<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN Surplus Rp106,1 Triliun hingga Juli 2022</title><description>Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) surplus pada akhir bulan Juli 2022 yakni sebesar Rp106,1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643913/apbn-surplus-rp106-1-triliun-hingga-juli-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643913/apbn-surplus-rp106-1-triliun-hingga-juli-2022"/><item><title>APBN Surplus Rp106,1 Triliun hingga Juli 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643913/apbn-surplus-rp106-1-triliun-hingga-juli-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643913/apbn-surplus-rp106-1-triliun-hingga-juli-2022</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2022 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2643913/apbn-surplus-rp106-1-triliun-hingga-juli-2022-EBkPNjDsPQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">APBN surplus di 2022 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2643913/apbn-surplus-rp106-1-triliun-hingga-juli-2022-EBkPNjDsPQ.jpg</image><title>APBN surplus di 2022 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) surplus pada akhir bulan Juli 2022 yakni sebesar Rp106,1 triliun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat rasio surplus kas negara tersebut mencapai 0,57% terhadap produk domestik bruto (PDB).
&quot;Karena pendapatan negara yang tumbuh cukup tinggi, APBN kita masih menghadapi surplus sampai akhir bulan Juli, bukan defisit,&quot; ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu dilansir dari Antara, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Lewat Kerja Sama BI, Sri Mulyani Sebut Nominal APBN Capai Rp900 Triliun

Adapun surplus anggaran negara didapat dari pendapatan negara sebesar Rp1.551 triliun, yang lebih tinggi dari belanja negara sebanyak Rp1.444,8 triliun.
Ia menyebutkan realisasi pendapatan negara itu berhasil tumbuh 21,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), sedangkan belanja negara naik 13,7% (yoy).
Pendapatan negara pada bulan lalu meliputi penerimaan perpajakan senilai Rp1.213,5 triliun atau tumbuh 24,4% dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp337,1 triliun atau meningkat 11,4% (yoy).
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan APBN Lindungi Daya Beli Masyarakat

Lebih lanjut, penerimaan perpajakan didapat dari penerimaan pajak yang berhasil melesat 25,8% (yoy) menjadi Rp1.028,5 triliun serta penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp185,1 triliun atau meningkat 17,7% (yoy).
Sementara itu, Febrio menuturkan belanja negara meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.031,2 triliun atau tumbuh 18,5% (yoy) dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp413,6 triliun atau meningkat 1,7% (yoy).Realisasi belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja  kementerian/lembaga (k/l) sebanyak Rp513,6 triliun atau menurun 11,4%  (yoy) dan belanja non k/l sebesar Rp517,6 triliun atau tumbuh signifikan  62,3% (yoy).
Peningkatan belanja non k/l tersebut antara lain meliputi belanja  subsidi yang senilai Rp116,2 triliun atau tumbuh 17,5% (yoy) serta  kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik yang telah digelontorkan  Rp104,8 triliun atau melesat 512,7% (yoy).
Dirinya mengungkapkan pembayaran subsidi dan kompensasi akan terus  berjalan hingga akhir tahun sehingga proyeksi defisit APBN akan tetap ke  arah 3,92% dari PDB pada tahun 2022 atau lebih baik.
&quot;Semua ini akan terus kami pantau, apakah kami bisa menjaga  penerimaan negara tetap tumbuh kuat dan belanja kami harus pastikan  seefisien mungkin dengan belanja yang lebih baik atau spending better,&quot;  tuturnya.
Dengan adanya surplus APBN, ia menyampaikan realisasi pembiayaan  anggaran terkontraksi 16% (yoy) atau tercatat sebesar Rp196,7 triliun,  begitu pula keseimbangan primer tumbuh negatif 23,9% mencapai Rp316,1  triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) surplus pada akhir bulan Juli 2022 yakni sebesar Rp106,1 triliun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat rasio surplus kas negara tersebut mencapai 0,57% terhadap produk domestik bruto (PDB).
&quot;Karena pendapatan negara yang tumbuh cukup tinggi, APBN kita masih menghadapi surplus sampai akhir bulan Juli, bukan defisit,&quot; ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu dilansir dari Antara, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Lewat Kerja Sama BI, Sri Mulyani Sebut Nominal APBN Capai Rp900 Triliun

Adapun surplus anggaran negara didapat dari pendapatan negara sebesar Rp1.551 triliun, yang lebih tinggi dari belanja negara sebanyak Rp1.444,8 triliun.
Ia menyebutkan realisasi pendapatan negara itu berhasil tumbuh 21,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), sedangkan belanja negara naik 13,7% (yoy).
Pendapatan negara pada bulan lalu meliputi penerimaan perpajakan senilai Rp1.213,5 triliun atau tumbuh 24,4% dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp337,1 triliun atau meningkat 11,4% (yoy).
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan APBN Lindungi Daya Beli Masyarakat

Lebih lanjut, penerimaan perpajakan didapat dari penerimaan pajak yang berhasil melesat 25,8% (yoy) menjadi Rp1.028,5 triliun serta penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp185,1 triliun atau meningkat 17,7% (yoy).
Sementara itu, Febrio menuturkan belanja negara meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.031,2 triliun atau tumbuh 18,5% (yoy) dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp413,6 triliun atau meningkat 1,7% (yoy).Realisasi belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja  kementerian/lembaga (k/l) sebanyak Rp513,6 triliun atau menurun 11,4%  (yoy) dan belanja non k/l sebesar Rp517,6 triliun atau tumbuh signifikan  62,3% (yoy).
Peningkatan belanja non k/l tersebut antara lain meliputi belanja  subsidi yang senilai Rp116,2 triliun atau tumbuh 17,5% (yoy) serta  kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik yang telah digelontorkan  Rp104,8 triliun atau melesat 512,7% (yoy).
Dirinya mengungkapkan pembayaran subsidi dan kompensasi akan terus  berjalan hingga akhir tahun sehingga proyeksi defisit APBN akan tetap ke  arah 3,92% dari PDB pada tahun 2022 atau lebih baik.
&quot;Semua ini akan terus kami pantau, apakah kami bisa menjaga  penerimaan negara tetap tumbuh kuat dan belanja kami harus pastikan  seefisien mungkin dengan belanja yang lebih baik atau spending better,&quot;  tuturnya.
Dengan adanya surplus APBN, ia menyampaikan realisasi pembiayaan  anggaran terkontraksi 16% (yoy) atau tercatat sebesar Rp196,7 triliun,  begitu pula keseimbangan primer tumbuh negatif 23,9% mencapai Rp316,1  triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
