<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi: Stok Beras RI 10,2 Juta Ton, Sudah 3 Tahun Tidak Impor</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan stok beras Indonesia mencapai 10,2 juta ton hingga April 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2647838/presiden-jokowi-stok-beras-ri-10-2-juta-ton-sudah-3-tahun-tidak-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2647838/presiden-jokowi-stok-beras-ri-10-2-juta-ton-sudah-3-tahun-tidak-impor"/><item><title>Presiden Jokowi: Stok Beras RI 10,2 Juta Ton, Sudah 3 Tahun Tidak Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2647838/presiden-jokowi-stok-beras-ri-10-2-juta-ton-sudah-3-tahun-tidak-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2647838/presiden-jokowi-stok-beras-ri-10-2-juta-ton-sudah-3-tahun-tidak-impor</guid><pubDate>Senin 15 Agustus 2022 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/15/320/2647838/presiden-jokowi-stok-beras-ri-10-2-juta-ton-sudah-3-tahun-tidak-impor-p1mBytnol6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi sebut Indonesia tidak impor beras selama tiga tahun (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/15/320/2647838/presiden-jokowi-stok-beras-ri-10-2-juta-ton-sudah-3-tahun-tidak-impor-p1mBytnol6.jpg</image><title>Presiden Jokowi sebut Indonesia tidak impor beras selama tiga tahun (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan stok beras Indonesia mencapai 10,2 juta ton hingga April 2022. Bahkan selama tiga tahun Indonesia tidak melakukan impor beras.
Hal itu disampaikan Presiden saat menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras dan baiknya sistem ketahanan pangan yang dimiliki.
BACA JUGA:Dunia Internasional Akui Tiga Tahun Indonesia Swasembada Beras
&quot;Stok (beras) kita di lapangan jumlahnya di akhir April 2022 tertinggi, yaitu 10,2 juta ton. Kalau ditanya barangnya ada di mana? ada di masyarakat, di petani, di restoran-restoran juga di Bulog plus beberapa industri-industri pangan,&quot; kata Presiden dilansir dari Antara, Minggu (15/8/2022).
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa surplus atau stok beras yang dimiliki di tengah krisis pangan dunia, menjadi salah satu indikator Indonesia berhasil meraih penghargaan atas sistem ketahanan pangan yang baik dari IRRI.
BACA JUGA:Indonesia Swasembada Beras, Jokowi Diganjar Penghargaan dari IRRI
Selama tiga tahun terakhir pada 2019 sampai 2021, RI juga konsisten tidak membuka importasi beras karena produksi nasional yang mencukupi kebutuhan pangan. Tercatat, produksi beras nasional rata-rata mencapai 31,3 juta ton pada 2019-2021.
Oleh karena itu, Presiden juga meminta adanya peningkatan produktivitas pangan sehingga Indonesia bisa memasuki pasar ekspor beras.Selain itu, agar tidak bergantung pada satu komoditas saja yakni pada  beras, Presiden meminta diversifikasi pangan, termasuk pada tanaman  sorgum yang saat ini dikembangkan di Waingapu, Nusa Tenggara Timur.
Dengan ekstensifikasi lahan pada tanaman sorgum, Presiden berharap  Indonesia tidak lagi bergantung pada jagung impor, baik untuk bahan  pangan maupun pakan ternak.
&quot;Kita harap dengan terus kita konsentrasi ke sana, insya Allah kita  sudah tidak impor jagung lagi dalam 2-3 tahun mendatang, seperti beras  yang sudah tiga tahun tidak impor,&quot; kata Presiden Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan stok beras Indonesia mencapai 10,2 juta ton hingga April 2022. Bahkan selama tiga tahun Indonesia tidak melakukan impor beras.
Hal itu disampaikan Presiden saat menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras dan baiknya sistem ketahanan pangan yang dimiliki.
BACA JUGA:Dunia Internasional Akui Tiga Tahun Indonesia Swasembada Beras
&quot;Stok (beras) kita di lapangan jumlahnya di akhir April 2022 tertinggi, yaitu 10,2 juta ton. Kalau ditanya barangnya ada di mana? ada di masyarakat, di petani, di restoran-restoran juga di Bulog plus beberapa industri-industri pangan,&quot; kata Presiden dilansir dari Antara, Minggu (15/8/2022).
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa surplus atau stok beras yang dimiliki di tengah krisis pangan dunia, menjadi salah satu indikator Indonesia berhasil meraih penghargaan atas sistem ketahanan pangan yang baik dari IRRI.
BACA JUGA:Indonesia Swasembada Beras, Jokowi Diganjar Penghargaan dari IRRI
Selama tiga tahun terakhir pada 2019 sampai 2021, RI juga konsisten tidak membuka importasi beras karena produksi nasional yang mencukupi kebutuhan pangan. Tercatat, produksi beras nasional rata-rata mencapai 31,3 juta ton pada 2019-2021.
Oleh karena itu, Presiden juga meminta adanya peningkatan produktivitas pangan sehingga Indonesia bisa memasuki pasar ekspor beras.Selain itu, agar tidak bergantung pada satu komoditas saja yakni pada  beras, Presiden meminta diversifikasi pangan, termasuk pada tanaman  sorgum yang saat ini dikembangkan di Waingapu, Nusa Tenggara Timur.
Dengan ekstensifikasi lahan pada tanaman sorgum, Presiden berharap  Indonesia tidak lagi bergantung pada jagung impor, baik untuk bahan  pangan maupun pakan ternak.
&quot;Kita harap dengan terus kita konsentrasi ke sana, insya Allah kita  sudah tidak impor jagung lagi dalam 2-3 tahun mendatang, seperti beras  yang sudah tiga tahun tidak impor,&quot; kata Presiden Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
