, Pemerintah Minta BI Tak Terburu-buru Naikkan Suku Bunga

&quot;Kita ingat bahwa semua negara mengalami trubulensi yang sama. pandemi merebak ke seluruh dunia. perubahan cuaca atau climate change membuat cuaca berubah. Belum lagi kita menghadapi geopolitik perang Rusia dan Ukraina. Namun pertanian Indonesia selalu hadir dan menjadi bantalan ekonomi,&quot; kata Mentan, pada pernyataan tertulisnya Jumat, (5/8/2022).
BACA JUGA:5 Fakta Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,44%, RI Terhindar dari Resesi

Mentan mengatakan, Indonesia juga termasuk negara yang dinilai sangat kecil mengalami kemungkinanya resesi karena angkanya hanya 3%. Sangat jauh jika dibandingkan dengan Srilangka yang berpeluang resesi sebesar 85%% atau selandia Baru 33%.&quot;Saya melihat inflasi di sejumlah negara terus mengalami kenaikan. Di  Uni Eropa mencapai 9,6%, Amerika 9,1%, Inggris, 8,2%, Korea 6,1%. Tapi  di Indonesia, alhamdulillah masih terjaga di angka 4,4%,&quot; lanjutnya.
Mentan menyebut salah satu faktornya adalah konsistensi kita dalam  menyediakan pangan yang cukup. Misalnya pada produksi beras nasional  pada tahun 2019 mencapai 31,31 juta ton, meningkat di tahun 2020 menjadi  31,36 juta ton dan di tahun 2021 sebesar 31,33 juta ton. Disisi lain,  ekspor pertanian dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang  diikuti kenaikan NTP maupun NTUP.
Mentan mengatakan, sektor pertanian merupakan aspek penting dalam  menunjang kehidupan manusia, karena di Indonesia 270 juta jiwa yang  membutuhkan makanan setiap harinya, dan Pertanian adalah penjaga dari  semua pintunya ekonomi Indonesia.
&quot;Kita terus dorong penguatan sektor pertanian karena pangan tidak  boleh berhenti. arahan Bapak Presiden meminta penguatan produksi pangan  nasional, dan itu kita terus lakukan,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
