<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garuda Indonesia dan Citilink Diminta Sediakan Tiket Pesawat Murah, Bisa Makin Rugi?</title><description>Alvin Lie menyoroti perihal permintaan maskapai BUMN yakni Garuda Indonesia dan Citilink untuk menjual harga tiket murah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/18/320/2650256/garuda-indonesia-dan-citilink-diminta-sediakan-tiket-pesawat-murah-bisa-makin-rugi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/18/320/2650256/garuda-indonesia-dan-citilink-diminta-sediakan-tiket-pesawat-murah-bisa-makin-rugi"/><item><title>Garuda Indonesia dan Citilink Diminta Sediakan Tiket Pesawat Murah, Bisa Makin Rugi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/18/320/2650256/garuda-indonesia-dan-citilink-diminta-sediakan-tiket-pesawat-murah-bisa-makin-rugi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/18/320/2650256/garuda-indonesia-dan-citilink-diminta-sediakan-tiket-pesawat-murah-bisa-makin-rugi</guid><pubDate>Kamis 18 Agustus 2022 19:28 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/18/320/2650256/garuda-indonesia-dan-citilink-diminta-sediakan-tiket-pesawat-murah-bisa-makin-rugi-0IZbcjrmOX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/18/320/2650256/garuda-indonesia-dan-citilink-diminta-sediakan-tiket-pesawat-murah-bisa-makin-rugi-0IZbcjrmOX.jpg</image><title>Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Penerbangan Alvin Lie menyoroti perihal permintaan maskapai BUMN yakni Garuda Indonesia dan Citilink untuk menjual harga tiket murah ditengah kondisi harga minyak dunia yang mengalami kenaikan.
Dirinya menilai bahwa permintaan tersebut merupakan hal yang kurang masuk akal. Hal tersebut dikarenakan maskapai BUMN tersebut saat ini masih mengalami kerugian.
BACA JUGA:5 Fakta Kenaikan Tarif Ojol, Segini Besaran Biaya yang Berlaku 29 Agustus 2022

&quot;Agak tidak masuk akal ya, kita lihat kondisi sekarang saja Garuda Indonesia dan Citilink masih rugi, siap tidak jika kerugiannya makin bertambah,&quot; katanya kepada MNC Portal, Kamis (18/8/2022).
Dirinya mengatakam bahwa saat ini maskapai penerbangan masih mengalami kerugian. Hal tersebut lah yang sulit untuk menurunkan harga tiket pesawat.
Dirinya mengatakan, maskapai  penerbangan masih mampu bertahan dalam melakukan kegaitan penerbangan dikarenakan adanya silang subsidi dari route penerbangan yang tingkat okupansinya banyak.
BACA JUGA:Tarif Ojol Naik, Kemenhub Minta Aplikator Tingkatkan Pelayanan dan Keselamatan Penumpang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Saat ini maskapai penerbangan masih bertahan walau sering rugi. Kadang bisa subsidi silang dari route yang penumpangnya banyak,&quot; katanya.Bahkan dirinya memprediksi jika kondisi seperti saat ini masih terus berlangsung, kegiatan penerbangan akan mengalami pemberhentian operasional.
&quot;Tapi jika berlanjut ya akan stop operasi. Seperti tahun 2020 - 2021 saat puncak pandemi,&quot; katanya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Menteri BUMN Erick Thohir agar maskapai Garuda Indonesia segera menambah pesawat agar harga tiket pesawat bisa kembali ke harga normal.
Meskipun demikian, Presiden menyadari penambahan pesawat tidak mudah karena harga avtur internasional atau bahan bakar penerbangan sedang tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Penerbangan Alvin Lie menyoroti perihal permintaan maskapai BUMN yakni Garuda Indonesia dan Citilink untuk menjual harga tiket murah ditengah kondisi harga minyak dunia yang mengalami kenaikan.
Dirinya menilai bahwa permintaan tersebut merupakan hal yang kurang masuk akal. Hal tersebut dikarenakan maskapai BUMN tersebut saat ini masih mengalami kerugian.
BACA JUGA:5 Fakta Kenaikan Tarif Ojol, Segini Besaran Biaya yang Berlaku 29 Agustus 2022

&quot;Agak tidak masuk akal ya, kita lihat kondisi sekarang saja Garuda Indonesia dan Citilink masih rugi, siap tidak jika kerugiannya makin bertambah,&quot; katanya kepada MNC Portal, Kamis (18/8/2022).
Dirinya mengatakam bahwa saat ini maskapai penerbangan masih mengalami kerugian. Hal tersebut lah yang sulit untuk menurunkan harga tiket pesawat.
Dirinya mengatakan, maskapai  penerbangan masih mampu bertahan dalam melakukan kegaitan penerbangan dikarenakan adanya silang subsidi dari route penerbangan yang tingkat okupansinya banyak.
BACA JUGA:Tarif Ojol Naik, Kemenhub Minta Aplikator Tingkatkan Pelayanan dan Keselamatan Penumpang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Saat ini maskapai penerbangan masih bertahan walau sering rugi. Kadang bisa subsidi silang dari route yang penumpangnya banyak,&quot; katanya.Bahkan dirinya memprediksi jika kondisi seperti saat ini masih terus berlangsung, kegiatan penerbangan akan mengalami pemberhentian operasional.
&quot;Tapi jika berlanjut ya akan stop operasi. Seperti tahun 2020 - 2021 saat puncak pandemi,&quot; katanya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Menteri BUMN Erick Thohir agar maskapai Garuda Indonesia segera menambah pesawat agar harga tiket pesawat bisa kembali ke harga normal.
Meskipun demikian, Presiden menyadari penambahan pesawat tidak mudah karena harga avtur internasional atau bahan bakar penerbangan sedang tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
