<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Tumbuh 5,44%, Bansos Jaga Daya Beli Masyarakat</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 tumbuh 5,44% secara tahunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643074/ekonomi-ri-tumbuh-5-44-bansos-jaga-daya-beli-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643074/ekonomi-ri-tumbuh-5-44-bansos-jaga-daya-beli-masyarakat"/><item><title>Ekonomi RI Tumbuh 5,44%, Bansos Jaga Daya Beli Masyarakat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643074/ekonomi-ri-tumbuh-5-44-bansos-jaga-daya-beli-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643074/ekonomi-ri-tumbuh-5-44-bansos-jaga-daya-beli-masyarakat</guid><pubDate>Sabtu 06 Agustus 2022 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/06/320/2643074/ekonomi-ri-tumbuh-5-44-bansos-jaga-daya-beli-masyarakat-FO2f8egE7o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi kuartal II 5,44% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/06/320/2643074/ekonomi-ri-tumbuh-5-44-bansos-jaga-daya-beli-masyarakat-FO2f8egE7o.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi kuartal II 5,44% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 tumbuh 5,44% secara tahunan. Hal ini pun direspon baik oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin memandang torehan tersebut sebuah prestasi yang menggembirakan. Karena hal ini membutikan perekonomian Indonesia terus bertumbuh dibandingkan negara lainnya di tengah ketidakpastian global.
BACA JUGA:Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,44%, Mentan: Sektor Pertanian Jadi Bantalan

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi kita terus menguat dibandingkan negara lain dan tetap menunjukkan resiliensi di tengah ketidakpastian global, baik yang dipicu akibat ketegangan geopolitik, tren kenaikan inflasi, hingga ancaman kelangkaan pangan dan energi,&amp;rdquo; kata Puteri, Sabtu (6/8/2022).
Puteri bilang tumbuhnya ekonomi Indonesia yang mencapai angka 5,44%, karena daya beli masyarakat terjaga berkat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sebagaimana diketahui, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya agar ekonomi bisa berputar salah satunya Program PEN.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen, Sektor Pertanian Jadi Andalan

Terdapat lima program dalam penyelenggaraan PEN pada 2020, yakni penanganan kesehatan, perlindungan sosial (perlinsos), program prioritas, dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau korporasi, serta insentif usaha.
&amp;ldquo;Termasuk konsistensi dalam menjaga daya beli masyarakat pada kelompok 40% terbawah dengan menggenjot penyaluran Program PEN, yang juga dinahkodai beliau, baik atas program perlindungan sosial maupun subsidi,&amp;rdquo; tutur Puteri.Dia menuturkan bilamana kebijakan dari Menko Airlangga yang   tak  kalah pentingnya adalah komitmen beliau dalam memberikan dukungan  pembiayaan UMKM melalui skema KUR dan pelatihan pekerja lewat Kartu  Prakerja.
Belum lagi, sambung Puteri, keseriusan dalam mendorong keberjalanan  proyek Strategis Nasional, khususnya atas  proyek infrastruktur yang  dapat memberikan efek pengganda bagi pembangunan wilayah dan nasional.
&amp;ldquo;Hasilnya, tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang tertopang, tetapi  juga mampu mengurangi tingkat kemiskinan secara nasional,&amp;rdquo; tandas  Puteri.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 tumbuh 5,44% secara tahunan. Hal ini pun direspon baik oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin memandang torehan tersebut sebuah prestasi yang menggembirakan. Karena hal ini membutikan perekonomian Indonesia terus bertumbuh dibandingkan negara lainnya di tengah ketidakpastian global.
BACA JUGA:Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,44%, Mentan: Sektor Pertanian Jadi Bantalan

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi kita terus menguat dibandingkan negara lain dan tetap menunjukkan resiliensi di tengah ketidakpastian global, baik yang dipicu akibat ketegangan geopolitik, tren kenaikan inflasi, hingga ancaman kelangkaan pangan dan energi,&amp;rdquo; kata Puteri, Sabtu (6/8/2022).
Puteri bilang tumbuhnya ekonomi Indonesia yang mencapai angka 5,44%, karena daya beli masyarakat terjaga berkat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sebagaimana diketahui, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya agar ekonomi bisa berputar salah satunya Program PEN.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen, Sektor Pertanian Jadi Andalan

Terdapat lima program dalam penyelenggaraan PEN pada 2020, yakni penanganan kesehatan, perlindungan sosial (perlinsos), program prioritas, dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau korporasi, serta insentif usaha.
&amp;ldquo;Termasuk konsistensi dalam menjaga daya beli masyarakat pada kelompok 40% terbawah dengan menggenjot penyaluran Program PEN, yang juga dinahkodai beliau, baik atas program perlindungan sosial maupun subsidi,&amp;rdquo; tutur Puteri.Dia menuturkan bilamana kebijakan dari Menko Airlangga yang   tak  kalah pentingnya adalah komitmen beliau dalam memberikan dukungan  pembiayaan UMKM melalui skema KUR dan pelatihan pekerja lewat Kartu  Prakerja.
Belum lagi, sambung Puteri, keseriusan dalam mendorong keberjalanan  proyek Strategis Nasional, khususnya atas  proyek infrastruktur yang  dapat memberikan efek pengganda bagi pembangunan wilayah dan nasional.
&amp;ldquo;Hasilnya, tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang tertopang, tetapi  juga mampu mengurangi tingkat kemiskinan secara nasional,&amp;rdquo; tandas  Puteri.</content:encoded></item></channel></rss>
