<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stok Batu Bara Turun, Dirut PLN: Kalau Dibiarkan Bisa Krisis Lagi</title><description>Stok batu bara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dalam tren penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645148/stok-batu-bara-turun-dirut-pln-kalau-dibiarkan-bisa-krisis-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645148/stok-batu-bara-turun-dirut-pln-kalau-dibiarkan-bisa-krisis-lagi"/><item><title>Stok Batu Bara Turun, Dirut PLN: Kalau Dibiarkan Bisa Krisis Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645148/stok-batu-bara-turun-dirut-pln-kalau-dibiarkan-bisa-krisis-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645148/stok-batu-bara-turun-dirut-pln-kalau-dibiarkan-bisa-krisis-lagi</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/10/320/2645148/stok-batu-bara-turun-dirut-pln-kalau-dibiarkan-bisa-krisis-lagi-LYlDtNtHNw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stok batu bara PLN turun (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/10/320/2645148/stok-batu-bara-turun-dirut-pln-kalau-dibiarkan-bisa-krisis-lagi-LYlDtNtHNw.jpg</image><title>Stok batu bara PLN turun (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Stok batu bara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dalam tren penurunan. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa persoalan pasokan batu bara kian seret memasuki semester II 2022.
Dia membeberkan rendahnya pasokan emas hitam untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik perseroan terjadi karena rendahnya efektivitas penugasan yang diberikan perusahaan batu bara lewat skema domestic price obligation (DMO).
BACA JUGA:71 Perusahaan Belum Penuhi Kewajiban Pasokan Batu Bara ke PLN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan penugasan tambahan alokasi batu bara sebesar 31,8 juta metrik ton (MT) sepanjang Januari hingga Juli 2022.
Tambahan penugasan itu diberikan seiring dengan tren permintaan kelistrikan yang meningkat menyusul pemulihan pandemi.
BACA JUGA:Menteri ESDM: Harga Batu Bara Tetap Tinggi di 2023

&quot;Namun, dari penugasan tersebut efektivitasnya sekitar 45 persen, yaitu 14,3 juta MT yang sudah berkontrak dari tambahan tersebut,&quot; kata Darmawan dikutip Rabu (10/8/2022).
Dia menilai bila kondisi ini terus berlanjut tidak menutup kemungkinan krisis batu bara bisa menghantui PLN kembali.
&quot;Kami melihat tren semakin menurun. Artinya, kalau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut maka kondisi yang tadinya aman bisa bergeser jadi kondisi krisis kembali,&quot; kata Darmawan..Darmawan menuturkan kebutuhan batu bara kian meningkat seiring dengan  penambahan permintaan listrik. Darmawan memperkirakan proses penugasan  batu bara meningkat dari 130 juta MT menjadi 135 juta ton pada tahun  depan.
Lalu, dia juga perkirakan kebutuhan akan meningkat lagi hingga 155 juta sampai dengan 160 juta MT pada 2030.
PLN mencatat kenaikan permintaan listrik mencapai 5,3 Terawatt hour  (TWh) pada pertengahan tahun ini. Karenanya, perusahaan setrum itu  membutuhkan tambahan pasokan batu bara mencapai 7,7 juta ton dari  rencana kerja awal yang telah ditetapkan tahun ini.
&quot;Dalam proses itu kami melakukan renegosiasi dengan independent power  producer (IPP) dari yang tadinya kami harus hadapi oversupply kami  berhasil mengendorkannya sehingga berhasil menurunkan produksi listrik  dengan IPP sekaligus menurunkan take or pay kami,&quot; kata Darmawan</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Stok batu bara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dalam tren penurunan. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa persoalan pasokan batu bara kian seret memasuki semester II 2022.
Dia membeberkan rendahnya pasokan emas hitam untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik perseroan terjadi karena rendahnya efektivitas penugasan yang diberikan perusahaan batu bara lewat skema domestic price obligation (DMO).
BACA JUGA:71 Perusahaan Belum Penuhi Kewajiban Pasokan Batu Bara ke PLN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan penugasan tambahan alokasi batu bara sebesar 31,8 juta metrik ton (MT) sepanjang Januari hingga Juli 2022.
Tambahan penugasan itu diberikan seiring dengan tren permintaan kelistrikan yang meningkat menyusul pemulihan pandemi.
BACA JUGA:Menteri ESDM: Harga Batu Bara Tetap Tinggi di 2023

&quot;Namun, dari penugasan tersebut efektivitasnya sekitar 45 persen, yaitu 14,3 juta MT yang sudah berkontrak dari tambahan tersebut,&quot; kata Darmawan dikutip Rabu (10/8/2022).
Dia menilai bila kondisi ini terus berlanjut tidak menutup kemungkinan krisis batu bara bisa menghantui PLN kembali.
&quot;Kami melihat tren semakin menurun. Artinya, kalau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut maka kondisi yang tadinya aman bisa bergeser jadi kondisi krisis kembali,&quot; kata Darmawan..Darmawan menuturkan kebutuhan batu bara kian meningkat seiring dengan  penambahan permintaan listrik. Darmawan memperkirakan proses penugasan  batu bara meningkat dari 130 juta MT menjadi 135 juta ton pada tahun  depan.
Lalu, dia juga perkirakan kebutuhan akan meningkat lagi hingga 155 juta sampai dengan 160 juta MT pada 2030.
PLN mencatat kenaikan permintaan listrik mencapai 5,3 Terawatt hour  (TWh) pada pertengahan tahun ini. Karenanya, perusahaan setrum itu  membutuhkan tambahan pasokan batu bara mencapai 7,7 juta ton dari  rencana kerja awal yang telah ditetapkan tahun ini.
&quot;Dalam proses itu kami melakukan renegosiasi dengan independent power  producer (IPP) dari yang tadinya kami harus hadapi oversupply kami  berhasil mengendorkannya sehingga berhasil menurunkan produksi listrik  dengan IPP sekaligus menurunkan take or pay kami,&quot; kata Darmawan</content:encoded></item></channel></rss>
