<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Akhir Pekan Wall Street Dibuka Menguat, Berikut Pemicunya</title><description>Tiga indeks acuan Wall Street dibuka menguat mengiringi sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat hari ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/12/278/2646977/jelang-akhir-pekan-wall-street-dibuka-menguat-berikut-pemicunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/12/278/2646977/jelang-akhir-pekan-wall-street-dibuka-menguat-berikut-pemicunya"/><item><title>Jelang Akhir Pekan Wall Street Dibuka Menguat, Berikut Pemicunya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/12/278/2646977/jelang-akhir-pekan-wall-street-dibuka-menguat-berikut-pemicunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/12/278/2646977/jelang-akhir-pekan-wall-street-dibuka-menguat-berikut-pemicunya</guid><pubDate>Jum'at 12 Agustus 2022 21:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/12/278/2646977/jelang-akhir-pekan-wall-street-dibuka-menguat-berikut-pemicunya-c0WfvYIYBC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street (Foto: Okezone/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/12/278/2646977/jelang-akhir-pekan-wall-street-dibuka-menguat-berikut-pemicunya-c0WfvYIYBC.jpg</image><title>Wall Street (Foto: Okezone/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Tiga indeks acuan Wall Street dibuka menguat mengiringi sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat hari ini, Jumat (12/8/2022).
Data perdagangan hingga pukul 20:40 WIB menunjukkan, Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,52% di 33.509,29, S&amp;amp;P 500 (SPX) dibuka lebih tinggi 0,65%, di 4.234,65, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) tumbuh 0,75% di 12.875,50.
BACA JUGA:Wall Street Dua Arah, Indeks Nasdaq dan S&amp;amp;P 500 Tertekan

Pasar modal AS mulai bangkit sejalan dengan optimisme pasar terhadap penurunan inflasi. Hal itu meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 75 bp pada pertemuan bulan September mendatang.
Hari ini, statistik Departemen Tenaga Kerja AS merilis nilai impor-ekspor periode Juli 2022. Diketahui, impor AS merosot untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir. Hal tersebut didorong oleh dolar AS yang kuat dan biaya yang lebih rendah untuk produk bahan bakar dan non-bahan bakar.
BACA JUGA:Inflasi AS Turun Jadi 8,5%, 3 Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Harga impor turun lebih dari yang diperkirakan sebesar 1,4% bulan lalu setelah naik 0,3% pada bulan Juni. Ini juga menjadi penurunan bulanan terbesar sejak April 2020.Laporan tersebut semakin memperkuat pandangan sejumlah analis bahwa inflasi telah mencapai puncaknya.
&quot;Penurunan harga impor dan harga produsen mendukung opini bahwa ekonomi telah melewati puncak inflasi,&quot; kata Jeffrey Roach, kepala ekonom di LPL Financial, dilansir Reuters, Jumat (12/8/2022).
Diketahui, pasar berspekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pinjaman sebesar 50 atau 75 basis poin lagi pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 20-21 September 2022. Langkah itu diambil demi menjinakkan inflasi di kisaran 2%.</description><content:encoded>JAKARTA - Tiga indeks acuan Wall Street dibuka menguat mengiringi sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat hari ini, Jumat (12/8/2022).
Data perdagangan hingga pukul 20:40 WIB menunjukkan, Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,52% di 33.509,29, S&amp;amp;P 500 (SPX) dibuka lebih tinggi 0,65%, di 4.234,65, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) tumbuh 0,75% di 12.875,50.
BACA JUGA:Wall Street Dua Arah, Indeks Nasdaq dan S&amp;amp;P 500 Tertekan

Pasar modal AS mulai bangkit sejalan dengan optimisme pasar terhadap penurunan inflasi. Hal itu meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 75 bp pada pertemuan bulan September mendatang.
Hari ini, statistik Departemen Tenaga Kerja AS merilis nilai impor-ekspor periode Juli 2022. Diketahui, impor AS merosot untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir. Hal tersebut didorong oleh dolar AS yang kuat dan biaya yang lebih rendah untuk produk bahan bakar dan non-bahan bakar.
BACA JUGA:Inflasi AS Turun Jadi 8,5%, 3 Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Harga impor turun lebih dari yang diperkirakan sebesar 1,4% bulan lalu setelah naik 0,3% pada bulan Juni. Ini juga menjadi penurunan bulanan terbesar sejak April 2020.Laporan tersebut semakin memperkuat pandangan sejumlah analis bahwa inflasi telah mencapai puncaknya.
&quot;Penurunan harga impor dan harga produsen mendukung opini bahwa ekonomi telah melewati puncak inflasi,&quot; kata Jeffrey Roach, kepala ekonom di LPL Financial, dilansir Reuters, Jumat (12/8/2022).
Diketahui, pasar berspekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pinjaman sebesar 50 atau 75 basis poin lagi pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 20-21 September 2022. Langkah itu diambil demi menjinakkan inflasi di kisaran 2%.</content:encoded></item></channel></rss>
