<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Kenaikan Ekspor Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia</title><description>Kinerja ekspor Indonesia naik 19,74% pada triwulan II 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/09/320/2644456/mendag-kenaikan-ekspor-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/09/320/2644456/mendag-kenaikan-ekspor-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia"/><item><title>Mendag: Kenaikan Ekspor Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/09/320/2644456/mendag-kenaikan-ekspor-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/09/320/2644456/mendag-kenaikan-ekspor-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Selasa 09 Agustus 2022 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/09/320/2644456/mendag-kenaikan-ekspor-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-v4DZdyfpFo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kinerja ekspor topang pertumbuhan ekonomi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/09/320/2644456/mendag-kenaikan-ekspor-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-v4DZdyfpFo.jpg</image><title>Kinerja ekspor topang pertumbuhan ekonomi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kinerja ekspor Indonesia naik 19,74% pada triwulan II 2022. Pertumbuhan ekspor ini menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II sehingga mampu tumbuh positif sebesar 5,44% year on year (YoY).
&amp;ldquo;Kinerja ekspor Indonesia pada triwulan II tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 19,74%. Kinerja ekspor ini menjadi akselerator penopang ekonomi Indonesia pada triwulan II yang tumbuh positif 5,44% YoY. Ini merupakan momentum yang perlu kita jaga di tengah kondisi pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi yang meningkat di berbagai negara,&amp;rdquo; tegas Mendag Zulhas dikutip dari keterengan resminya, Selasa (9/8/2022).
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Positif, Bahlil: Bukti Investasi On The Track

Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2022 ini, lanjut dia, lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,01% (YoY).
&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi ini bahkan berhasil melampaui beberapa negara mitra dagang seperti Singapura dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8%, Korea Selatan (2,9%), Amerika Serikat (1,6%), dan RRT (0,4%) pada triwulan II 2022,&amp;rdquo; jelas Zulhas.
BACA JUGA:Ekonomi RI Capai 5,4%, Mendag: Pertumbuhan Ini Lampaui Mitra Dagang seperti AS hingga Singapura

Dari kinerja ekspor Indonesia di triwulan II 2022, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi mencapai 24,68% dari produk domestik bruto (PDB).
&amp;ldquo;Penguatan ekspor yang tinggi tersebut salah satunya didorong kenaikan harga komoditas dunia akibat konflik Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan disrupsi pasokan global serta kenaikan permintaan negara mitra pascapandemi,&amp;rdquo; imbuh Mendag Zulkifli Hasan.
Pada triwulan II, ekspor migas Indonesia mencapai USD4,46 miliar, atau tumbuh 35,17% dibandingkan kuartal I 2022. Sedangkan ekspor nonmigas Indonesia tercatat USD70,46 miliar, atau tumbuh 12,12 prsen dibandingkan kuartal I 2022.Produk ekspor yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada  triwulan II 2022 antara lain bahan bakar mineral (HS 27) seperti  batubara, besi dan baja (HS 72) yang merupakan produk turunan nikel,  bijih logam (HS 26), mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85), serta  berbagai produk kimia (HS 38).
Ekspor batubara (HS 27) triwulan II tercatat meningkat pesat dari  USD8,87 miliar pada triwulan I menjadi USD15,24 miliar di triwulan II  2022, atau tumbuh 71,83% quarter to quarter (q-to-q).
Selain komoditas utama, beberapa produk ekspor Indonesia menunjukkan  kinerja yang sangat positif seperti pupuk (HS 31), kapal/perahu (HS 89),  serta produk nikel dan barang daripadanya (HS 75).
Menurut Mendag, kinerja ekspor ke negara mitra dagang utama Indonesia  pada triwulan II juga tercatat positif. Ekspor ke RRT yang merupakan  negara mitra dagang utama Indonesia tercatat sebesar USD15,18 miliar.
&quot;Nilai ekspor ke RRT ini berkontribusi sebesar 21,54% dari ekspor Indonesia pada triwulan II,&quot; imbuhnya.
Selain itu, pada periode yang sama, ekspor ke India juga tumbuh pesat  yaitu sebesar USD6,89 miliar, atau meningkat dibandingkan triwulan I  yang tercatat sebesar USD4,53 miliar.
Dari sisi impor, data statistik menunjukkan pada triwulan II impor  Indonesia tercatat tumbuh positif sebesar 4,5% dibandingkan triwulan I.Pertumbuhan impor ini sebagian besar berasal dari peningkatan nilai   impor migas. Impor migas tercatat mencapai USD10,84 miliar pada triwulan   II ini, atau meningkat dibandingkan triwulan I yang tercatat sebesar   USD8,62 miliar.
&amp;ldquo;Dengan pertumbuhan ekspor yang tinggi, neraca perdagangan Indonesia   pada triwulan II mencatat surplus yang cukup lebar mencapai USD15,55   miliar. Nilai ini melampaui surplus triwulan I yang hanya tercatat   sebesar USD9,33 miliar,&amp;rdquo; ungkap Zulhas.
Sementara itu, lanjut dia, pada periode Januari-Juni 2022, total   surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar 24,89 miliar telah   mencatatkan sejarah karena menjadi yang tertinggi dan melampaui surplus   tertinggi sebelumnya pada 2007 sebesar USD20,15 miliar.
Pria yang menjadi Ketum PAN itu juga menyampaikan, situasi global   yang penuh turbulensi saat ini diperkirakan masih akan tetap memberikan   keuntungan pada harga komoditas dan menjadi &amp;lsquo;durian runtuh&amp;rsquo; (windfall)   bagi kinerja ekspor komoditas Indonesia ke depan.
&amp;ldquo;Namun demikian, Pemerintah Indonesia terus melakukan antisipasi   melalui penguatan faktor- faktor produksi di dalam negeri dan   memprioritaskan program-program yang menjaga kestabilan harga dan   ketersedian bahan pokok. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga aktif   melakukan diversifikasi akses pasar ekspor melalui sejumlah perjanjian   perdagangan untuk tetap menjaga kinerja ekspor yang tumbuh sangat  baik,&amp;rdquo;  pungkasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Kinerja ekspor Indonesia naik 19,74% pada triwulan II 2022. Pertumbuhan ekspor ini menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II sehingga mampu tumbuh positif sebesar 5,44% year on year (YoY).
&amp;ldquo;Kinerja ekspor Indonesia pada triwulan II tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 19,74%. Kinerja ekspor ini menjadi akselerator penopang ekonomi Indonesia pada triwulan II yang tumbuh positif 5,44% YoY. Ini merupakan momentum yang perlu kita jaga di tengah kondisi pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi yang meningkat di berbagai negara,&amp;rdquo; tegas Mendag Zulhas dikutip dari keterengan resminya, Selasa (9/8/2022).
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Positif, Bahlil: Bukti Investasi On The Track

Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2022 ini, lanjut dia, lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,01% (YoY).
&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi ini bahkan berhasil melampaui beberapa negara mitra dagang seperti Singapura dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8%, Korea Selatan (2,9%), Amerika Serikat (1,6%), dan RRT (0,4%) pada triwulan II 2022,&amp;rdquo; jelas Zulhas.
BACA JUGA:Ekonomi RI Capai 5,4%, Mendag: Pertumbuhan Ini Lampaui Mitra Dagang seperti AS hingga Singapura

Dari kinerja ekspor Indonesia di triwulan II 2022, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi mencapai 24,68% dari produk domestik bruto (PDB).
&amp;ldquo;Penguatan ekspor yang tinggi tersebut salah satunya didorong kenaikan harga komoditas dunia akibat konflik Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan disrupsi pasokan global serta kenaikan permintaan negara mitra pascapandemi,&amp;rdquo; imbuh Mendag Zulkifli Hasan.
Pada triwulan II, ekspor migas Indonesia mencapai USD4,46 miliar, atau tumbuh 35,17% dibandingkan kuartal I 2022. Sedangkan ekspor nonmigas Indonesia tercatat USD70,46 miliar, atau tumbuh 12,12 prsen dibandingkan kuartal I 2022.Produk ekspor yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada  triwulan II 2022 antara lain bahan bakar mineral (HS 27) seperti  batubara, besi dan baja (HS 72) yang merupakan produk turunan nikel,  bijih logam (HS 26), mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85), serta  berbagai produk kimia (HS 38).
Ekspor batubara (HS 27) triwulan II tercatat meningkat pesat dari  USD8,87 miliar pada triwulan I menjadi USD15,24 miliar di triwulan II  2022, atau tumbuh 71,83% quarter to quarter (q-to-q).
Selain komoditas utama, beberapa produk ekspor Indonesia menunjukkan  kinerja yang sangat positif seperti pupuk (HS 31), kapal/perahu (HS 89),  serta produk nikel dan barang daripadanya (HS 75).
Menurut Mendag, kinerja ekspor ke negara mitra dagang utama Indonesia  pada triwulan II juga tercatat positif. Ekspor ke RRT yang merupakan  negara mitra dagang utama Indonesia tercatat sebesar USD15,18 miliar.
&quot;Nilai ekspor ke RRT ini berkontribusi sebesar 21,54% dari ekspor Indonesia pada triwulan II,&quot; imbuhnya.
Selain itu, pada periode yang sama, ekspor ke India juga tumbuh pesat  yaitu sebesar USD6,89 miliar, atau meningkat dibandingkan triwulan I  yang tercatat sebesar USD4,53 miliar.
Dari sisi impor, data statistik menunjukkan pada triwulan II impor  Indonesia tercatat tumbuh positif sebesar 4,5% dibandingkan triwulan I.Pertumbuhan impor ini sebagian besar berasal dari peningkatan nilai   impor migas. Impor migas tercatat mencapai USD10,84 miliar pada triwulan   II ini, atau meningkat dibandingkan triwulan I yang tercatat sebesar   USD8,62 miliar.
&amp;ldquo;Dengan pertumbuhan ekspor yang tinggi, neraca perdagangan Indonesia   pada triwulan II mencatat surplus yang cukup lebar mencapai USD15,55   miliar. Nilai ini melampaui surplus triwulan I yang hanya tercatat   sebesar USD9,33 miliar,&amp;rdquo; ungkap Zulhas.
Sementara itu, lanjut dia, pada periode Januari-Juni 2022, total   surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar 24,89 miliar telah   mencatatkan sejarah karena menjadi yang tertinggi dan melampaui surplus   tertinggi sebelumnya pada 2007 sebesar USD20,15 miliar.
Pria yang menjadi Ketum PAN itu juga menyampaikan, situasi global   yang penuh turbulensi saat ini diperkirakan masih akan tetap memberikan   keuntungan pada harga komoditas dan menjadi &amp;lsquo;durian runtuh&amp;rsquo; (windfall)   bagi kinerja ekspor komoditas Indonesia ke depan.
&amp;ldquo;Namun demikian, Pemerintah Indonesia terus melakukan antisipasi   melalui penguatan faktor- faktor produksi di dalam negeri dan   memprioritaskan program-program yang menjaga kestabilan harga dan   ketersedian bahan pokok. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga aktif   melakukan diversifikasi akses pasar ekspor melalui sejumlah perjanjian   perdagangan untuk tetap menjaga kinerja ekspor yang tumbuh sangat  baik,&amp;rdquo;  pungkasnya</content:encoded></item></channel></rss>
