<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat dalam Waktu Dekat, Anak Kosan Siap-Siap Nih</title><description>Harga mie instan bakal naik hingga tiga kali lipat dalam waktu dekat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644118/harga-mie-instan-bakal-naik-3-kali-lipat-dalam-waktu-dekat-anak-kosan-siap-siap-nih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644118/harga-mie-instan-bakal-naik-3-kali-lipat-dalam-waktu-dekat-anak-kosan-siap-siap-nih"/><item><title>Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat dalam Waktu Dekat, Anak Kosan Siap-Siap Nih</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644118/harga-mie-instan-bakal-naik-3-kali-lipat-dalam-waktu-dekat-anak-kosan-siap-siap-nih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644118/harga-mie-instan-bakal-naik-3-kali-lipat-dalam-waktu-dekat-anak-kosan-siap-siap-nih</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2022 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2644118/harga-mie-instan-bakal-naik-3-kali-lipat-dalam-waktu-dekat-anak-kosan-siap-siap-nih-rkuUQfrtvh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga mie instan naik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2644118/harga-mie-instan-bakal-naik-3-kali-lipat-dalam-waktu-dekat-anak-kosan-siap-siap-nih-rkuUQfrtvh.jpg</image><title>Harga mie instan naik (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga mie instan bakal naik hingga tiga kali lipat dalam waktu dekat. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melihat adanya dampak perang antara Rusia - Ukraina terhadap rantai pasok bahan makanan yang tersendat ke Indonesia. Ketergantungan impor komoditas yang dihasilkan oleh negara yang berkonflik tersebut bakal membuat kenaikan harga produk di dalam negeri.
Mentan menjelaskan saat ini pasokan gandum Ukraina yang menjadi bahan baku pembuatan mie instan contohnya mengalami masalah, bahkan dikatakan Mentan, saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara.
BACA JUGA:Invasi Rusia ke Ukraina Bikin Kenaikan Harga Mie hingga Roti 
&quot;Jadi hati-hati yang makan mie banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini,&quot; ujar Mentan dalam webinar bersama Ditjen Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8/2022).
Mentan menjelaskan ketersediaan gandum dunia sebetulnya ada, namun adanya konflil global yang membuat masalah pada rantai pasok bakal membuat harga gandum menjadi mahal.
BACA JUGA:Nikmatnya Mie Ramen Khas Jepang dengan Cita Rasa Indonesia, Halal Juga Lho!
&quot;Ada gandumnya, tetapi harganya akan mahal bangat, sementara kita impor terus ini, kalau saya jelas tidak setuju, apapun kita makan saja, seperti singkong, sorgum, sagu,&quot; kata Mentan.
Menurutnya hal ini memang bukanlah tantangan yang yang kecil, sehingga pemerintah daerah perlu menguatkan produktivitas pertanian sehingga dampak yang bakal dialami dari adanya konflik global tidak terlalu parah.Bukan hanya Gandum, masalah lain yang datang akibat konflik global  tersebut adalah tersendatnya pasokan pupuk ke Indonesia, yang mana saat  ini Indonesia juga menjadi importir pupuk dan Rusia maupun Ukraina.
&quot;Di Ukraina dan Rusia juga pemasok pupuk terbesar dunia, karena ada  posfat, kalium yang terbesar, dan harga naiknya pupuk di dunia 3 sampai 5  kali lipat dari harga sekarang karena persolan konektivitas yang tidak  tidak berjalan normal,&quot; kata Mentan.
Untuk masalah ini, Mentan meminta petani maupun akademisi untuk  memanfaatkan pupuk organik. Sebab adanya konflik tersebut bakal membuat  harga pupuk menjadi mahal, sehingga pemerintah bakal mengurangi pupuk  subsidi.
&quot;Kalau tunggu pupuk subsidi pasti tidak bisa itu, kita adaptasi  dengan cara kita, banyak orang yang sukses tanpa menggunakan pupuk  subsidi,&quot; kata Mentan.
&quot;Semua kearifan lokal, misalnya air dicampur terasi, dicampur doa  ternyata hasilnya bagus, kita coba pikir seperti itu, saya berharap cara  memupuk harus kita perbaiki, harus bisa, jangan tunggu pupuk turun,  yang ada di dunia adalah krisis pupuk,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga mie instan bakal naik hingga tiga kali lipat dalam waktu dekat. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melihat adanya dampak perang antara Rusia - Ukraina terhadap rantai pasok bahan makanan yang tersendat ke Indonesia. Ketergantungan impor komoditas yang dihasilkan oleh negara yang berkonflik tersebut bakal membuat kenaikan harga produk di dalam negeri.
Mentan menjelaskan saat ini pasokan gandum Ukraina yang menjadi bahan baku pembuatan mie instan contohnya mengalami masalah, bahkan dikatakan Mentan, saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara.
BACA JUGA:Invasi Rusia ke Ukraina Bikin Kenaikan Harga Mie hingga Roti 
&quot;Jadi hati-hati yang makan mie banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini,&quot; ujar Mentan dalam webinar bersama Ditjen Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8/2022).
Mentan menjelaskan ketersediaan gandum dunia sebetulnya ada, namun adanya konflil global yang membuat masalah pada rantai pasok bakal membuat harga gandum menjadi mahal.
BACA JUGA:Nikmatnya Mie Ramen Khas Jepang dengan Cita Rasa Indonesia, Halal Juga Lho!
&quot;Ada gandumnya, tetapi harganya akan mahal bangat, sementara kita impor terus ini, kalau saya jelas tidak setuju, apapun kita makan saja, seperti singkong, sorgum, sagu,&quot; kata Mentan.
Menurutnya hal ini memang bukanlah tantangan yang yang kecil, sehingga pemerintah daerah perlu menguatkan produktivitas pertanian sehingga dampak yang bakal dialami dari adanya konflik global tidak terlalu parah.Bukan hanya Gandum, masalah lain yang datang akibat konflik global  tersebut adalah tersendatnya pasokan pupuk ke Indonesia, yang mana saat  ini Indonesia juga menjadi importir pupuk dan Rusia maupun Ukraina.
&quot;Di Ukraina dan Rusia juga pemasok pupuk terbesar dunia, karena ada  posfat, kalium yang terbesar, dan harga naiknya pupuk di dunia 3 sampai 5  kali lipat dari harga sekarang karena persolan konektivitas yang tidak  tidak berjalan normal,&quot; kata Mentan.
Untuk masalah ini, Mentan meminta petani maupun akademisi untuk  memanfaatkan pupuk organik. Sebab adanya konflik tersebut bakal membuat  harga pupuk menjadi mahal, sehingga pemerintah bakal mengurangi pupuk  subsidi.
&quot;Kalau tunggu pupuk subsidi pasti tidak bisa itu, kita adaptasi  dengan cara kita, banyak orang yang sukses tanpa menggunakan pupuk  subsidi,&quot; kata Mentan.
&quot;Semua kearifan lokal, misalnya air dicampur terasi, dicampur doa  ternyata hasilnya bagus, kita coba pikir seperti itu, saya berharap cara  memupuk harus kita perbaiki, harus bisa, jangan tunggu pupuk turun,  yang ada di dunia adalah krisis pupuk,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
