<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kuota Pertalite Tipis, RI Perlu Rp65 Triliun untuk Jaga Pasokan BBM Subsidi</title><description>Pemerintah perlu mengeluarkan dana sekitar Rp 65 triliun untuk bisa menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2648136/kuota-pertalite-tipis-ri-perlu-rp65-triliun-untuk-jaga-pasokan-bbm-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2648136/kuota-pertalite-tipis-ri-perlu-rp65-triliun-untuk-jaga-pasokan-bbm-subsidi"/><item><title>Kuota Pertalite Tipis, RI Perlu Rp65 Triliun untuk Jaga Pasokan BBM Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2648136/kuota-pertalite-tipis-ri-perlu-rp65-triliun-untuk-jaga-pasokan-bbm-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/15/320/2648136/kuota-pertalite-tipis-ri-perlu-rp65-triliun-untuk-jaga-pasokan-bbm-subsidi</guid><pubDate>Senin 15 Agustus 2022 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/15/320/2648136/kuota-pertalite-tipis-ri-perlu-rp65-triliun-untuk-jaga-pasokan-bbm-subsidi-iXpDRNWLrj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BBM Pertalite (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/15/320/2648136/kuota-pertalite-tipis-ri-perlu-rp65-triliun-untuk-jaga-pasokan-bbm-subsidi-iXpDRNWLrj.jpg</image><title>BBM Pertalite (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah perlu mengeluarkan dana sekitar Rp 65 triliun untuk bisa menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan pertalite.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan. Menurutnya dana tersebut dibutuhkan apabila pemerintah menambahkan kuota untuk pertalite dan solar subsidi tanpa ada kenaikan harga.
BACA JUGA:Kuota Pertalite Menipis Jadi Peringatan Subsidi BBM Bakal Lebih Besar dari Rp502 Triliun
&quot;Memang dibutuhkan dana yang cukup besar kalau berdasarkan perhitungan kami,&quot; ujar Mamit dalam program Market Review di IDX Channel, Senin (15/8/2022).
Dia menjelaskan dengan penambahan 5 juta kiloliter (KL) untuk pertalite sampai akhir tahun, dengan harga keekonomian saat ini Rp9.000 per liter maka untuk pertalite saja dibutuhkan kurang lebih Rp45 triliun.
BACA JUGA:Jika Kuota Pertalite Jebol, Subsidi BBM Bakal Tembus Rp600 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Sedangkan untuk solar subsidi berdasarkan perhitungan Energy Watch bersama Pertamina membutuhkan kurang lebih 1,4 juta KL sampai dengan 1,5 juta KL hingga akhir tahun, apabila dihitung dengan selisih harga keekonomian Rp13.000 per liter maka dibutuhkan kurang lebih 19,5 triliun.&quot;Jadi kalau kita total sampai dengan akhir tahun tadi kurang lebih dibutuhkan hampir Rp65 triliun bagi pemerintah untuk tetap menjaga pasokan solar dan pertalite sampai dengan akhir tahun sehingga tidak terjadi gejolak di masyarakat. Itu dengan tidak ada kenaikan harga,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah perlu mengeluarkan dana sekitar Rp 65 triliun untuk bisa menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan pertalite.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan. Menurutnya dana tersebut dibutuhkan apabila pemerintah menambahkan kuota untuk pertalite dan solar subsidi tanpa ada kenaikan harga.
BACA JUGA:Kuota Pertalite Menipis Jadi Peringatan Subsidi BBM Bakal Lebih Besar dari Rp502 Triliun
&quot;Memang dibutuhkan dana yang cukup besar kalau berdasarkan perhitungan kami,&quot; ujar Mamit dalam program Market Review di IDX Channel, Senin (15/8/2022).
Dia menjelaskan dengan penambahan 5 juta kiloliter (KL) untuk pertalite sampai akhir tahun, dengan harga keekonomian saat ini Rp9.000 per liter maka untuk pertalite saja dibutuhkan kurang lebih Rp45 triliun.
BACA JUGA:Jika Kuota Pertalite Jebol, Subsidi BBM Bakal Tembus Rp600 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Sedangkan untuk solar subsidi berdasarkan perhitungan Energy Watch bersama Pertamina membutuhkan kurang lebih 1,4 juta KL sampai dengan 1,5 juta KL hingga akhir tahun, apabila dihitung dengan selisih harga keekonomian Rp13.000 per liter maka dibutuhkan kurang lebih 19,5 triliun.&quot;Jadi kalau kita total sampai dengan akhir tahun tadi kurang lebih dibutuhkan hampir Rp65 triliun bagi pemerintah untuk tetap menjaga pasokan solar dan pertalite sampai dengan akhir tahun sehingga tidak terjadi gejolak di masyarakat. Itu dengan tidak ada kenaikan harga,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
