<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Implementasi Reformasi Struktural Masih Jadi Pekerjaan Rumah</title><description>Sri Mulyani Indrawati mengatakan implementasi reformasi struktural masih menjadi pekerjaan rumah (PR) di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644014/sri-mulyani-implementasi-reformasi-struktural-masih-jadi-pekerjaan-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644014/sri-mulyani-implementasi-reformasi-struktural-masih-jadi-pekerjaan-rumah"/><item><title>Sri Mulyani: Implementasi Reformasi Struktural Masih Jadi Pekerjaan Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644014/sri-mulyani-implementasi-reformasi-struktural-masih-jadi-pekerjaan-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644014/sri-mulyani-implementasi-reformasi-struktural-masih-jadi-pekerjaan-rumah</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2022 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2644014/sri-mulyani-implementasi-reformasi-struktural-masih-jadi-pekerjaan-rumah-ZZKyrEsGNW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2644014/sri-mulyani-implementasi-reformasi-struktural-masih-jadi-pekerjaan-rumah-ZZKyrEsGNW.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan implementasi reformasi struktural masih menjadi pekerjaan rumah (PR) di Indonesia.
&amp;ldquo;Ini termasuk bagaimana membangun struktur industri yang mampu bertahan atau resilien dari berbagai guncangan alam, geopolitik, maupun perkembangan teknologi,&amp;rdquo; kata Menkeu dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia yang dipantau di Jakarta, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal II Sangat Baik

Sebagian agenda reformasi struktural, menurut Sri Mulyani, telah dilakukan melalui perubahan undang-undang dan peraturan, tetapi implementasinya perlu dipastikan berjalan.
Reformasi struktural penting dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, seperti perubahan pola hidup di tengah normal baru setelah pandemi COVID-19, perubahan iklim, dan konflik geopolitik yang mengubah rantai pasok, perdagangan, serta investasi global.
&amp;ldquo;Berbagai agenda struktural seperti perbaikan produktivitas melalui perbaikan pasar tenaga kerja, infrastruktur, logistik, dan pendalaman sektor keuangan menjadi sangat penting,&amp;rdquo; ucapnya.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Masih Aman, Tapi.

Sri Mulyani menyebutkan saat ini Indonesia sebagai salah satu dari lebih dari 190 negara anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menghadapi persoalan berupa perang di Ukraina dan peningkatan tensi antara China dan Taiwan.Dengan persoalan geopolitik tersebut, diperkirakan setiap negara akan melakukan review terhadap hubungannya dengan negara lain.
&amp;ldquo;Proteksionisme kemungkinan akan semakin membesar, bahkan menguat. Hubungan investasi dan perdagangan tidak lagi didasarkan pada flow of good, capital, serta manusia yang bebas,&amp;rdquo; katanya.
Selain itu, negara-negara di dunia juga menghadapi persoalan perubahan iklim yang dapat meningkatkan level kerusakan akibat bencana alam sehingga reformasi struktural menjadi semakin urgen diimplementasikan.
&amp;ldquo;Ini perlu diantisipasi oleh Indonesia sebagai negara kepulauan. Ribuan pulau Indonesia bisa terancam apabila suhu dunia berubah dan permukaan air laut meningkat,&amp;rdquo; ucapnya</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan implementasi reformasi struktural masih menjadi pekerjaan rumah (PR) di Indonesia.
&amp;ldquo;Ini termasuk bagaimana membangun struktur industri yang mampu bertahan atau resilien dari berbagai guncangan alam, geopolitik, maupun perkembangan teknologi,&amp;rdquo; kata Menkeu dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia yang dipantau di Jakarta, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal II Sangat Baik

Sebagian agenda reformasi struktural, menurut Sri Mulyani, telah dilakukan melalui perubahan undang-undang dan peraturan, tetapi implementasinya perlu dipastikan berjalan.
Reformasi struktural penting dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, seperti perubahan pola hidup di tengah normal baru setelah pandemi COVID-19, perubahan iklim, dan konflik geopolitik yang mengubah rantai pasok, perdagangan, serta investasi global.
&amp;ldquo;Berbagai agenda struktural seperti perbaikan produktivitas melalui perbaikan pasar tenaga kerja, infrastruktur, logistik, dan pendalaman sektor keuangan menjadi sangat penting,&amp;rdquo; ucapnya.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Masih Aman, Tapi.

Sri Mulyani menyebutkan saat ini Indonesia sebagai salah satu dari lebih dari 190 negara anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menghadapi persoalan berupa perang di Ukraina dan peningkatan tensi antara China dan Taiwan.Dengan persoalan geopolitik tersebut, diperkirakan setiap negara akan melakukan review terhadap hubungannya dengan negara lain.
&amp;ldquo;Proteksionisme kemungkinan akan semakin membesar, bahkan menguat. Hubungan investasi dan perdagangan tidak lagi didasarkan pada flow of good, capital, serta manusia yang bebas,&amp;rdquo; katanya.
Selain itu, negara-negara di dunia juga menghadapi persoalan perubahan iklim yang dapat meningkatkan level kerusakan akibat bencana alam sehingga reformasi struktural menjadi semakin urgen diimplementasikan.
&amp;ldquo;Ini perlu diantisipasi oleh Indonesia sebagai negara kepulauan. Ribuan pulau Indonesia bisa terancam apabila suhu dunia berubah dan permukaan air laut meningkat,&amp;rdquo; ucapnya</content:encoded></item></channel></rss>
