<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembangkan Food Estate, Menko Luhut: Indonesia Jajaki Kerjasama dengan China hingga Belanda</title><description>Pemerintah menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan melalui program food Estate.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643866/kembangkan-food-estate-menko-luhut-indonesia-jajaki-kerjasama-dengan-china-hingga-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643866/kembangkan-food-estate-menko-luhut-indonesia-jajaki-kerjasama-dengan-china-hingga-belanda"/><item><title>Kembangkan Food Estate, Menko Luhut: Indonesia Jajaki Kerjasama dengan China hingga Belanda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643866/kembangkan-food-estate-menko-luhut-indonesia-jajaki-kerjasama-dengan-china-hingga-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643866/kembangkan-food-estate-menko-luhut-indonesia-jajaki-kerjasama-dengan-china-hingga-belanda</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2022 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2643866/kembangkan-food-estate-menko-luhut-indonesia-jajaki-kerjasama-dengan-china-hingga-belanda-m55WKY1pYk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bangun food estate, pemerintah kerjasama dengan berbagai negara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2643866/kembangkan-food-estate-menko-luhut-indonesia-jajaki-kerjasama-dengan-china-hingga-belanda-m55WKY1pYk.jpg</image><title>Bangun food estate, pemerintah kerjasama dengan berbagai negara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan melalui program food Estate. Salah satunya dengan penjajakan kerjasama dengan sejumlah negara seperti China, Belanda, dan Taipe.
&amp;ldquo;Kolaborasi dengan mitra luar negeri juga menjadi bagian dari upaya percepatan pengembangan food Estate ini. Beberapa penjajakan telah dilakukan di antaranya dengan China, Belanda, dan Taipe,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Rakornas BMKG secara virtual, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:PUPR Garap Food Estate di Kalimantan Tengah, Wujudkan RI Jadi Lumbung Pangan Dunia 2045

Apalagi, kata Luhut, program food estate ini telah masuk ke dalam program strategis nasional Tahun 2022-2024 dengan memprioritaskan program peningkatan ketersediaan akses serta kualitas konsumsi pangan.
Pemerintah, kata Luhut, juga tengah mengembangkan food estate di dua wilayah yaitu Kalimantan Tengah sebesar 29.000 hektar dan Sumatera Utara sebesar 20.000 hektar. &amp;ldquo;Selain itu juga ada pada sebelahnya seperti di Papua seluas 210.000 hektar di NTT ada 10.000 hektar dan 15.000 hektar,&amp;rdquo; katanya.
BACA JUGA:Presiden Jokowi dan Mentan SYL Tanam Jagung di Kawasan Food Estate Belu NTT

Sementara itu, Luhut mengatakan dari sektor perikanan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dengan program sentra kelautan dan perikanan terpadu. &amp;ldquo;Khususnya di pulau-pulau terluar dan kawasan perbatasan,&amp;rdquo; katanya.Pada kesempatan itu, Luhut pun berharap agar layanan BMKG dapat  mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan terkait monitoring prediksi  dan peningkatan dini kondisi cuaca iklim ekstrem. Dan juga berkontribusi  secara strategis pada pilar untuk ketersediaan pangan dan  penanggulangan rawan pangan nasional.
&amp;ldquo;Peran BMKG dalam penyediaan informasi memegang peran kunci, saya  ulangi lagi memegang peran kunci di wilayah sentra pertanian dan  perikanan,&amp;rdquo; tegas Luhut.
&amp;ldquo;Terutama melalui pengamatan cuaca dan iklim, serta penguatan  kapasitas pemodelan yang sekarang dibuat terus oleh BMKG dilakukan terus  pembaruan, serta lain informasi agroklimat dan cuaca maritim, dan  peningkatan literasi end user bagi petani dan nelayan ini benar-benar  sangat diperlukan,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan melalui program food Estate. Salah satunya dengan penjajakan kerjasama dengan sejumlah negara seperti China, Belanda, dan Taipe.
&amp;ldquo;Kolaborasi dengan mitra luar negeri juga menjadi bagian dari upaya percepatan pengembangan food Estate ini. Beberapa penjajakan telah dilakukan di antaranya dengan China, Belanda, dan Taipe,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Rakornas BMKG secara virtual, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:PUPR Garap Food Estate di Kalimantan Tengah, Wujudkan RI Jadi Lumbung Pangan Dunia 2045

Apalagi, kata Luhut, program food estate ini telah masuk ke dalam program strategis nasional Tahun 2022-2024 dengan memprioritaskan program peningkatan ketersediaan akses serta kualitas konsumsi pangan.
Pemerintah, kata Luhut, juga tengah mengembangkan food estate di dua wilayah yaitu Kalimantan Tengah sebesar 29.000 hektar dan Sumatera Utara sebesar 20.000 hektar. &amp;ldquo;Selain itu juga ada pada sebelahnya seperti di Papua seluas 210.000 hektar di NTT ada 10.000 hektar dan 15.000 hektar,&amp;rdquo; katanya.
BACA JUGA:Presiden Jokowi dan Mentan SYL Tanam Jagung di Kawasan Food Estate Belu NTT

Sementara itu, Luhut mengatakan dari sektor perikanan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dengan program sentra kelautan dan perikanan terpadu. &amp;ldquo;Khususnya di pulau-pulau terluar dan kawasan perbatasan,&amp;rdquo; katanya.Pada kesempatan itu, Luhut pun berharap agar layanan BMKG dapat  mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan terkait monitoring prediksi  dan peningkatan dini kondisi cuaca iklim ekstrem. Dan juga berkontribusi  secara strategis pada pilar untuk ketersediaan pangan dan  penanggulangan rawan pangan nasional.
&amp;ldquo;Peran BMKG dalam penyediaan informasi memegang peran kunci, saya  ulangi lagi memegang peran kunci di wilayah sentra pertanian dan  perikanan,&amp;rdquo; tegas Luhut.
&amp;ldquo;Terutama melalui pengamatan cuaca dan iklim, serta penguatan  kapasitas pemodelan yang sekarang dibuat terus oleh BMKG dilakukan terus  pembaruan, serta lain informasi agroklimat dan cuaca maritim, dan  peningkatan literasi end user bagi petani dan nelayan ini benar-benar  sangat diperlukan,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
