<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beban Subsidi Makin Berat, Muncul Usulan Pertalite Dihapus Tahun Depan</title><description>Beban subsidi energi sudah tembus Rp500 tirliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643101/beban-subsidi-makin-berat-muncul-usulan-pertalite-dihapus-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643101/beban-subsidi-makin-berat-muncul-usulan-pertalite-dihapus-tahun-depan"/><item><title>Beban Subsidi Makin Berat, Muncul Usulan Pertalite Dihapus Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643101/beban-subsidi-makin-berat-muncul-usulan-pertalite-dihapus-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/06/320/2643101/beban-subsidi-makin-berat-muncul-usulan-pertalite-dihapus-tahun-depan</guid><pubDate>Sabtu 06 Agustus 2022 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/06/320/2643101/beban-subsidi-makin-berat-muncul-usulan-pertalite-dihapus-tahun-depan-3g8Rd4R7qL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran subsidi energi tembus Rp500 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/06/320/2643101/beban-subsidi-makin-berat-muncul-usulan-pertalite-dihapus-tahun-depan-3g8Rd4R7qL.jpg</image><title>Anggaran subsidi energi tembus Rp500 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Beban subsidi energi sudah tembus Rp500 tirliun. Ketua DPW Partai Perindo, Yusuf Lakaseng mengatakan pemerintah sudah seharusnya melakukan pengaturan untuk penyaluran BBM Bersubsidi yang jumlahnya terus membengkak seiring kebutuhan yang meningkat setiap tahun.
Menurutnya mengatasi penyakit jantung, atau masalah Subdisi ini, tidak cukup dengan memasang cincin, atau pemberian subsidi terus menerus kepada masyarakat. Namun harus segera dilakukan operasi atau tindakan yang lebih strategis, untuk menyudahi penyakit subsidi.
BACA JUGA:Beli BBM Subsidi Wajib Daftar, Pertamina Ungkap Ada Truk Batu Bara Nakal Isi Solar Diam-Diam

&quot;Tetapi tahun depan pemerintah sudah harus memulai mempersiapkan psikologis masyarakat, bila perlu pertalite dihapus, karena daripada kepahitannya berulang,&quot; kata Yusuf.
Sehingga diharapkan bisa juga sudah mulai memahami harga psikologis untuk BBM. Karena menurut Yusuf Indonesia ini bukan negara yang kaya akan minyak, setiap tahun pemerintahan belanja minyak untuk masyarakat yang ditopang oleh APBN.
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh 5,44%, Sri Mulyani: Subsidi Pemerintah Bikin Inflasi Stabil

&quot;Masyarakat harus bersiap, bahwa Indonesia bukan negara yang kaya minyak kita hanya punya 0,02% dari cadangan minyak dunia,&quot; lanjutnya.Sebab menurut Yusuf kondisi geopolitik bakal terus bergejolak yang  bakal mengancam fluktuasi harga pangan maupun energi. Ketika harga  Energi naik adanya dampak dari kondisi geopolitik tersebut, maka mau  tidak mau APBN harus selalu siap sedia menghadapi kondisinya.
&quot;Dalam jangka panjang tidak bisa ditunda, Kondisi Geopolitik bakal  mengganggu ketahanan energi maupun ketahanan pangan kita, maka urusan  energi ini harus dipercepat,&quot; lanjut Yusuf.
&quot;Sebetulnya gampang saja, kalau harga internasional naik, ya tinggal  dinaiki saja harga BBM-nya, subsidi maupun non subsidi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Beban subsidi energi sudah tembus Rp500 tirliun. Ketua DPW Partai Perindo, Yusuf Lakaseng mengatakan pemerintah sudah seharusnya melakukan pengaturan untuk penyaluran BBM Bersubsidi yang jumlahnya terus membengkak seiring kebutuhan yang meningkat setiap tahun.
Menurutnya mengatasi penyakit jantung, atau masalah Subdisi ini, tidak cukup dengan memasang cincin, atau pemberian subsidi terus menerus kepada masyarakat. Namun harus segera dilakukan operasi atau tindakan yang lebih strategis, untuk menyudahi penyakit subsidi.
BACA JUGA:Beli BBM Subsidi Wajib Daftar, Pertamina Ungkap Ada Truk Batu Bara Nakal Isi Solar Diam-Diam

&quot;Tetapi tahun depan pemerintah sudah harus memulai mempersiapkan psikologis masyarakat, bila perlu pertalite dihapus, karena daripada kepahitannya berulang,&quot; kata Yusuf.
Sehingga diharapkan bisa juga sudah mulai memahami harga psikologis untuk BBM. Karena menurut Yusuf Indonesia ini bukan negara yang kaya akan minyak, setiap tahun pemerintahan belanja minyak untuk masyarakat yang ditopang oleh APBN.
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh 5,44%, Sri Mulyani: Subsidi Pemerintah Bikin Inflasi Stabil

&quot;Masyarakat harus bersiap, bahwa Indonesia bukan negara yang kaya minyak kita hanya punya 0,02% dari cadangan minyak dunia,&quot; lanjutnya.Sebab menurut Yusuf kondisi geopolitik bakal terus bergejolak yang  bakal mengancam fluktuasi harga pangan maupun energi. Ketika harga  Energi naik adanya dampak dari kondisi geopolitik tersebut, maka mau  tidak mau APBN harus selalu siap sedia menghadapi kondisinya.
&quot;Dalam jangka panjang tidak bisa ditunda, Kondisi Geopolitik bakal  mengganggu ketahanan energi maupun ketahanan pangan kita, maka urusan  energi ini harus dipercepat,&quot; lanjut Yusuf.
&quot;Sebetulnya gampang saja, kalau harga internasional naik, ya tinggal  dinaiki saja harga BBM-nya, subsidi maupun non subsidi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
