<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Kita Ditunda, Pengusaha Travel: Maunya Sih Dibatalkan</title><description>Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) berharap pemberlakuan tiket  masuk Pulau Komodo Rp3,75 juta bukan hanya ditunda tapi dibatalkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643965/tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-kita-ditunda-pengusaha-travel-maunya-sih-dibatalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643965/tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-kita-ditunda-pengusaha-travel-maunya-sih-dibatalkan"/><item><title>Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Kita Ditunda, Pengusaha Travel: Maunya Sih Dibatalkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643965/tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-kita-ditunda-pengusaha-travel-maunya-sih-dibatalkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2643965/tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-kita-ditunda-pengusaha-travel-maunya-sih-dibatalkan</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2022 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2643965/tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-kita-ditunda-pengusaha-travel-maunya-sih-dibatalkan-ltNDy7hu6D.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tiket masuk Pulau Komodo ditunda (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2643965/tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-kita-ditunda-pengusaha-travel-maunya-sih-dibatalkan-ltNDy7hu6D.jpeg</image><title>Tiket masuk Pulau Komodo ditunda (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) berharap pemberlakuan tiket masuk Pulau Komodo Rp3,75 juta bukan hanya ditunda tapi dibatalkan. Pasalnya penetapan tiket masuk Rp3,75 bakal berlaku 1 Januari 2023.
&quot;Puji Tuhan, maunya sih bukan cuma ditunda tapi dibatalkan,&quot; ujar Ketua DPP Astindo Pauline Suharno saat dihubungi Okezone, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Tarif Baru Pulau Komodo Rp3,75 Juta Berlaku 1 Januari 2023

Menurut Pauline, alasan tiket masuk Pulau Komodo Rp3,75 juta dibatalkan karena terlalu tinggi. Wisatawan juga tidak mungkin berkunjung ke Pulau Komodo berkali-kali dalam satu tahun.
&quot;Tiket 1 tahun Rp3,75 juta gak ada esensinya. Menurut saya boleh lah naik dua kali lipat pun masih reasonable kok. Apalagi tujuannya konservasi,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:Tiket Masuk Pulau Komodo Kembali ke Tarif Lama, Wisatawan Lokal Rp75 Ribu

Sebagai informasi, tiket masuk Pulau Komodo berlaku tarif lama setelah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menunda pemberlakuan tarif baru untuk masuk ke kawasan wisata Pulau Komodo dan Padar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, hingga 1 Januari 2023.
&quot;Pemerintah Provinsi NTT memberikan dispensasi selama lima bulan ke depan atau tetap berlaku tarif lama masuk Pulau Komodo maupun Pulau Padar,&quot; ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Zeth Sony Libing, dikutip dari Antara, Senin (8/8/2022).Selama periode Agustus-Desember 2022, wisatawan baik domestik maupun  mancanegara yang masuk ke Pulau Komodo dan Padar tetap berlaku tarif  lama yaitu Rp75 ribu bagi wisatawan domestik dan Rp150 ribu bagi  wisatawan mancanegara.
Dia menjelaskan, pemberian dispensasi itu merupakan saran Presiden  Joko Widodo dan masukan dari sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama  di Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
&quot;Pemberian dispensasi ini merupakan atas saran dan masukan dari  berbagai pihak termasuk arahan dari bapak Presiden Joko Widodo.  Pemerintah NTT tentu tetap memperhatikan semua masukan dari berbagai  pihak seperti masukan dari Bapa Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, para  alim ulama, para pendeta, dan tokoh-tokoh masyarakat di daerah itu,&quot;  kata Zeth.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) berharap pemberlakuan tiket masuk Pulau Komodo Rp3,75 juta bukan hanya ditunda tapi dibatalkan. Pasalnya penetapan tiket masuk Rp3,75 bakal berlaku 1 Januari 2023.
&quot;Puji Tuhan, maunya sih bukan cuma ditunda tapi dibatalkan,&quot; ujar Ketua DPP Astindo Pauline Suharno saat dihubungi Okezone, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Tarif Baru Pulau Komodo Rp3,75 Juta Berlaku 1 Januari 2023

Menurut Pauline, alasan tiket masuk Pulau Komodo Rp3,75 juta dibatalkan karena terlalu tinggi. Wisatawan juga tidak mungkin berkunjung ke Pulau Komodo berkali-kali dalam satu tahun.
&quot;Tiket 1 tahun Rp3,75 juta gak ada esensinya. Menurut saya boleh lah naik dua kali lipat pun masih reasonable kok. Apalagi tujuannya konservasi,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:Tiket Masuk Pulau Komodo Kembali ke Tarif Lama, Wisatawan Lokal Rp75 Ribu

Sebagai informasi, tiket masuk Pulau Komodo berlaku tarif lama setelah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menunda pemberlakuan tarif baru untuk masuk ke kawasan wisata Pulau Komodo dan Padar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, hingga 1 Januari 2023.
&quot;Pemerintah Provinsi NTT memberikan dispensasi selama lima bulan ke depan atau tetap berlaku tarif lama masuk Pulau Komodo maupun Pulau Padar,&quot; ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Zeth Sony Libing, dikutip dari Antara, Senin (8/8/2022).Selama periode Agustus-Desember 2022, wisatawan baik domestik maupun  mancanegara yang masuk ke Pulau Komodo dan Padar tetap berlaku tarif  lama yaitu Rp75 ribu bagi wisatawan domestik dan Rp150 ribu bagi  wisatawan mancanegara.
Dia menjelaskan, pemberian dispensasi itu merupakan saran Presiden  Joko Widodo dan masukan dari sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama  di Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
&quot;Pemberian dispensasi ini merupakan atas saran dan masukan dari  berbagai pihak termasuk arahan dari bapak Presiden Joko Widodo.  Pemerintah NTT tentu tetap memperhatikan semua masukan dari berbagai  pihak seperti masukan dari Bapa Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, para  alim ulama, para pendeta, dan tokoh-tokoh masyarakat di daerah itu,&quot;  kata Zeth.</content:encoded></item></channel></rss>
