<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Sebut Defisit APBN 2023 Kembali ke 3% Capai Rp598,2 Triliun</title><description>Defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2023 dipatok 2,85% terhadap PDB.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648933/jokowi-sebut-defisit-apbn-2023-kembali-ke-3-capai-rp598-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648933/jokowi-sebut-defisit-apbn-2023-kembali-ke-3-capai-rp598-2-triliun"/><item><title>Jokowi Sebut Defisit APBN 2023 Kembali ke 3% Capai Rp598,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648933/jokowi-sebut-defisit-apbn-2023-kembali-ke-3-capai-rp598-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2648933/jokowi-sebut-defisit-apbn-2023-kembali-ke-3-capai-rp598-2-triliun</guid><pubDate>Selasa 16 Agustus 2022 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/16/320/2648933/jokowi-sebut-defisit-apbn-2023-kembali-ke-3-capai-rp598-2-triliun-ryCLyHNS5q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Defisit anggaran RAPBN 2023 kembali ke 3% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/16/320/2648933/jokowi-sebut-defisit-apbn-2023-kembali-ke-3-capai-rp598-2-triliun-ryCLyHNS5q.jpg</image><title>Defisit anggaran RAPBN 2023 kembali ke 3% (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2023 dipatok 2,85% terhadap PDB. Presiden Joko Widodo menyampaikan defisit RAPBN 2023 mencapai Rp598,2 triliun.
BACA JUGA:Jokowi: APBN 2023 Disusun Antisipatif-Responsif Terhadap Gejolak

&quot;Defisit anggaran tahun 2023 merupakan tahun pertama kita kembali ke defisit maksimal 3% terhadap PDB,&quot; kata Jokowi dalam pidato Nota Keuangan, Selasa (16/8/2022).
Presiden menjelaskan, defisit tersebut akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati dengan menjaga keberlanjutan fiskal.
BACA JUGA:Tuntutan DPR pada RAPBN 2023, Lindungi Daya Beli dan Sejahterakan Rakyat

&quot;Komitmen untuk menjaga keberlanjutan fiskal dilakukan agar tingkat risiko utang selalu dalam batas aman melalui pendalaman pasar keuangan,&quot; ucapnya.Untuk diketahui, belanja Negara dalam RAPBN 2023 direncanakan sebesar Rp3.041,7 triliun yang meliputi, belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2.230,0 triliun, serta Transfer ke Daerah Rp811,7 triliun.
Untuk menjalankan agenda pembangunan tersebut, pendapatan negara pada  tahun 2023 dirancang sebesar Rp2.443,6 triliun, yang terdiri dari  penerimaan perpajakan sebesar Rp2.016,9 triliun dan Penerimaan Negara  Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp426,3 triliun.
Mobilisasi pendapatan negara dilakukan dalam bentuk optimalisasi penerimaan pajak maupun reformasi pengelolaan PNBP.</description><content:encoded>JAKARTA - Defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2023 dipatok 2,85% terhadap PDB. Presiden Joko Widodo menyampaikan defisit RAPBN 2023 mencapai Rp598,2 triliun.
BACA JUGA:Jokowi: APBN 2023 Disusun Antisipatif-Responsif Terhadap Gejolak

&quot;Defisit anggaran tahun 2023 merupakan tahun pertama kita kembali ke defisit maksimal 3% terhadap PDB,&quot; kata Jokowi dalam pidato Nota Keuangan, Selasa (16/8/2022).
Presiden menjelaskan, defisit tersebut akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati dengan menjaga keberlanjutan fiskal.
BACA JUGA:Tuntutan DPR pada RAPBN 2023, Lindungi Daya Beli dan Sejahterakan Rakyat

&quot;Komitmen untuk menjaga keberlanjutan fiskal dilakukan agar tingkat risiko utang selalu dalam batas aman melalui pendalaman pasar keuangan,&quot; ucapnya.Untuk diketahui, belanja Negara dalam RAPBN 2023 direncanakan sebesar Rp3.041,7 triliun yang meliputi, belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2.230,0 triliun, serta Transfer ke Daerah Rp811,7 triliun.
Untuk menjalankan agenda pembangunan tersebut, pendapatan negara pada  tahun 2023 dirancang sebesar Rp2.443,6 triliun, yang terdiri dari  penerimaan perpajakan sebesar Rp2.016,9 triliun dan Penerimaan Negara  Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp426,3 triliun.
Mobilisasi pendapatan negara dilakukan dalam bentuk optimalisasi penerimaan pajak maupun reformasi pengelolaan PNBP.</content:encoded></item></channel></rss>
