<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makin Ngeri! BPS Waspadai Ketegangan Geopolitik China-Taiwan</title><description>Pemerintah perlu mewaspadai ketegangan geopolitik China dan Taiwan yang tengah terjadi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2648063/makin-ngeri-bps-waspadai-ketegangan-geopolitik-china-taiwan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2648063/makin-ngeri-bps-waspadai-ketegangan-geopolitik-china-taiwan"/><item><title>Makin Ngeri! BPS Waspadai Ketegangan Geopolitik China-Taiwan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2648063/makin-ngeri-bps-waspadai-ketegangan-geopolitik-china-taiwan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2648063/makin-ngeri-bps-waspadai-ketegangan-geopolitik-china-taiwan</guid><pubDate>Senin 15 Agustus 2022 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/15/320/2648063/makin-ngeri-bps-waspadai-ketegangan-geopolitik-china-taiwan-r6SpcmKH2k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS ingatkan dampak konflik China-Taiwan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/15/320/2648063/makin-ngeri-bps-waspadai-ketegangan-geopolitik-china-taiwan-r6SpcmKH2k.jpg</image><title>BPS ingatkan dampak konflik China-Taiwan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah perlu mewaspadai ketegangan geopolitik China dan Taiwan yang tengah terjadi. Deputi Bidang Statistik Distribusi Dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto menilai ketegangan tersebut dapat mempengaruhi sektor perdagangan.
&quot;Perkembangan ini perlu kita waspadai karena China dan Taiwan juga penting dalam perdagangan internasional Indonesia,&quot; kata Setianto dilansir dari Antara, Senin (15/8/2022).
BACA JUGA:Sindir Konflik China-Taiwan Gunakan Jumlah Restoran, Jubir Kemlu China Tuai Kecaman

Setianto menyampaikan China merupakan mitra dagang strategis Indonesia, dengan kontribusi terhadap ekspor maupun impor, di atas 20% dari total ekspor dan impor RI.
Di sisi lain, ekspor Indonesia ke Taiwan juga cenderung mengalami peningkatan seperti tercatat dalam pendataan BPS.
&quot;Terkait dengan China dan Taiwan, kita ketahui bahwa China dan Taiwan adalah eksportir utama untuk komponen elektronik dunia,&quot; ujar Setianto.
BACA JUGA:China-Taiwan Memanas, Bagaimana Investasi Foxconn ke Indonesia?

Adapun China merupakan eksportir untuk komoditas sirkuit elektronik terpadu atau integrated circuits terbesar kedua di dunia dan eksportir komputer terbesar utama di dunia, termasuk office machine parts.
Sementara Taiwan, merupakan eksportir integrated circuits terbesar pertama di dunia dan eksportir office machine parts terbesar keempat di dunia.
&quot;Jadi, terkait dengan catatan geopolitik ini, China dan Taiwan menjadi sangat strategis bagi perdagangan internasional indonesia,&quot; ujar Setianto.Diketahui, hubungan antara China dan Taiwan sempat memanas usai Ketua  DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi berkunjung ke Taipei.
Kendati demikian, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan  (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menilai dampak konflik China dengan Taiwan  terhadap perekonomian Indonesia sejauh ini cukup terbatas atau kecil,  meski keadaan tersebut tetap harus diwaspadai.
&quot;Sejauh ini memang belum terlihat ada dampak yang cukup signifikan, akan tetapi kita tetap harus waspada,&quot; ucap Febrio.
Dia menjelaskan ketegangan Taiwan dengan China yang kini sedang  berlangsung merupakan permasalahan geopolitik, sehingga jika dilihat  dari segi perekonomian konflik tersebut memiliki risiko yang bersifat  eksogen.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah perlu mewaspadai ketegangan geopolitik China dan Taiwan yang tengah terjadi. Deputi Bidang Statistik Distribusi Dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto menilai ketegangan tersebut dapat mempengaruhi sektor perdagangan.
&quot;Perkembangan ini perlu kita waspadai karena China dan Taiwan juga penting dalam perdagangan internasional Indonesia,&quot; kata Setianto dilansir dari Antara, Senin (15/8/2022).
BACA JUGA:Sindir Konflik China-Taiwan Gunakan Jumlah Restoran, Jubir Kemlu China Tuai Kecaman

Setianto menyampaikan China merupakan mitra dagang strategis Indonesia, dengan kontribusi terhadap ekspor maupun impor, di atas 20% dari total ekspor dan impor RI.
Di sisi lain, ekspor Indonesia ke Taiwan juga cenderung mengalami peningkatan seperti tercatat dalam pendataan BPS.
&quot;Terkait dengan China dan Taiwan, kita ketahui bahwa China dan Taiwan adalah eksportir utama untuk komponen elektronik dunia,&quot; ujar Setianto.
BACA JUGA:China-Taiwan Memanas, Bagaimana Investasi Foxconn ke Indonesia?

Adapun China merupakan eksportir untuk komoditas sirkuit elektronik terpadu atau integrated circuits terbesar kedua di dunia dan eksportir komputer terbesar utama di dunia, termasuk office machine parts.
Sementara Taiwan, merupakan eksportir integrated circuits terbesar pertama di dunia dan eksportir office machine parts terbesar keempat di dunia.
&quot;Jadi, terkait dengan catatan geopolitik ini, China dan Taiwan menjadi sangat strategis bagi perdagangan internasional indonesia,&quot; ujar Setianto.Diketahui, hubungan antara China dan Taiwan sempat memanas usai Ketua  DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi berkunjung ke Taipei.
Kendati demikian, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan  (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menilai dampak konflik China dengan Taiwan  terhadap perekonomian Indonesia sejauh ini cukup terbatas atau kecil,  meski keadaan tersebut tetap harus diwaspadai.
&quot;Sejauh ini memang belum terlihat ada dampak yang cukup signifikan, akan tetapi kita tetap harus waspada,&quot; ucap Febrio.
Dia menjelaskan ketegangan Taiwan dengan China yang kini sedang  berlangsung merupakan permasalahan geopolitik, sehingga jika dilihat  dari segi perekonomian konflik tersebut memiliki risiko yang bersifat  eksogen.</content:encoded></item></channel></rss>
