<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polemik Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Juta, Akibat Kurang Sosialisasi?</title><description>Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengatakan polemik soal kenaikan harga tiket Pulau Komodo akibat kurangnya sosialisasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645280/polemik-tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-juta-akibat-kurang-sosialisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645280/polemik-tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-juta-akibat-kurang-sosialisasi"/><item><title>Polemik Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Juta, Akibat Kurang Sosialisasi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645280/polemik-tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-juta-akibat-kurang-sosialisasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645280/polemik-tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-juta-akibat-kurang-sosialisasi</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/10/320/2645280/polemik-tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-juta-akibat-kurang-sosialisasi-uzmRgQbfiM.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pulau Komodo. (Foto: National Geographic)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/10/320/2645280/polemik-tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-juta-akibat-kurang-sosialisasi-uzmRgQbfiM.JPG</image><title>Pulau Komodo. (Foto: National Geographic)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didin Junaedy mengatakan kalau polemik soal kenaikan harga tiket Pulau Komodo jadi Rp3,75 juta akibat kurangnya sosialisasi dari pihak terkait.

&quot;Kenapa terjadi demo dan sebagainya sebenarnya saya menganggap hal itu terjadi karena kurangnya sosialisasi,&quot; kata Didin dalam program Market Review di IDX Channel, Rabu (10/8/2022).

Menurutnya, seharusnya sosialisasi dan edukasi terkait harga, destinasi maupun kesiapan sumber daya manusianya sudah dilakukan setahun sebelum pengambilan kebijakan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tiket Pulau Komodo Rp3,7 Juta Ditunda, Pelaku Wisata Ajak Turis Kembali Liburan ke Labuan Bajo
Hal ini supaya masyarakat paham dengan tujuan dan esensinya.

&quot;Ini adalah sosialisasi yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam artian pemerintah provinsi. Seharusnya ada kerjasama dengan PT semisal dengan perusahaan daerah dan sebagainya untuk melakukan sosialisasi,&quot; ujarnya.
Dia menuturkan di Labuan Bajo itu tidak hanya pengusaha kelas atas, ada juga kelas menengah dan bawah.

Sehingga mereka belum siap dengan keputusan yang terkesan tiba-tiba karena kurangnya sosialisasi.

&quot;Seharusnya dilakukan sosialisasi sebelumnya bagaimana programnya. Jangan seolah-olah terkesan tiba-tiba,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didin Junaedy mengatakan kalau polemik soal kenaikan harga tiket Pulau Komodo jadi Rp3,75 juta akibat kurangnya sosialisasi dari pihak terkait.

&quot;Kenapa terjadi demo dan sebagainya sebenarnya saya menganggap hal itu terjadi karena kurangnya sosialisasi,&quot; kata Didin dalam program Market Review di IDX Channel, Rabu (10/8/2022).

Menurutnya, seharusnya sosialisasi dan edukasi terkait harga, destinasi maupun kesiapan sumber daya manusianya sudah dilakukan setahun sebelum pengambilan kebijakan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tiket Pulau Komodo Rp3,7 Juta Ditunda, Pelaku Wisata Ajak Turis Kembali Liburan ke Labuan Bajo
Hal ini supaya masyarakat paham dengan tujuan dan esensinya.

&quot;Ini adalah sosialisasi yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam artian pemerintah provinsi. Seharusnya ada kerjasama dengan PT semisal dengan perusahaan daerah dan sebagainya untuk melakukan sosialisasi,&quot; ujarnya.
Dia menuturkan di Labuan Bajo itu tidak hanya pengusaha kelas atas, ada juga kelas menengah dan bawah.

Sehingga mereka belum siap dengan keputusan yang terkesan tiba-tiba karena kurangnya sosialisasi.

&quot;Seharusnya dilakukan sosialisasi sebelumnya bagaimana programnya. Jangan seolah-olah terkesan tiba-tiba,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
