<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Negara Naik berkat Boom Komoditas, Sri Mulyani: Tahun Depan Tidak Setinggi Ini</title><description>Penerimaan negara tahun ini naik berkat boom komoditas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644142/penerimaan-negara-naik-berkat-boom-komoditas-sri-mulyani-tahun-depan-tidak-setinggi-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644142/penerimaan-negara-naik-berkat-boom-komoditas-sri-mulyani-tahun-depan-tidak-setinggi-ini"/><item><title>Penerimaan Negara Naik berkat Boom Komoditas, Sri Mulyani: Tahun Depan Tidak Setinggi Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644142/penerimaan-negara-naik-berkat-boom-komoditas-sri-mulyani-tahun-depan-tidak-setinggi-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644142/penerimaan-negara-naik-berkat-boom-komoditas-sri-mulyani-tahun-depan-tidak-setinggi-ini</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2022 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2644142/penerimaan-negara-naik-berkat-boom-komoditas-sri-mulyani-tahun-depan-tidak-setinggi-ini-5QsBA08xcw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penerimaan negara naik berkat lonjakan komoditas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2644142/penerimaan-negara-naik-berkat-boom-komoditas-sri-mulyani-tahun-depan-tidak-setinggi-ini-5QsBA08xcw.jpg</image><title>Penerimaan negara naik berkat lonjakan komoditas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penerimaan negara tahun ini naik berkat boom komoditas. Lonjakan harga komoditas membawa dampak positif terhadap penerimaan negara tahun ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dari lonjakan harga tersebut penerimaan pajak diproyeksikan mencapai Rp279 triliun. Kemudian, dari sisi bea keluar akan mencapai Rp48,9 triliun, utamanya berasal dari komoditas minyak sawit atau crude plam oil (CPO).
BACA JUGA:Sri Mulyani Lakukan Transformasi Digital untuk Kelola Penerimaan Negara

Meski demikian, bendahara negara tersebut mengatakan bahwa momentum seperti ini tidak akan terulang lagi, sebab harga komoditas diprediksi akan melandai tahun depan.
&amp;ldquo;Ini mungkin tidak akan berulang atau tidak akan setinggi ini tahun depan,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dalam keterangan pers virtual, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Masih Andalkan SDA untuk Penerimaan Negara

Ia menyebut, harga minyak yang bisa mencapai USD95 per barel hingga USD100 per barel tahun ini, diperkirakan akan mengalami penurunan menjadi USD90 per  barel tahun depan.
Selanjutnya, harga batu bara yang tahun ini diperkirakan mencapai USD244 per ton, pada tahun depan diperkirakan akan turun ke level USD200 per ton. Serta, harga CPO yang tahun ini mencapai USD1.350 per ton diproyeksi turun di bawah USD1.000 pada 2023.
&amp;ldquo;Ini yang harus dipertimbangkan di dalam mengestimasi penerimaan negara tahun depan,&amp;rdquo; kata dia.Bendahara negara tersebut mengatakan bahwa, saat ini ekonomi  Indonesia sudah dalam kondisi sangat baik dan harus dipertahankan hingga  akhir tahun ini. Pertumbuhan ekonomi yang kuat harus tetap dijaga,  utamanya dari sisi domestik, hal itu dikarenakan ekonomi global sedang  dalam ketidakpastian yang besar.
Ia menyebut bahwa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh  kementerian lembaga untuk fokus merealisir belanja pemerintah, dan  diprioritaskan untuk membeli produk dengan kandungan lokal tinggi.
&amp;ldquo;Dalam hal ini, produk bangga buatan Indonesia dapat mendukung  pemulihan ekonomi yang main kuat di kuartal III dan IV,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat sebesar  5,44% pada kuartal II 2022 dibandingkan pada kuartal II 2021 yang tumbuh  sebesar 5,01%. Jika dibandingkan dengan kuartal I 2022, ekonomi  Indonesia tumbuh 3,73%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penerimaan negara tahun ini naik berkat boom komoditas. Lonjakan harga komoditas membawa dampak positif terhadap penerimaan negara tahun ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dari lonjakan harga tersebut penerimaan pajak diproyeksikan mencapai Rp279 triliun. Kemudian, dari sisi bea keluar akan mencapai Rp48,9 triliun, utamanya berasal dari komoditas minyak sawit atau crude plam oil (CPO).
BACA JUGA:Sri Mulyani Lakukan Transformasi Digital untuk Kelola Penerimaan Negara

Meski demikian, bendahara negara tersebut mengatakan bahwa momentum seperti ini tidak akan terulang lagi, sebab harga komoditas diprediksi akan melandai tahun depan.
&amp;ldquo;Ini mungkin tidak akan berulang atau tidak akan setinggi ini tahun depan,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dalam keterangan pers virtual, Senin (8/8/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Masih Andalkan SDA untuk Penerimaan Negara

Ia menyebut, harga minyak yang bisa mencapai USD95 per barel hingga USD100 per barel tahun ini, diperkirakan akan mengalami penurunan menjadi USD90 per  barel tahun depan.
Selanjutnya, harga batu bara yang tahun ini diperkirakan mencapai USD244 per ton, pada tahun depan diperkirakan akan turun ke level USD200 per ton. Serta, harga CPO yang tahun ini mencapai USD1.350 per ton diproyeksi turun di bawah USD1.000 pada 2023.
&amp;ldquo;Ini yang harus dipertimbangkan di dalam mengestimasi penerimaan negara tahun depan,&amp;rdquo; kata dia.Bendahara negara tersebut mengatakan bahwa, saat ini ekonomi  Indonesia sudah dalam kondisi sangat baik dan harus dipertahankan hingga  akhir tahun ini. Pertumbuhan ekonomi yang kuat harus tetap dijaga,  utamanya dari sisi domestik, hal itu dikarenakan ekonomi global sedang  dalam ketidakpastian yang besar.
Ia menyebut bahwa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh  kementerian lembaga untuk fokus merealisir belanja pemerintah, dan  diprioritaskan untuk membeli produk dengan kandungan lokal tinggi.
&amp;ldquo;Dalam hal ini, produk bangga buatan Indonesia dapat mendukung  pemulihan ekonomi yang main kuat di kuartal III dan IV,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat sebesar  5,44% pada kuartal II 2022 dibandingkan pada kuartal II 2021 yang tumbuh  sebesar 5,01%. Jika dibandingkan dengan kuartal I 2022, ekonomi  Indonesia tumbuh 3,73%.</content:encoded></item></channel></rss>
