<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Moratelindo (MORA) Bukukan Laba Rp346,06 Miliar, Naik 15,16% di Semester I-2022</title><description>PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo membukukan laba sebesar Rp346,06 miliar di semester I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/278/2648613/moratelindo-mora-bukukan-laba-rp346-06-miliar-naik-15-16-di-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/278/2648613/moratelindo-mora-bukukan-laba-rp346-06-miliar-naik-15-16-di-semester-i-2022"/><item><title>Moratelindo (MORA) Bukukan Laba Rp346,06 Miliar, Naik 15,16% di Semester I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/278/2648613/moratelindo-mora-bukukan-laba-rp346-06-miliar-naik-15-16-di-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/278/2648613/moratelindo-mora-bukukan-laba-rp346-06-miliar-naik-15-16-di-semester-i-2022</guid><pubDate>Selasa 16 Agustus 2022 09:54 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/16/278/2648613/moratelindo-mora-bukukan-laba-rp346-06-miliar-naik-15-16-di-semester-i-2022-IeKPk4O20T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Moratelindo alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/16/278/2648613/moratelindo-mora-bukukan-laba-rp346-06-miliar-naik-15-16-di-semester-i-2022-IeKPk4O20T.jpg</image><title>Laba Moratelindo alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo membukukan laba sebesar Rp346,06 miliar di semester I 2022. Laba MORA naik 15,16% dari sebelumnya Rp300,48 miliar di periode yang sama tahun lalu.
Dalam enam bulan pertama tahun ini, emiten teknologi ini mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 3,61% menjadi Rp2,14 triliun dari sebelumnya Rp2,07 triliun. Adapun pendapatan dari kontrak dengan pelanggan penyelenggaraan telekomunikasi tercatat sebesar Rp1,40 triliun.
BACA JUGA:Moratelindo Telematika Indonesia (MORA) Tetapkan Harga IPO Rp396/Saham

Dengan rincian, segmen jaringan domestik menyumbang sebesar Rp572,34 miliar, kemudian layanan internet membukukan pendapatan Rp392,20 miliar, segmen VSAT tercatat sebesar Rp281,59 miliar dan pendapatan dari jaringan internasional sebesar Rp160,72 miliar.
Sementara itu, pendapatan di sektor non penyelenggaraan telekomunikasi tercatat sebesar Rp729,94 miliar. Dengan rincian, pendapatan keuangan dari konsesi jasa sebesar Rp561,13 miliar, pendapatan segmen pusat data sebesar Rp22,78 miliar dan pendapatan segmen lainnya sebesar Rp146,02 miliar.
BACA JUGA:IPO, Moratelindo (MORA) Siapkan Belanja Modal Rp1,4 Triliun

Dari sisi pengeluaran, beban langsung MORA susut 5,87% menjadi Rp755,15 miliar dari sebelumnya Rp802,27 miliar. Kemudian, beban bunga dan keuangan menjadi Rp375,82 miliar atau turun 3,11% dari Rp387,91 miliar. Sedangkan, beban usaha MORA naik 11,54% menjadi Rp508,48 miliar dari sebelumnya Rp455,84 miliar.Jika dibandingkan dengan periode akhir tahun lalu, total nilai aset  perseroan naik 4,88% dari Rp8,90 triliun menjadi Rp9,33 triliun.  Sementara liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp6,33 triliun dan  ekuitas sebesar Rp3 triliun.
Pasca melantai di bursa, perseroan akan memprioritaskan untuk  memperluas jaringan layanan internet rumah atau fiber to home. MORA akan  memperluas jaringannya ke Kalimantan, Medan, Jambi, Kupang, Bali dan  seluruh Jawa.
Selain memperluas lokasi jaringan fiber opticnya, perseroan juga akan  menggunakan satelit untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang belum  mendapat akses internet. Jimmy optimistis dengan strategi tersebut,  perseroan akan mampu mencapai target pendapatan sebanyak dua digit tahun  ini.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo membukukan laba sebesar Rp346,06 miliar di semester I 2022. Laba MORA naik 15,16% dari sebelumnya Rp300,48 miliar di periode yang sama tahun lalu.
Dalam enam bulan pertama tahun ini, emiten teknologi ini mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 3,61% menjadi Rp2,14 triliun dari sebelumnya Rp2,07 triliun. Adapun pendapatan dari kontrak dengan pelanggan penyelenggaraan telekomunikasi tercatat sebesar Rp1,40 triliun.
BACA JUGA:Moratelindo Telematika Indonesia (MORA) Tetapkan Harga IPO Rp396/Saham

Dengan rincian, segmen jaringan domestik menyumbang sebesar Rp572,34 miliar, kemudian layanan internet membukukan pendapatan Rp392,20 miliar, segmen VSAT tercatat sebesar Rp281,59 miliar dan pendapatan dari jaringan internasional sebesar Rp160,72 miliar.
Sementara itu, pendapatan di sektor non penyelenggaraan telekomunikasi tercatat sebesar Rp729,94 miliar. Dengan rincian, pendapatan keuangan dari konsesi jasa sebesar Rp561,13 miliar, pendapatan segmen pusat data sebesar Rp22,78 miliar dan pendapatan segmen lainnya sebesar Rp146,02 miliar.
BACA JUGA:IPO, Moratelindo (MORA) Siapkan Belanja Modal Rp1,4 Triliun

Dari sisi pengeluaran, beban langsung MORA susut 5,87% menjadi Rp755,15 miliar dari sebelumnya Rp802,27 miliar. Kemudian, beban bunga dan keuangan menjadi Rp375,82 miliar atau turun 3,11% dari Rp387,91 miliar. Sedangkan, beban usaha MORA naik 11,54% menjadi Rp508,48 miliar dari sebelumnya Rp455,84 miliar.Jika dibandingkan dengan periode akhir tahun lalu, total nilai aset  perseroan naik 4,88% dari Rp8,90 triliun menjadi Rp9,33 triliun.  Sementara liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp6,33 triliun dan  ekuitas sebesar Rp3 triliun.
Pasca melantai di bursa, perseroan akan memprioritaskan untuk  memperluas jaringan layanan internet rumah atau fiber to home. MORA akan  memperluas jaringannya ke Kalimantan, Medan, Jambi, Kupang, Bali dan  seluruh Jawa.
Selain memperluas lokasi jaringan fiber opticnya, perseroan juga akan  menggunakan satelit untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang belum  mendapat akses internet. Jimmy optimistis dengan strategi tersebut,  perseroan akan mampu mencapai target pendapatan sebanyak dua digit tahun  ini.</content:encoded></item></channel></rss>
