<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringatan Sri Mulyani: Ekonomi Global Melemah, Tekanan Inflasi Meningkat</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperingati soal pertumbuhan ekonomi global yang akan mengalami pelemahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/09/320/2644470/peringatan-sri-mulyani-ekonomi-global-melemah-tekanan-inflasi-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/09/320/2644470/peringatan-sri-mulyani-ekonomi-global-melemah-tekanan-inflasi-meningkat"/><item><title>Peringatan Sri Mulyani: Ekonomi Global Melemah, Tekanan Inflasi Meningkat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/09/320/2644470/peringatan-sri-mulyani-ekonomi-global-melemah-tekanan-inflasi-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/09/320/2644470/peringatan-sri-mulyani-ekonomi-global-melemah-tekanan-inflasi-meningkat</guid><pubDate>Selasa 09 Agustus 2022 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/09/320/2644470/peringatan-sri-mulyani-ekonomi-global-melemah-tekanan-inflasi-meningkat-lXiNWn9V6W.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani waspadai stagflasi dan resesi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/09/320/2644470/peringatan-sri-mulyani-ekonomi-global-melemah-tekanan-inflasi-meningkat-lXiNWn9V6W.jpeg</image><title>Sri Mulyani waspadai stagflasi dan resesi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperingati soal pertumbuhan ekonomi global yang akan mengalami pelemahan. Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya risiko stagflasi, ketidakpastian pasar keuangan global, tekanan inflasi, dan situasi geopolitik.
BACA JUGA:Subsidi BBM Bengkak hingga Rp502 Triliun, Sri Mulyani: Tahun Depan Juga Masih Sangat Besar

&amp;ldquo;Lingkungan global kita akan menjadi melemah, sementara tekanan inflasi justru meningkat,&amp;rdquo; ungkap Sri dalam keterangan pers usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip Selasa (9/8/2022).
Sri menjelaskan IMF menurunkan proyeksi ekonomi global dari 3,6% ke 3,2% untuk tahun 2022 dan tahun 2023 akan lebih lemah lagi dari 3,6% ke 2,9%. Sementara, IMF juga memprediksi inflasi negara maju tahun 2022 akan naik hingga 6,6% dan negara-negara berkembang akan berada pada level 9,5%.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut IKN Nusantara dan Pemilu Jadi Prioritas APBN 2023

&amp;ldquo;Dengan adanya kenaikan inflasi yang sangat tinggi di negara maju, terjadi reaksi dari sisi kebijakan moneter dan likuiditas yang diperketat. Ini memacu apa yang disebut capital outflow dan volatilitas di sektor keuangan. Inilah yang harus kita terus kelola di dalam negeri,&amp;rdquo; kata Sri.Sri menilai kondisi tersebut menjadi suatu persoalan harus diatasi  bersama dengan kombinasi dari kebijakan fiskal, moneter, maupun  kebijakan struktural.
&amp;ldquo;Kami bersama Gubernur Bank Indonesia akan terus meramu kebijakan  fiskal dan moneter secara fleksibel, namun juga pada saat yang sama  efektif dan kredibel,&amp;rdquo; ujar Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperingati soal pertumbuhan ekonomi global yang akan mengalami pelemahan. Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya risiko stagflasi, ketidakpastian pasar keuangan global, tekanan inflasi, dan situasi geopolitik.
BACA JUGA:Subsidi BBM Bengkak hingga Rp502 Triliun, Sri Mulyani: Tahun Depan Juga Masih Sangat Besar

&amp;ldquo;Lingkungan global kita akan menjadi melemah, sementara tekanan inflasi justru meningkat,&amp;rdquo; ungkap Sri dalam keterangan pers usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip Selasa (9/8/2022).
Sri menjelaskan IMF menurunkan proyeksi ekonomi global dari 3,6% ke 3,2% untuk tahun 2022 dan tahun 2023 akan lebih lemah lagi dari 3,6% ke 2,9%. Sementara, IMF juga memprediksi inflasi negara maju tahun 2022 akan naik hingga 6,6% dan negara-negara berkembang akan berada pada level 9,5%.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut IKN Nusantara dan Pemilu Jadi Prioritas APBN 2023

&amp;ldquo;Dengan adanya kenaikan inflasi yang sangat tinggi di negara maju, terjadi reaksi dari sisi kebijakan moneter dan likuiditas yang diperketat. Ini memacu apa yang disebut capital outflow dan volatilitas di sektor keuangan. Inilah yang harus kita terus kelola di dalam negeri,&amp;rdquo; kata Sri.Sri menilai kondisi tersebut menjadi suatu persoalan harus diatasi  bersama dengan kombinasi dari kebijakan fiskal, moneter, maupun  kebijakan struktural.
&amp;ldquo;Kami bersama Gubernur Bank Indonesia akan terus meramu kebijakan  fiskal dan moneter secara fleksibel, namun juga pada saat yang sama  efektif dan kredibel,&amp;rdquo; ujar Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
