<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-7, Sandiaga Uno: Kemenparekraf Kerja Keras, Cerdas, Tuntas dan Ikhlas</title><description>Kemenparekraf meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645505/raih-opini-wajar-tanpa-pengecualian-ke-7-sandiaga-uno-kemenparekraf-kerja-keras-cerdas-tuntas-dan-ikhlas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645505/raih-opini-wajar-tanpa-pengecualian-ke-7-sandiaga-uno-kemenparekraf-kerja-keras-cerdas-tuntas-dan-ikhlas"/><item><title>Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-7, Sandiaga Uno: Kemenparekraf Kerja Keras, Cerdas, Tuntas dan Ikhlas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645505/raih-opini-wajar-tanpa-pengecualian-ke-7-sandiaga-uno-kemenparekraf-kerja-keras-cerdas-tuntas-dan-ikhlas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/320/2645505/raih-opini-wajar-tanpa-pengecualian-ke-7-sandiaga-uno-kemenparekraf-kerja-keras-cerdas-tuntas-dan-ikhlas</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/10/320/2645505/raih-opini-wajar-tanpa-pengecualian-ke-7-sandiaga-uno-kemenparekraf-kerja-keras-cerdas-tuntas-dan-ikhlas-2kFZWhpoEW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenparekraf Raih WTP dari BPK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/10/320/2645505/raih-opini-wajar-tanpa-pengecualian-ke-7-sandiaga-uno-kemenparekraf-kerja-keras-cerdas-tuntas-dan-ikhlas-2kFZWhpoEW.jpg</image><title>Kemenparekraf Raih WTP dari BPK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kinerja keuangan tahun 2021.
Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2021 tersebut diserahkan oleh Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di lantai 2 Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (9/8/2022).
BACA JUGA:Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Juta Ditunda, Sandiaga Uno Singgung Soal Perbaikan

&amp;ldquo;Saya mengapresiasi, ini merupakan kerja kolaboratif seluruh pegawai di lingkungan Kemenparekraf. Dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas sehingga bisa mendapat WTP,&amp;rdquo; ujar Menparekraf Sandiaga.
Tercatat pada tahun ini dari 38 laporan hasil pemeriksaan yang diserahkan ke BPK terdapat 35 laporan hasil pemeriksaan dengan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan 3 Laporan Hasil Pemeriksaan dengan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Menparekraf Sandiaga berharap WTP yang diterima kementerian yang dipimpinnya ini bisa terus dipertahankan bahkan dapat ditingkatkan di tahun mendatang. &amp;ldquo;Jangan mudah berpuas diri bagi seluruh pegawai di Kemenparekraf, semoga di tahun mendatang bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:Didemo soal Tiket Pulau Komodo Rp3,75 Juta, Sandiaga Uno Ajak Anak-Anak Labuan Bajo Ngopi Bareng&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan WTP ini merupakan kali ke-7 didapatkan secara berturut-turut sejak tahun 2015.&amp;ldquo;Ini adalah hasil kerja tim, sehingga kita berhasil mendapat opini WTP, namun pesannya tadi harus ditingkatkan, lantaran masih ada beberapa catatan dan PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan kedepan,&amp;rdquo; ujarnya.
Giri mengatakan, capaian ini adalah suatu hal yang membanggakan. Ia berharap para pegawai di lingkungan Kemenparekraf terus bekerja keras dalam menjaga integritas tata kelola keuangan negara.
&amp;ldquo;Namun, predikat WTP bukanlah akhir. Ini titik awal kita untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan APBN di tahun-tahun berikutnya,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kinerja keuangan tahun 2021.
Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2021 tersebut diserahkan oleh Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di lantai 2 Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (9/8/2022).
BACA JUGA:Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Juta Ditunda, Sandiaga Uno Singgung Soal Perbaikan

&amp;ldquo;Saya mengapresiasi, ini merupakan kerja kolaboratif seluruh pegawai di lingkungan Kemenparekraf. Dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas sehingga bisa mendapat WTP,&amp;rdquo; ujar Menparekraf Sandiaga.
Tercatat pada tahun ini dari 38 laporan hasil pemeriksaan yang diserahkan ke BPK terdapat 35 laporan hasil pemeriksaan dengan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan 3 Laporan Hasil Pemeriksaan dengan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Menparekraf Sandiaga berharap WTP yang diterima kementerian yang dipimpinnya ini bisa terus dipertahankan bahkan dapat ditingkatkan di tahun mendatang. &amp;ldquo;Jangan mudah berpuas diri bagi seluruh pegawai di Kemenparekraf, semoga di tahun mendatang bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:Didemo soal Tiket Pulau Komodo Rp3,75 Juta, Sandiaga Uno Ajak Anak-Anak Labuan Bajo Ngopi Bareng&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan WTP ini merupakan kali ke-7 didapatkan secara berturut-turut sejak tahun 2015.&amp;ldquo;Ini adalah hasil kerja tim, sehingga kita berhasil mendapat opini WTP, namun pesannya tadi harus ditingkatkan, lantaran masih ada beberapa catatan dan PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan kedepan,&amp;rdquo; ujarnya.
Giri mengatakan, capaian ini adalah suatu hal yang membanggakan. Ia berharap para pegawai di lingkungan Kemenparekraf terus bekerja keras dalam menjaga integritas tata kelola keuangan negara.
&amp;ldquo;Namun, predikat WTP bukanlah akhir. Ini titik awal kita untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan APBN di tahun-tahun berikutnya,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
