<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBN RI Rp66 Triliun, Sri Mulyani: Kita Harus Waspada!</title><description>Volatilitas dari kebijakan The Fed berdampak terhadap capital outflow dari emerging market. Pada tahun 2022 ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2649132/sbn-ri-rp66-triliun-sri-mulyani-kita-harus-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2649132/sbn-ri-rp66-triliun-sri-mulyani-kita-harus-waspada"/><item><title>SBN RI Rp66 Triliun, Sri Mulyani: Kita Harus Waspada!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2649132/sbn-ri-rp66-triliun-sri-mulyani-kita-harus-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/16/320/2649132/sbn-ri-rp66-triliun-sri-mulyani-kita-harus-waspada</guid><pubDate>Selasa 16 Agustus 2022 18:54 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/16/320/2649132/sbn-ri-rp66-triliun-sri-mulyani-kita-harus-waspada-v7RQmf76x4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/16/320/2649132/sbn-ri-rp66-triliun-sri-mulyani-kita-harus-waspada-v7RQmf76x4.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Volatilitas dari kebijakan The Fed berdampak terhadap capital outflow dari emerging market. Pada tahun 2022 ini, telah keluar USD50 miliar untuk Indonesia capital outflow terutama dari sisi Surat Berharga Negara (SBN).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ini yang membuatnya harus waspada karena berarti permintaan terhadap SBN terutama dari asing akan perlu dijaga untuk tidak menimbulkan kenaikan yield yang terlalu besar. Saat ini Rp66 triliun sudah keluar dari sisi SBN di Indonesia.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Kenaikan Harga Komoditas Ganggu Momentum Pemulihan Ekonomi

&quot;Namun kita mampu menjaga stabilitas SBN karena sekarang kepemilikan asing hanya 15,6% sehingga kalau kita lihat yield dari SBN kita relatif justru mengalami tightening atau mendekat ke US treasury yang mengalami kenaikan,&quot; kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Nota Keuangan &amp;amp; RUU APBN 2023, Selasa (16/8/2022).
Diketahui hal tersebut yang menyebabkan Indonesia cukup kompetitif namun ini tidak boleh membuat kita terlena.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Terkoreksi Cukup Dalam

Yield dari SBN Indonesia dalam hal ini mengalami koreksi 5,3% dan kemudian secara ytd di 9,5% kenaikannya.&quot;Kalau kita lihat negara-negara lain bahkan Amerika sendiri kenaikan yieldnya bahkan mencapai 87%,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Volatilitas dari kebijakan The Fed berdampak terhadap capital outflow dari emerging market. Pada tahun 2022 ini, telah keluar USD50 miliar untuk Indonesia capital outflow terutama dari sisi Surat Berharga Negara (SBN).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ini yang membuatnya harus waspada karena berarti permintaan terhadap SBN terutama dari asing akan perlu dijaga untuk tidak menimbulkan kenaikan yield yang terlalu besar. Saat ini Rp66 triliun sudah keluar dari sisi SBN di Indonesia.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Kenaikan Harga Komoditas Ganggu Momentum Pemulihan Ekonomi

&quot;Namun kita mampu menjaga stabilitas SBN karena sekarang kepemilikan asing hanya 15,6% sehingga kalau kita lihat yield dari SBN kita relatif justru mengalami tightening atau mendekat ke US treasury yang mengalami kenaikan,&quot; kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Nota Keuangan &amp;amp; RUU APBN 2023, Selasa (16/8/2022).
Diketahui hal tersebut yang menyebabkan Indonesia cukup kompetitif namun ini tidak boleh membuat kita terlena.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Terkoreksi Cukup Dalam

Yield dari SBN Indonesia dalam hal ini mengalami koreksi 5,3% dan kemudian secara ytd di 9,5% kenaikannya.&quot;Kalau kita lihat negara-negara lain bahkan Amerika sendiri kenaikan yieldnya bahkan mencapai 87%,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
