<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Turun Tipis Jelang Rilis Data Inflasi</title><description>Indeks dolar AS sedikit menyusut terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645064/indeks-dolar-as-turun-tipis-jelang-rilis-data-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645064/indeks-dolar-as-turun-tipis-jelang-rilis-data-inflasi"/><item><title>Indeks Dolar AS Turun Tipis Jelang Rilis Data Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645064/indeks-dolar-as-turun-tipis-jelang-rilis-data-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645064/indeks-dolar-as-turun-tipis-jelang-rilis-data-inflasi</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/10/320/2645064/indeks-dolar-as-turun-tipis-jelang-rilis-data-inflasi-2cMg92Ofpv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/10/320/2645064/indeks-dolar-as-turun-tipis-jelang-rilis-data-inflasi-2cMg92Ofpv.jpg</image><title>Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS sedikit menyusut terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar melemah karena ekspektasi luas inflasi AS lebih lemah menjelang data inflasi utama yang dapat memberikan petunjuk tentang seberapa agresif Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,06% menjadi 106,3750 pada akhir perdagangan, demikian dilansir dari Antara, Rabu (10/8/2022).
BACA JUGA:Dolar Tertekan Data Klaim Pengangguran AS Meningkat

Dolar AS melemah pada Selasa (9/8/2022) pagi dengan keyakinan di seluruh pasar bahwa inflasi mungkin telah mencapai puncaknya, kata sebuah catatan oleh penyedia solusi valuta asing Monex USA.
Greenback telah melayang lebih rendah dalam perdagangan tipis sejak awal sesi, tetapi kemudian berbalik arah karena pasar saham AS merosot karena peringatan laba, kekhawatiran inflasi global, dan data yang menunjukkan produktivitas pekerja AS turun tajam pada kuartal kedua.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Naik Dipicu Dolar AS Melemah di Tengah Resesi

&quot;Ada banyak masalah global dan kita tidak bisa mengabaikannya dan itu memberi banyak tekanan ke bawah pada pertumbuhan global,&quot; Juan Perez, direktur perdagangan di Monex USA mengatakan tentang daya tarik safe haven dolar.
Fokus besar bagi para pedagang adalah pada laporan indeks harga konsumen (IHK) AS pada Rabu, yang diperkirakan menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi selama beberapa dekade mereda pada Juli setelah kenaikan suku bunga berturut-turut 75 basis poin oleh The Fed pada Juni dan Juli.&quot;Kami secara konsisten mendapatkan laporan inflasi yang lebih panas  dari perkiraan dan jika itu terjadi lagi, pasar tidak siap untuk itu,&quot;  kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda. &quot;Jika itu terjadi, kami  menguji keseimbangan lagi terhadap euro,&quot; katanya tentang potensi  penguatan dolar yang lebih besar.
Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,0208  dari USD1,0190 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi  USD1,2070 dari USD1,2072 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun  menjadi USD0,6956 dari USD0,6980.
Dolar AS dibeli 135,17 yen Jepang, lebih tinggi dari 134,86 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9540 franc Swiss  dari 0,9561 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2891 dolar Kanada dari  1,2863 dolar Kanada.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS sedikit menyusut terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar melemah karena ekspektasi luas inflasi AS lebih lemah menjelang data inflasi utama yang dapat memberikan petunjuk tentang seberapa agresif Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,06% menjadi 106,3750 pada akhir perdagangan, demikian dilansir dari Antara, Rabu (10/8/2022).
BACA JUGA:Dolar Tertekan Data Klaim Pengangguran AS Meningkat

Dolar AS melemah pada Selasa (9/8/2022) pagi dengan keyakinan di seluruh pasar bahwa inflasi mungkin telah mencapai puncaknya, kata sebuah catatan oleh penyedia solusi valuta asing Monex USA.
Greenback telah melayang lebih rendah dalam perdagangan tipis sejak awal sesi, tetapi kemudian berbalik arah karena pasar saham AS merosot karena peringatan laba, kekhawatiran inflasi global, dan data yang menunjukkan produktivitas pekerja AS turun tajam pada kuartal kedua.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Naik Dipicu Dolar AS Melemah di Tengah Resesi

&quot;Ada banyak masalah global dan kita tidak bisa mengabaikannya dan itu memberi banyak tekanan ke bawah pada pertumbuhan global,&quot; Juan Perez, direktur perdagangan di Monex USA mengatakan tentang daya tarik safe haven dolar.
Fokus besar bagi para pedagang adalah pada laporan indeks harga konsumen (IHK) AS pada Rabu, yang diperkirakan menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi selama beberapa dekade mereda pada Juli setelah kenaikan suku bunga berturut-turut 75 basis poin oleh The Fed pada Juni dan Juli.&quot;Kami secara konsisten mendapatkan laporan inflasi yang lebih panas  dari perkiraan dan jika itu terjadi lagi, pasar tidak siap untuk itu,&quot;  kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda. &quot;Jika itu terjadi, kami  menguji keseimbangan lagi terhadap euro,&quot; katanya tentang potensi  penguatan dolar yang lebih besar.
Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,0208  dari USD1,0190 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi  USD1,2070 dari USD1,2072 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun  menjadi USD0,6956 dari USD0,6980.
Dolar AS dibeli 135,17 yen Jepang, lebih tinggi dari 134,86 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9540 franc Swiss  dari 0,9561 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2891 dolar Kanada dari  1,2863 dolar Kanada.</content:encoded></item></channel></rss>
