<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Pastikan Rasio Utang Indonesia Lebih Rendah Dari Thailand hingga Jepang</title><description>Airlangga Hartarto memastikan utang pemerintah masih berada di level yang relatif rendah, yakni di kisaran 40,3% dari GDP.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648574/menko-airlangga-pastikan-rasio-utang-indonesia-lebih-rendah-dari-thailand-hingga-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648574/menko-airlangga-pastikan-rasio-utang-indonesia-lebih-rendah-dari-thailand-hingga-jepang"/><item><title>Menko Airlangga Pastikan Rasio Utang Indonesia Lebih Rendah Dari Thailand hingga Jepang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648574/menko-airlangga-pastikan-rasio-utang-indonesia-lebih-rendah-dari-thailand-hingga-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648574/menko-airlangga-pastikan-rasio-utang-indonesia-lebih-rendah-dari-thailand-hingga-jepang</guid><pubDate>Selasa 16 Agustus 2022 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/16/320/2648574/menko-airlangga-pastikan-rasio-utang-indonesia-lebih-rendah-dari-thailand-hingga-jepang-I8jVvVhTB6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rasio utang Indonesia relatif rendah (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/16/320/2648574/menko-airlangga-pastikan-rasio-utang-indonesia-lebih-rendah-dari-thailand-hingga-jepang-I8jVvVhTB6.jpg</image><title>Rasio utang Indonesia relatif rendah (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan utang pemerintah masih berada di level yang relatif rendah, yakni di kisaran 40,3% dari GDP.
&quot;Persentase tersebut masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara lain seperti Thailand yang menyentuh 53,7%, India 56,3%, Amerika Serikat 128,9%, dan Jepang 229,1%,&quot; ungkap Airlangga, Selasa (16/8/2022).
BACA JUGA:Jreng! Ini 10 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

Saat ini perekonomian global tengah dihadapkan pada tantangan yang disebut dengan The Perfect Storm atau 5C yaitu Covid-19, Conflict Rusia-Ukraina, Climate Change, Commodity Prices, dan Cost of Living.
Dalam menghadapi The Perfect Storm, banyak negara merespon dengan melakukan pelarangan ekspor komoditas pangan esensialnya dan melakukan pengetatan kebijakan moneter. Kondisi ini kemudian meningkatkan risiko terjadinya stagflasi dan jika berkelanjutan, akan dapat memicu resesi global. Namun, peluang Indonesia untuk mengalami resesi relatif lebih kecil dibandingkan negara lainnya.
BACA JUGA:Penyebab Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp5.933 Triliun

Dari sisi ketahanan pangan, Indonesia juga telah mendapat apresiasi dari International Rice Research Institute (IRRI) atas sistem ketahanan pangan yang baik dan berhasil swasembada beras selama tiga tahun terakhir. Indonesia juga diberi penghargaan untuk ekosistem pangan termasuk infrastruktur pertanian yang secara konsisten membangun infrastruktur. Infrastruktur tersebut seperti bendungan dengan target 60 bendungan sampai dengan 2024, lumbung dan jaringan irigasi yang terkoneksi, serta penelitian varietas-varietas unggul yang juga bekerjasama dengan IRRI.
&quot;Sedangkan dari sisi ketahanan energi, saat ini Indonesia masih dapat memanfaatkan windfall dari ekspor komoditas andalan dan menjadikan APBN sebagai buffer. Meskipun hal ini perlu disesuaikan agar subsidi tidak membengkak,&quot; terang Airlangga.Upaya menjaga ketahanan energi dan pangan diiringi dengan upaya  menjaga ketahanan keuangan yang semakin baik. Utang Luar Negeri  Indonesia secara keseluruhan pada Mei 2022 telah menurun di angka  USD406,3 Miliar atau 33,7% dari PDB, atau turun USD3,8 miliar dibanding  April 2022 yang mencapai USD410,1 miliar.
Berbagai leading indicator lainnya juga memperlihatkan bahwa  pemulihan akan terus berlanjut dengan prospek yang positif. Purchasing  Manager Index (PMI) Manufaktur terus berada di level ekspansif selama 11  bulan berturut-turut, indeks kepercayaan konsumen juga terus berada di  area positif, dan penjualan ritel juga terus tumbuh.
Dari sisi pasar modal, IHSG juga terus mengalami tren yang positif,  dimana secara year-to-date hingga 12 Agustus 2022 telah mengalami  pertumbuhan 8,32% atau berada di level 7.129. Berbagai indikator  tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha di berbagai sektor masih solid  dan akan terus mengalami perkembangan yang baik.
&amp;ldquo;Terakhir, saya mengucapkan selamat kepada para peraih penghargaan di  ajang Bisnis Indonesia Award ini. Semoga dengan adanya ajang  penghargaan ini, dapat memacu semangat kita semua dalam mewujudkan  berbagai upaya untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi,&amp;rdquo; tutup Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan utang pemerintah masih berada di level yang relatif rendah, yakni di kisaran 40,3% dari GDP.
&quot;Persentase tersebut masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara lain seperti Thailand yang menyentuh 53,7%, India 56,3%, Amerika Serikat 128,9%, dan Jepang 229,1%,&quot; ungkap Airlangga, Selasa (16/8/2022).
BACA JUGA:Jreng! Ini 10 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

Saat ini perekonomian global tengah dihadapkan pada tantangan yang disebut dengan The Perfect Storm atau 5C yaitu Covid-19, Conflict Rusia-Ukraina, Climate Change, Commodity Prices, dan Cost of Living.
Dalam menghadapi The Perfect Storm, banyak negara merespon dengan melakukan pelarangan ekspor komoditas pangan esensialnya dan melakukan pengetatan kebijakan moneter. Kondisi ini kemudian meningkatkan risiko terjadinya stagflasi dan jika berkelanjutan, akan dapat memicu resesi global. Namun, peluang Indonesia untuk mengalami resesi relatif lebih kecil dibandingkan negara lainnya.
BACA JUGA:Penyebab Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp5.933 Triliun

Dari sisi ketahanan pangan, Indonesia juga telah mendapat apresiasi dari International Rice Research Institute (IRRI) atas sistem ketahanan pangan yang baik dan berhasil swasembada beras selama tiga tahun terakhir. Indonesia juga diberi penghargaan untuk ekosistem pangan termasuk infrastruktur pertanian yang secara konsisten membangun infrastruktur. Infrastruktur tersebut seperti bendungan dengan target 60 bendungan sampai dengan 2024, lumbung dan jaringan irigasi yang terkoneksi, serta penelitian varietas-varietas unggul yang juga bekerjasama dengan IRRI.
&quot;Sedangkan dari sisi ketahanan energi, saat ini Indonesia masih dapat memanfaatkan windfall dari ekspor komoditas andalan dan menjadikan APBN sebagai buffer. Meskipun hal ini perlu disesuaikan agar subsidi tidak membengkak,&quot; terang Airlangga.Upaya menjaga ketahanan energi dan pangan diiringi dengan upaya  menjaga ketahanan keuangan yang semakin baik. Utang Luar Negeri  Indonesia secara keseluruhan pada Mei 2022 telah menurun di angka  USD406,3 Miliar atau 33,7% dari PDB, atau turun USD3,8 miliar dibanding  April 2022 yang mencapai USD410,1 miliar.
Berbagai leading indicator lainnya juga memperlihatkan bahwa  pemulihan akan terus berlanjut dengan prospek yang positif. Purchasing  Manager Index (PMI) Manufaktur terus berada di level ekspansif selama 11  bulan berturut-turut, indeks kepercayaan konsumen juga terus berada di  area positif, dan penjualan ritel juga terus tumbuh.
Dari sisi pasar modal, IHSG juga terus mengalami tren yang positif,  dimana secara year-to-date hingga 12 Agustus 2022 telah mengalami  pertumbuhan 8,32% atau berada di level 7.129. Berbagai indikator  tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha di berbagai sektor masih solid  dan akan terus mengalami perkembangan yang baik.
&amp;ldquo;Terakhir, saya mengucapkan selamat kepada para peraih penghargaan di  ajang Bisnis Indonesia Award ini. Semoga dengan adanya ajang  penghargaan ini, dapat memacu semangat kita semua dalam mewujudkan  berbagai upaya untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi,&amp;rdquo; tutup Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
