<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkop Teten Sebut UMKM Bali Punya Keunggulan, Apa Saja?</title><description>UMKM Bali dinilai memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/455/2645065/menkop-teten-sebut-umkm-bali-punya-keunggulan-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/455/2645065/menkop-teten-sebut-umkm-bali-punya-keunggulan-apa-saja"/><item><title>Menkop Teten Sebut UMKM Bali Punya Keunggulan, Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/455/2645065/menkop-teten-sebut-umkm-bali-punya-keunggulan-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/10/455/2645065/menkop-teten-sebut-umkm-bali-punya-keunggulan-apa-saja</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 07:36 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/10/455/2645065/menkop-teten-sebut-umkm-bali-punya-keunggulan-apa-saja-XzlALMeWYP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkop UKM Teten sebut UMKM Bali punya keunggulan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/10/455/2645065/menkop-teten-sebut-umkm-bali-punya-keunggulan-apa-saja-XzlALMeWYP.jpg</image><title>Menkop UKM Teten sebut UMKM Bali punya keunggulan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; UMKM Bali dinilai memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki merinci keunggulannya antara lain kreativitas, keterampilan, dan ketekunan para perajin terutama dalam membuat produk kriya.
&amp;ldquo;Jadi ini salah satu keunggulan Bali dan ini penting kita tata dengan baik, sehingga nanti pengembangan produk-produk kriya dan home decor bisa menggunakan basis informasi pasar, ada riset pengembangan produk sehingga produk-produk kreatif berbasis kreativitas di Bali bisa lebih kompetitif di banding produk-produk lain,&amp;rdquo; kata Teten Masduki dilansir dari Antara, Rabu (10/8/2022).
BACA JUGA:Transformasi UMKM Pondasi Optimalkan Ekonomi Digital RI, Ini Cara Menkop

Lebih lanjut, pihaknya juga mengharuskan pengembangan pelbagai agregator ekspor agar para perajin atau pelaku usaha bisa masuk ke pasar global. Menurut dia, para pelaku usaha tak bisa lagi didampingi secara orang per orang karena akan menyulitkan mereka perihal kapasitas produksi, standardisasi, dan biaya logistik.
Karena itu, Menkop UKM menilai kerja sama dengan perwakilan-perwakilan pembeli dunia yang ada di Indonesia perlu pula dilakukan.
BACA JUGA:Menkop Teten: 86% Bisnis UMKM Bergantung Internet

&amp;ldquo;Kita sudah banyak agregator-agregator yang menjadi eksportir, misalnya agregator untuk produk organik, produk kriya, dan fesyen. Dengan begitu maka akan lebih mudah (bagi para pelaku usaha mengirimkan produk mereka),&amp;rdquo; ujar Teten.
Salah satu contoh lain yang dipaparkan ialah terkait komoditas kopi. Pengiriman kopi Indonesia ke Eropa dalam skala kecil disebut bakal membuat biaya logistik melonjak, padahal komoditas itu telah memiliki tata niaga yang baik dari segi eksportir maupun untuk pembeli.&amp;ldquo;Jadi sudah ada sistem yang memungkinkan pengiriman ekspor kopi kita  lebih efisien, (namun) hal-hal seperti itu kurang diperhatikan.  Sekarang, kita akan coba kerja sama dengan para agregator dan eksportir,  termasuk juga perwakilan-perwakilan dagang atau agen dari importir yang  ada di Indonesia,&amp;rdquo; ungkap dia.
Dengan berbagai upaya tersebut, Teten mengharapkan Bali bisa menjadi  pusat perdagangan internasional di Indonesia. Harapan itu didukung  kebijakan pemerintah yang menjadikan Bali sebagai pusat ekspor wilayah  timur melalui fasilitas Smesco Hub Timur.
&amp;ldquo;Kita dorong Bali jadi pusat perdagangan internasional Indonesia  seperti Singapura, padahal kan sebenarnya (Singapura) tidak punya  apa-apa, tetapi kenapa bisa menjadi pusat perdagangan. Swiss juga sama  (mengingat negara itu) tidak punya pelabuhan, tapi semua perusahaan  dunia seperti supplier pangan dan lain sebagainya ada dua ribu di  Swiss,&amp;rdquo; ucap Menkop UKM.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; UMKM Bali dinilai memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki merinci keunggulannya antara lain kreativitas, keterampilan, dan ketekunan para perajin terutama dalam membuat produk kriya.
&amp;ldquo;Jadi ini salah satu keunggulan Bali dan ini penting kita tata dengan baik, sehingga nanti pengembangan produk-produk kriya dan home decor bisa menggunakan basis informasi pasar, ada riset pengembangan produk sehingga produk-produk kreatif berbasis kreativitas di Bali bisa lebih kompetitif di banding produk-produk lain,&amp;rdquo; kata Teten Masduki dilansir dari Antara, Rabu (10/8/2022).
BACA JUGA:Transformasi UMKM Pondasi Optimalkan Ekonomi Digital RI, Ini Cara Menkop

Lebih lanjut, pihaknya juga mengharuskan pengembangan pelbagai agregator ekspor agar para perajin atau pelaku usaha bisa masuk ke pasar global. Menurut dia, para pelaku usaha tak bisa lagi didampingi secara orang per orang karena akan menyulitkan mereka perihal kapasitas produksi, standardisasi, dan biaya logistik.
Karena itu, Menkop UKM menilai kerja sama dengan perwakilan-perwakilan pembeli dunia yang ada di Indonesia perlu pula dilakukan.
BACA JUGA:Menkop Teten: 86% Bisnis UMKM Bergantung Internet

&amp;ldquo;Kita sudah banyak agregator-agregator yang menjadi eksportir, misalnya agregator untuk produk organik, produk kriya, dan fesyen. Dengan begitu maka akan lebih mudah (bagi para pelaku usaha mengirimkan produk mereka),&amp;rdquo; ujar Teten.
Salah satu contoh lain yang dipaparkan ialah terkait komoditas kopi. Pengiriman kopi Indonesia ke Eropa dalam skala kecil disebut bakal membuat biaya logistik melonjak, padahal komoditas itu telah memiliki tata niaga yang baik dari segi eksportir maupun untuk pembeli.&amp;ldquo;Jadi sudah ada sistem yang memungkinkan pengiriman ekspor kopi kita  lebih efisien, (namun) hal-hal seperti itu kurang diperhatikan.  Sekarang, kita akan coba kerja sama dengan para agregator dan eksportir,  termasuk juga perwakilan-perwakilan dagang atau agen dari importir yang  ada di Indonesia,&amp;rdquo; ungkap dia.
Dengan berbagai upaya tersebut, Teten mengharapkan Bali bisa menjadi  pusat perdagangan internasional di Indonesia. Harapan itu didukung  kebijakan pemerintah yang menjadikan Bali sebagai pusat ekspor wilayah  timur melalui fasilitas Smesco Hub Timur.
&amp;ldquo;Kita dorong Bali jadi pusat perdagangan internasional Indonesia  seperti Singapura, padahal kan sebenarnya (Singapura) tidak punya  apa-apa, tetapi kenapa bisa menjadi pusat perdagangan. Swiss juga sama  (mengingat negara itu) tidak punya pelabuhan, tapi semua perusahaan  dunia seperti supplier pangan dan lain sebagainya ada dua ribu di  Swiss,&amp;rdquo; ucap Menkop UKM.</content:encoded></item></channel></rss>
