<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM: Gas Kita Lebih Besar Dibanding BBM</title><description>Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa akan mendorong pemanfataan Bahan Bakar Gas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/12/320/2646870/menteri-esdm-gas-kita-lebih-besar-dibanding-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/12/320/2646870/menteri-esdm-gas-kita-lebih-besar-dibanding-bbm"/><item><title>Menteri ESDM: Gas Kita Lebih Besar Dibanding BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/12/320/2646870/menteri-esdm-gas-kita-lebih-besar-dibanding-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/12/320/2646870/menteri-esdm-gas-kita-lebih-besar-dibanding-bbm</guid><pubDate>Jum'at 12 Agustus 2022 18:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/12/320/2646870/menteri-esdm-gas-kita-lebih-besar-dibanding-bbm-xfBlzXwHIT.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/12/320/2646870/menteri-esdm-gas-kita-lebih-besar-dibanding-bbm-xfBlzXwHIT.JPG</image><title>Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa akan mendorong pemanfataan Bahan Bakar Gas (BBG) pada sektor transportasi untuk membangun kemandirian energi di Indonesia.

Dia menuturkan Indonesia memiliki kandungan gas yang cukup besar, kondisi ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi pada sektor transportasi.

Dengan begitu dapat menciptakan kemandirian energi dan tidak mengandalkan energi yang diimpor seperti Bahan Bakar Minyak (BBM)
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bahlil: Subsidi BBM Mungkin Masih Ada, Tapi Nilainya Diperkecil
&quot;Gas kita juga cukup besar dan itu kan lebih bagus, mandiri dengan kemampuan yang kita miliki sendiri dari pada BBM,&quot; kata Arifin kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Dia mengatakan untuk mendorong penggunaan gas bumi pada sektor transportasi perlu sosialiasi ke masyarskat yang lebih masif, seperti manfaat penghematan dan lebih ramah lingkungan.

&quot;Nah itu lah manfaatnya, nah ini kan cuman kan masyarakat kita barang kali belum tahu manfaatnya BBG. Nah ini memang harus disosialisasikan,&quot; tuturnya.
Arifin mengakui, program konversi BBM ke BBG masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya pemasangan alat pengubah konsumsi bahan bakar dari BBM ke BBG atau konverter kit.

&quot;Tantangannya adalah antara lain oke kita harus mengubah memodifikasi nah salah satu itu,&quot; jelasnya.

Dia melanjutkan, tantangan selanjutnya adalah menimbulkan minat masyarakat untuk menerapkan program konversi BBM ke Bahan Bakar Gas. Hal ini pun perlu didukung oleh pemerintah daerah seperti yang dilakukan di Semarang.

&quot;Dalam arti kata berjenjang mulai dari unsur pemerintahannya sampai ke masyarakat. Contohnya yang sudah jalan di Semarang BBG ini sebaiknya bisa diikuti oleh daerah-daerah lain,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa akan mendorong pemanfataan Bahan Bakar Gas (BBG) pada sektor transportasi untuk membangun kemandirian energi di Indonesia.

Dia menuturkan Indonesia memiliki kandungan gas yang cukup besar, kondisi ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi pada sektor transportasi.

Dengan begitu dapat menciptakan kemandirian energi dan tidak mengandalkan energi yang diimpor seperti Bahan Bakar Minyak (BBM)
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bahlil: Subsidi BBM Mungkin Masih Ada, Tapi Nilainya Diperkecil
&quot;Gas kita juga cukup besar dan itu kan lebih bagus, mandiri dengan kemampuan yang kita miliki sendiri dari pada BBM,&quot; kata Arifin kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Dia mengatakan untuk mendorong penggunaan gas bumi pada sektor transportasi perlu sosialiasi ke masyarskat yang lebih masif, seperti manfaat penghematan dan lebih ramah lingkungan.

&quot;Nah itu lah manfaatnya, nah ini kan cuman kan masyarakat kita barang kali belum tahu manfaatnya BBG. Nah ini memang harus disosialisasikan,&quot; tuturnya.
Arifin mengakui, program konversi BBM ke BBG masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya pemasangan alat pengubah konsumsi bahan bakar dari BBM ke BBG atau konverter kit.

&quot;Tantangannya adalah antara lain oke kita harus mengubah memodifikasi nah salah satu itu,&quot; jelasnya.

Dia melanjutkan, tantangan selanjutnya adalah menimbulkan minat masyarakat untuk menerapkan program konversi BBM ke Bahan Bakar Gas. Hal ini pun perlu didukung oleh pemerintah daerah seperti yang dilakukan di Semarang.

&quot;Dalam arti kata berjenjang mulai dari unsur pemerintahannya sampai ke masyarakat. Contohnya yang sudah jalan di Semarang BBG ini sebaiknya bisa diikuti oleh daerah-daerah lain,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
