<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLN Dukung Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Electrifying Agriculture</title><description>PT PLN (Persero) mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Electrifying Agriculture.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643078/pln-dukung-ketahanan-pangan-nasional-lewat-program-electrifying-agriculture</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643078/pln-dukung-ketahanan-pangan-nasional-lewat-program-electrifying-agriculture"/><item><title>PLN Dukung Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Electrifying Agriculture</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643078/pln-dukung-ketahanan-pangan-nasional-lewat-program-electrifying-agriculture</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643078/pln-dukung-ketahanan-pangan-nasional-lewat-program-electrifying-agriculture</guid><pubDate>Sabtu 06 Agustus 2022 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/06/320/2643078/pln-dukung-ketahanan-pangan-nasional-lewat-program-electrifying-agriculture-vhv6zvsi5l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (Foto: dokumentasi PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/06/320/2643078/pln-dukung-ketahanan-pangan-nasional-lewat-program-electrifying-agriculture-vhv6zvsi5l.jpg</image><title>Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (Foto: dokumentasi PLN)</title></images><description>JAKARTA - PT PLN (Persero) mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Electrifying Agriculture. Lewat program ini, PLN membangun sistem kelistrikan, termasuk di dalamnya adalah penggantian alat pertanian berbasis BBM ke listrik, serta integrasi jalur distribusi.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan demi mendukung ketahanan pangan nasional, BUMN akan mendorong ekosistem pertanian, menyokong permodalan serta membangun infrastruktur jalan untuk memperlancar proses distribusi pangan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi di daerah-daerah.
BACA JUGA:Intip Perbandingan Gaji Direksi Pertamina vs PLN

&quot;Proyek jalan tol yang sedang pemerintah bangun menjadi pendorong ekosistem baru, sehingga Lampung bisa menjadi penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari provinsi lain. Khususnya sebagai penyangga Jawa,&amp;rdquo; jelas Erick dalam Seminar Nasional Jilid 4: Membangun Aglomerasi Sumatera Bagian Selatan yang digelar Masyarakat Profesional Sumatera Bagian Selatan (MASPRO), dikutip Sabtu (5/8/2022).
Erick mengingatkan bahwa potensi yang dimiliki Sumatera Bagian Selatan masih sangat besar. Terutama setelah dibangun jalan tol yang menghubungkannya dengan daerah-daerah sekitar. Ia berharap kondisi ini bisa segera dimaksimalkan. Sebab pembangunan infrastruktur jalan tol dari Lampung ke Sumatera Selatan, telah meningkatkan traffic Sumatera-Jawa sekitar 40%. Pertumbuhan angkutan logistik bahkan hingga 140%.
BACA JUGA:Pasokan Batu Bara ke PLN Terbatas, DPR Panggil Menteri ESDM

&quot;Ini captive market, jika dari 20 juta kendaraan tersebut sekitar 1%nya tinggal di Bakauheni sehari dua hari, maka akan mendorong lahan pekerjaan baru,&amp;rdquo; ucap Erick.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan siap mendukung Sumatera Bagian Selatan sebagai episentrum ekonomi yang baru. Tak hanya menyediakan pasokan listrik yang andal, PLN juga bersinergi dengan BUMN lainnya berkomitmen menyediakan sistem pertanian yang modern, murah dan ramah lingkungan.
PLN telah merancang sistem kelistrikan yang terintegrasi dengan rencana pembangunan tol demi mendukung sektor pertanian di Sumatera.&amp;ldquo;Untuk penguatan sistem kelistrikan, sedang dibangun juga transmisi  275 kV dari Aceh sampai ke Lampung. Kemudian dari jalan tol itu dibangun  exit-exit, yang kami melihat di situlah ada penambahan pelanggan PLN  yang baru. Di dalamnya ada pertanian, perkebunan, ada tambak dan  lain-lain,&quot; jelas Darmawan.
Dengan program Electrifying Agriculture PLN siap menyokong Sumatera  Bagian Selatan sebagai kawasan aglomerasi terintegrasi untuk pangan dan  pembangunan di seluruh Sumatera.
Program ini akan mendorong sektor pertanian menjadi lebih maju dan  modern dengan mengganti alat-alat mesin pertanian (alsintan) berbahan  bakar fosil yang mahal dan merusak lingkungan ke alsintan berbasis  listrik yang murah dan ramah lingkungan.
&quot;Kalau ada penggilingan padi beli solar 1 liter harganya Rp 16 ribu,  itu setara dengan 1,2 kWh listrik yang harganya hanya Rp 1.800. Jadi  kalau pindah dari BBM solar ke listrik mengurangi biaya sekitar 80%.  Untuk itulah kami melakukan Electriying Agriculture dalam mendukung  ketahanan pangan,&quot; jelas Darmawan.
PLN berkomitmen memperluas program ini di daerah-daerah seluruh  Indonesia. Khusus di Sumatera Bagian Selatan, tercatat 12.482 pelanggan  Electrifying Agriculture yang sudah menggunakan listrik dalam  meningkatkan produktivitasnya. Total kebutuhan listrik dari para  pelanggan ini mencapai 381 megavolt ampere (MVA) hingga Juni 2022.
Tak berhenti di situ, Darmawan menjelaskan, PLN juga telah memetakan  potensi program Electrifying Agriculture yaitu di perkebunan sawit,  peternakan ayam, tambak udang, pengolahan tebu, pabrik tapioka, hingga  pompa sumur untuk pengairan.
&quot;Kami sudah hitung total kebutuhan listrik calon pelanggan untuk Electrifying Agriculture ini sekitar 6,2 MVA,&quot; jelas Darmawan.
Dia memastikan PLN siap mengamankan seluruh kebutuhan listrik  pelanggan karena saat ini cadangan daya listrik di Sumbagsel melimpah.  PLN mencatat daya mampu di sistem kelistrikan Sumbagsel mencapai 5.283  megawatt (MW) dengan beban puncak 4.001 MW, sehingga ada cadangan daya  1.282 MW.
&amp;ldquo;Kami berharap dukungan ini bisa menyokong ketahanan pangan nasional, serta membawa kesejahteraan bagi para petani,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PLN (Persero) mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Electrifying Agriculture. Lewat program ini, PLN membangun sistem kelistrikan, termasuk di dalamnya adalah penggantian alat pertanian berbasis BBM ke listrik, serta integrasi jalur distribusi.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan demi mendukung ketahanan pangan nasional, BUMN akan mendorong ekosistem pertanian, menyokong permodalan serta membangun infrastruktur jalan untuk memperlancar proses distribusi pangan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi di daerah-daerah.
BACA JUGA:Intip Perbandingan Gaji Direksi Pertamina vs PLN

&quot;Proyek jalan tol yang sedang pemerintah bangun menjadi pendorong ekosistem baru, sehingga Lampung bisa menjadi penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari provinsi lain. Khususnya sebagai penyangga Jawa,&amp;rdquo; jelas Erick dalam Seminar Nasional Jilid 4: Membangun Aglomerasi Sumatera Bagian Selatan yang digelar Masyarakat Profesional Sumatera Bagian Selatan (MASPRO), dikutip Sabtu (5/8/2022).
Erick mengingatkan bahwa potensi yang dimiliki Sumatera Bagian Selatan masih sangat besar. Terutama setelah dibangun jalan tol yang menghubungkannya dengan daerah-daerah sekitar. Ia berharap kondisi ini bisa segera dimaksimalkan. Sebab pembangunan infrastruktur jalan tol dari Lampung ke Sumatera Selatan, telah meningkatkan traffic Sumatera-Jawa sekitar 40%. Pertumbuhan angkutan logistik bahkan hingga 140%.
BACA JUGA:Pasokan Batu Bara ke PLN Terbatas, DPR Panggil Menteri ESDM

&quot;Ini captive market, jika dari 20 juta kendaraan tersebut sekitar 1%nya tinggal di Bakauheni sehari dua hari, maka akan mendorong lahan pekerjaan baru,&amp;rdquo; ucap Erick.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan siap mendukung Sumatera Bagian Selatan sebagai episentrum ekonomi yang baru. Tak hanya menyediakan pasokan listrik yang andal, PLN juga bersinergi dengan BUMN lainnya berkomitmen menyediakan sistem pertanian yang modern, murah dan ramah lingkungan.
PLN telah merancang sistem kelistrikan yang terintegrasi dengan rencana pembangunan tol demi mendukung sektor pertanian di Sumatera.&amp;ldquo;Untuk penguatan sistem kelistrikan, sedang dibangun juga transmisi  275 kV dari Aceh sampai ke Lampung. Kemudian dari jalan tol itu dibangun  exit-exit, yang kami melihat di situlah ada penambahan pelanggan PLN  yang baru. Di dalamnya ada pertanian, perkebunan, ada tambak dan  lain-lain,&quot; jelas Darmawan.
Dengan program Electrifying Agriculture PLN siap menyokong Sumatera  Bagian Selatan sebagai kawasan aglomerasi terintegrasi untuk pangan dan  pembangunan di seluruh Sumatera.
Program ini akan mendorong sektor pertanian menjadi lebih maju dan  modern dengan mengganti alat-alat mesin pertanian (alsintan) berbahan  bakar fosil yang mahal dan merusak lingkungan ke alsintan berbasis  listrik yang murah dan ramah lingkungan.
&quot;Kalau ada penggilingan padi beli solar 1 liter harganya Rp 16 ribu,  itu setara dengan 1,2 kWh listrik yang harganya hanya Rp 1.800. Jadi  kalau pindah dari BBM solar ke listrik mengurangi biaya sekitar 80%.  Untuk itulah kami melakukan Electriying Agriculture dalam mendukung  ketahanan pangan,&quot; jelas Darmawan.
PLN berkomitmen memperluas program ini di daerah-daerah seluruh  Indonesia. Khusus di Sumatera Bagian Selatan, tercatat 12.482 pelanggan  Electrifying Agriculture yang sudah menggunakan listrik dalam  meningkatkan produktivitasnya. Total kebutuhan listrik dari para  pelanggan ini mencapai 381 megavolt ampere (MVA) hingga Juni 2022.
Tak berhenti di situ, Darmawan menjelaskan, PLN juga telah memetakan  potensi program Electrifying Agriculture yaitu di perkebunan sawit,  peternakan ayam, tambak udang, pengolahan tebu, pabrik tapioka, hingga  pompa sumur untuk pengairan.
&quot;Kami sudah hitung total kebutuhan listrik calon pelanggan untuk Electrifying Agriculture ini sekitar 6,2 MVA,&quot; jelas Darmawan.
Dia memastikan PLN siap mengamankan seluruh kebutuhan listrik  pelanggan karena saat ini cadangan daya listrik di Sumbagsel melimpah.  PLN mencatat daya mampu di sistem kelistrikan Sumbagsel mencapai 5.283  megawatt (MW) dengan beban puncak 4.001 MW, sehingga ada cadangan daya  1.282 MW.
&amp;ldquo;Kami berharap dukungan ini bisa menyokong ketahanan pangan nasional, serta membawa kesejahteraan bagi para petani,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
