<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket Pesawat</title><description>Pengamat Bisnis Penerbangan Gatot Raharjo menilai bahwa secara de facto bisnis penerbangan di Indonesia sudah terjadi monopoli</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644152/maskapai-diminta-turunkan-harga-tiket-pesawat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644152/maskapai-diminta-turunkan-harga-tiket-pesawat"/><item><title>Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket Pesawat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644152/maskapai-diminta-turunkan-harga-tiket-pesawat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/08/320/2644152/maskapai-diminta-turunkan-harga-tiket-pesawat</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2022 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2644152/maskapai-diminta-turunkan-harga-tiket-pesawat-EMpfXelipn.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Harga tiket pesawat mahal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/08/320/2644152/maskapai-diminta-turunkan-harga-tiket-pesawat-EMpfXelipn.JPG</image><title>Harga tiket pesawat mahal (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga tiket pesawat belakangan ini cukup tinggi. Pengamat Bisnis Penerbangan Gatot Raharjo menilai bahwa secara de facto bisnis penerbangan di Indonesia sudah terjadi monopoli.
Hal itu dikarenakan pemerintah hanya menghimbau maskapai penerbangan untuk menetapkan tarif lebih terjangkau, bukan yang mengatur. Penilaian tersebut dilayangkan setelah dikeluarkannya keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menghimbau maskapai penerbangan untuk menetapkan harga tiket angkutan udara lebih terjangkau.
BACA JUGA:Tiket Pesawat Naik, Inflasi Semakin Tinggi? 

&quot;Ini apa-apaan ya?Ini bukti kalau pemerintah regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan kalah dengan operator (maskapai) terutama yang swasta,&quot; katanya kepada dalam keterangan yang diberikan kepada MNC Portal, Senin (8/8/2022).
Gatot mengatakan, pemerintah seharusnya mengatur, mengawasi dan mengendalikan bisnis penerbangan, bukan menghimbau maskapai penerbangan untuk menetapkan harga tiket angkutan udara lebih terjangkau.
BACA JUGA:Kenaikan Harga Tiket Pesawat Direstui, Begini Respon Garuda Indonesia

Menurutnya, pemerintah merupakan pemegang kekuasaan tertinggi di industri penerbangan. Hal itu dikarenakan pemerintahlah yang membuat aturan memilih hak dalam mengarur tarif penerbangan, modal san kepemilikan maskapai.
Lebih lanjut, Gatot mengatakan, saat ini industri penerbangan secara de facto sudah terjadi monopoli maskapai penerbangan. Tapi secara de jure tidak karena tidak ada aturan yang dilanggar oleh maskapai.&quot;Artinya, harusnya pemerintah bisa membuat aturan yang dapat  menyeimbangkan bisnis penerbangan dan mengurangi monopoli baik secara de  facto dan de jure,&quot; kata Gatot.
&quot;Kalau sudah monopoli,  susah untuk mengatur. Dan itu terbukti adanya  himbauan ini. Padahal harusnya cukup dilakukan pengaturan, pengawasan  dan pengendalian yang baik,&quot; tambahnya.
Namun demikian, dirinya mendukung pemerintah (regulator) agar tidak  kalah dengan operator dalam bisnis penerbangan. Namun dengan tindakan  yang tegas yaitu mengatur, mengawasi dan mengendalikan, bukan hanya  menghimbau.
&quot;Pak Presiden Jokowi jangan segan-segan untuk membenahi kementerian  perhubungan, karena terbukti regulator penerbangan ini hanya bisa  menghimbau, bukan melaksanakan tupoksinya dengan baik,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga tiket pesawat belakangan ini cukup tinggi. Pengamat Bisnis Penerbangan Gatot Raharjo menilai bahwa secara de facto bisnis penerbangan di Indonesia sudah terjadi monopoli.
Hal itu dikarenakan pemerintah hanya menghimbau maskapai penerbangan untuk menetapkan tarif lebih terjangkau, bukan yang mengatur. Penilaian tersebut dilayangkan setelah dikeluarkannya keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menghimbau maskapai penerbangan untuk menetapkan harga tiket angkutan udara lebih terjangkau.
BACA JUGA:Tiket Pesawat Naik, Inflasi Semakin Tinggi? 

&quot;Ini apa-apaan ya?Ini bukti kalau pemerintah regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan kalah dengan operator (maskapai) terutama yang swasta,&quot; katanya kepada dalam keterangan yang diberikan kepada MNC Portal, Senin (8/8/2022).
Gatot mengatakan, pemerintah seharusnya mengatur, mengawasi dan mengendalikan bisnis penerbangan, bukan menghimbau maskapai penerbangan untuk menetapkan harga tiket angkutan udara lebih terjangkau.
BACA JUGA:Kenaikan Harga Tiket Pesawat Direstui, Begini Respon Garuda Indonesia

Menurutnya, pemerintah merupakan pemegang kekuasaan tertinggi di industri penerbangan. Hal itu dikarenakan pemerintahlah yang membuat aturan memilih hak dalam mengarur tarif penerbangan, modal san kepemilikan maskapai.
Lebih lanjut, Gatot mengatakan, saat ini industri penerbangan secara de facto sudah terjadi monopoli maskapai penerbangan. Tapi secara de jure tidak karena tidak ada aturan yang dilanggar oleh maskapai.&quot;Artinya, harusnya pemerintah bisa membuat aturan yang dapat  menyeimbangkan bisnis penerbangan dan mengurangi monopoli baik secara de  facto dan de jure,&quot; kata Gatot.
&quot;Kalau sudah monopoli,  susah untuk mengatur. Dan itu terbukti adanya  himbauan ini. Padahal harusnya cukup dilakukan pengaturan, pengawasan  dan pengendalian yang baik,&quot; tambahnya.
Namun demikian, dirinya mendukung pemerintah (regulator) agar tidak  kalah dengan operator dalam bisnis penerbangan. Namun dengan tindakan  yang tegas yaitu mengatur, mengawasi dan mengendalikan, bukan hanya  menghimbau.
&quot;Pak Presiden Jokowi jangan segan-segan untuk membenahi kementerian  perhubungan, karena terbukti regulator penerbangan ini hanya bisa  menghimbau, bukan melaksanakan tupoksinya dengan baik,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
