<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Ungkap Kekuatan Ekonomi Indonesia</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan laju inflasi Indonesia masih jauh lebih moderat dibandingkan dengan negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648884/jokowi-ungkap-kekuatan-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648884/jokowi-ungkap-kekuatan-ekonomi-indonesia"/><item><title>Jokowi Ungkap Kekuatan Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648884/jokowi-ungkap-kekuatan-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648884/jokowi-ungkap-kekuatan-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Selasa 16 Agustus 2022 14:44 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/16/320/2648884/jokowi-ungkap-kekuatan-ekonomi-indonesia-HeZJoBrMAK.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: DPR RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/16/320/2648884/jokowi-ungkap-kekuatan-ekonomi-indonesia-HeZJoBrMAK.JPG</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: DPR RI)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan laju inflasi Indonesia masih jauh lebih moderat dibandingkan dengan negara lain.

&quot;Per Juli, tingkat inflasi Indonesia sebesar 4,9% (YoY). Hal itu ditopang oleh peran APBN dalam menjaga stabilitas harga energi dan pangan,&quot; kata Jokowi dalam pidato Nota Keuangan 2023, Selasa (16/8/2022).

Kendati demikian, konsekuensinya, anggaran subsidi dan kompensasi energi yang membengkak.

&quot;Anggaran subsidi dan kompensasi pada tahun 2022 meningkat menjadi Rp502 triliun,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jokowi: Indonesia Dapat Apresiasi Tangani Pemulihan Ekonomi dengan Cepat
Dia menyebutkan, di sisi lain, pemulihan ekonomi Indonesia dalam tren yang terus menguat, tumbuh 5,01% di triwulan-I dan menguat signifikan menjadi 5,44% di triwulan-II 2022.

&quot;Sektor-sektor strategis seperti manufaktur dan perdagangan tumbuh secara ekspansif, didukung oleh konsumsi masyarakat yang mulai pulih serta solidnya kinerja ekspor,&quot; ucapnya.

Neraca perdagangan, sebut dia, telah mengalami surplus selama 27 bulan berturut-turut.
&quot;Sektor manufaktur yang mengalami pemulihan kuat menopang tingginya kinerja ekspor nasional.Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi hilirisasi industri yang kita jalankan sejak 2015,&quot; tambahnya.

Tingginya kinerja ekspor juga didukung oleh sektor pertambangan seiring meningkatnya harga komoditas global.

&quot;Sektor transportasi dan akomodasi yang paling terdampak pandemi juga mulai mengalami pemulihan, masing-masing tumbuh 21,3% dan 9,8% pada triwulan
II 2022,&quot; bebernya.

Pada Juli 2022, Jokowi mengatakan bahwa Indikator Purchasing Managers&amp;rsquo;
Index (PMI) meningkat menjadi 51,3%, di mana ini mencerminkan arah pemulihan yang semakin kuat pada semester-II.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan laju inflasi Indonesia masih jauh lebih moderat dibandingkan dengan negara lain.

&quot;Per Juli, tingkat inflasi Indonesia sebesar 4,9% (YoY). Hal itu ditopang oleh peran APBN dalam menjaga stabilitas harga energi dan pangan,&quot; kata Jokowi dalam pidato Nota Keuangan 2023, Selasa (16/8/2022).

Kendati demikian, konsekuensinya, anggaran subsidi dan kompensasi energi yang membengkak.

&quot;Anggaran subsidi dan kompensasi pada tahun 2022 meningkat menjadi Rp502 triliun,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jokowi: Indonesia Dapat Apresiasi Tangani Pemulihan Ekonomi dengan Cepat
Dia menyebutkan, di sisi lain, pemulihan ekonomi Indonesia dalam tren yang terus menguat, tumbuh 5,01% di triwulan-I dan menguat signifikan menjadi 5,44% di triwulan-II 2022.

&quot;Sektor-sektor strategis seperti manufaktur dan perdagangan tumbuh secara ekspansif, didukung oleh konsumsi masyarakat yang mulai pulih serta solidnya kinerja ekspor,&quot; ucapnya.

Neraca perdagangan, sebut dia, telah mengalami surplus selama 27 bulan berturut-turut.
&quot;Sektor manufaktur yang mengalami pemulihan kuat menopang tingginya kinerja ekspor nasional.Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi hilirisasi industri yang kita jalankan sejak 2015,&quot; tambahnya.

Tingginya kinerja ekspor juga didukung oleh sektor pertambangan seiring meningkatnya harga komoditas global.

&quot;Sektor transportasi dan akomodasi yang paling terdampak pandemi juga mulai mengalami pemulihan, masing-masing tumbuh 21,3% dan 9,8% pada triwulan
II 2022,&quot; bebernya.

Pada Juli 2022, Jokowi mengatakan bahwa Indikator Purchasing Managers&amp;rsquo;
Index (PMI) meningkat menjadi 51,3%, di mana ini mencerminkan arah pemulihan yang semakin kuat pada semester-II.</content:encoded></item></channel></rss>
