<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Klaim Ekonomi Rakyat Kuat Karena Pertanian, Bukan Pertambangan</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai negara agraris ditopang oleh sektor pertanian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644080/mentan-klaim-ekonomi-rakyat-kuat-karena-pertanian-bukan-pertambangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644080/mentan-klaim-ekonomi-rakyat-kuat-karena-pertanian-bukan-pertambangan"/><item><title>Mentan Klaim Ekonomi Rakyat Kuat Karena Pertanian, Bukan Pertambangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644080/mentan-klaim-ekonomi-rakyat-kuat-karena-pertanian-bukan-pertambangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644080/mentan-klaim-ekonomi-rakyat-kuat-karena-pertanian-bukan-pertambangan</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2022 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2644080/mentan-klaim-ekonomi-rakyat-kuat-karena-pertanian-bukan-pertambangan-DIDhqZCCLD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sektor pertanian penyumpang ekonomi RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2644080/mentan-klaim-ekonomi-rakyat-kuat-karena-pertanian-bukan-pertambangan-DIDhqZCCLD.jpg</image><title>Sektor pertanian penyumpang ekonomi RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai negara agraris ditopang oleh sektor pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan sektor pertanian di daerah penting untuk diperkuat sehingga bisa menciptakan ketahanan ekonomi masyarakat bawah.
&quot;Kokoh pertanian kokoh suatu negara, provinsi dan kabupaten yang mau maju, majukan pertanian, itu kuncinya, pak camat kalau mau perbaiki ekonomi rakyat, perbaiki pertanian,&quot; ujar Mentan dalam Webinar bersama Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,44%, Mentan: Sektor Pertanian Jadi Bantalan

Oleh karenanya Mentan mengharapkan kontribusi kepala daerah untuk juga mengembangkan sektor pertanian bukan memberikan karpet merah terhadap perusahaan tambang untuk menggarap lahan.
&quot;Saya bekas lurah bekas camat, ekonomi suatu daerah baik karena pertanian, jangan tambang-tambang, kalau tambang selesai, terus diangkat, itu tinggal goa-goa saja, kemudian ada hantu dalam goa,&quot; tegas Mentan.
BACA JUGA:Menko Airlangga Minta Akses Pasar dan Kendala Ekspor Produk Perikanan dan Pertanian RI ke Jepang

Menjelaskan Indonesia sebagai negara dengan populasi terbanyak ke 4 di dunia tentu bakal membutuhkan pangan yang banyak. Maka dari itu perlu diciptakan lebih banyak lahan pertanian dibanding lahan tambang.
&quot;Covid 19 belum selesai ada climate change, cuaca alam sangat tidak menentu, itu membuat kondisi semua jadi tidak linier, tidak seperti apa adanya,&quot; lanjut Mentan.Menurutnya lembaga survey telah meramalkan bahwa akan terjadi  kelaparan besar akibat adanya 3 krisis besar yang tengah melanda,  seperti kesehatan, iklim dan perang.
&quot;Ada 62 negara yang menuju kondisi krisis pangan, belum selesai  dengan climate change, kita dihadapkan perang Rusia - Ukraina, dimana  gandum 180 juta ton tidak bisa keluar,&quot; kata Mentan.
&quot;Sekarang kira harus lebih kuat dengan alam yang kira miliki karena  kemampuan yang kita miliki, saya yakin negara lain lebih Sulit  dibandingkan kita,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai negara agraris ditopang oleh sektor pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan sektor pertanian di daerah penting untuk diperkuat sehingga bisa menciptakan ketahanan ekonomi masyarakat bawah.
&quot;Kokoh pertanian kokoh suatu negara, provinsi dan kabupaten yang mau maju, majukan pertanian, itu kuncinya, pak camat kalau mau perbaiki ekonomi rakyat, perbaiki pertanian,&quot; ujar Mentan dalam Webinar bersama Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,44%, Mentan: Sektor Pertanian Jadi Bantalan

Oleh karenanya Mentan mengharapkan kontribusi kepala daerah untuk juga mengembangkan sektor pertanian bukan memberikan karpet merah terhadap perusahaan tambang untuk menggarap lahan.
&quot;Saya bekas lurah bekas camat, ekonomi suatu daerah baik karena pertanian, jangan tambang-tambang, kalau tambang selesai, terus diangkat, itu tinggal goa-goa saja, kemudian ada hantu dalam goa,&quot; tegas Mentan.
BACA JUGA:Menko Airlangga Minta Akses Pasar dan Kendala Ekspor Produk Perikanan dan Pertanian RI ke Jepang

Menjelaskan Indonesia sebagai negara dengan populasi terbanyak ke 4 di dunia tentu bakal membutuhkan pangan yang banyak. Maka dari itu perlu diciptakan lebih banyak lahan pertanian dibanding lahan tambang.
&quot;Covid 19 belum selesai ada climate change, cuaca alam sangat tidak menentu, itu membuat kondisi semua jadi tidak linier, tidak seperti apa adanya,&quot; lanjut Mentan.Menurutnya lembaga survey telah meramalkan bahwa akan terjadi  kelaparan besar akibat adanya 3 krisis besar yang tengah melanda,  seperti kesehatan, iklim dan perang.
&quot;Ada 62 negara yang menuju kondisi krisis pangan, belum selesai  dengan climate change, kita dihadapkan perang Rusia - Ukraina, dimana  gandum 180 juta ton tidak bisa keluar,&quot; kata Mentan.
&quot;Sekarang kira harus lebih kuat dengan alam yang kira miliki karena  kemampuan yang kita miliki, saya yakin negara lain lebih Sulit  dibandingkan kita,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
