<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan: Stok Beras Sudah Cukup, Kita Boleh Ekspor</title><description>Pemerintah memastikan stok beras dalam negeri sudah tercukupi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/21/320/2651443/mentan-stok-beras-sudah-cukup-kita-boleh-ekspor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/21/320/2651443/mentan-stok-beras-sudah-cukup-kita-boleh-ekspor"/><item><title>Mentan: Stok Beras Sudah Cukup, Kita Boleh Ekspor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/21/320/2651443/mentan-stok-beras-sudah-cukup-kita-boleh-ekspor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/21/320/2651443/mentan-stok-beras-sudah-cukup-kita-boleh-ekspor</guid><pubDate>Minggu 21 Agustus 2022 07:18 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/21/320/2651443/mentan-stok-beras-sudah-cukup-kita-boleh-ekspor-VBNUVXfdb5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Syahrul Yasin Limpo sebut Indonesia bisa ekspor beras (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/21/320/2651443/mentan-stok-beras-sudah-cukup-kita-boleh-ekspor-VBNUVXfdb5.jpg</image><title>Mentan Syahrul Yasin Limpo sebut Indonesia bisa ekspor beras (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memastikan stok beras dalam negeri sudah tercukupi. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memacu Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara agar bisa melakukan ekspor beras.
&quot;Kalau bagus-bagus hasilnya di sini (beras), karena kita sudah cukup (stok beras) di dalam negeri, kita boleh ekspor,&quot; kata dia saat kunjungan kerja ke Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara dilansir dari Antara, Minggu (22/8/2022).
BACA JUGA:Indonesia Raih Penghargaan karena Swasembeda Beras 3 Tahun Berturut-turut, KSP: Ini Apresiasi pada Petani Kita

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Desa Cialam Jaya didampingi Gubernur Sultra Ali Mazi dan Bupati Konawe Selatan Surunudin Dangga.
Dia menyampaikan harga beras di Indonesia paling murah urutan kedua di dunia, sedangkan harga beras seperti di Jepang mencapai Rp47.000, Amerika Serikat Rp62.000, Singapura Rp29.000, Malaysia Rp22.000, sedangkan di Indonesia sekitar Rp12.000 per kilogram.
BACA JUGA:Jokowi Kaget Lihat Harga Beras Rp6.000 Tapi Sepi Pembeli

Menurutnya, Sulawesi Tenggara bisa melakukan ekspor beras jika memiliki kualitas yang baik.
Apalagi, dia mengaku saat ini pihaknya masih memiliki stok beras yang banyak dan bisa mencukupi hingga dua tahun ke depan.
&quot;Sekarang stok beras saya 10, 2 juta ton. Saya berharap dua tahun tidak goyang, saya kontrol apapun terjadi badai apapun makanan rakyat tetap harus kita siapkan,&quot; ujar dia.Namun, dia mengharapkan sebelum diekspor, pengolahan beras dapat  meningkatkan mutu beras dari yang berkualitas rendah menjadi kualitas  premium.
&quot;Harus dipremiumkan, bagaimana mempremiumkan supaya bisa berskala  bagus? Perbaiki dia punya mesin airnya, diperbaiki imboos-nya diperbaiki  pemutihannya, dan itu skala ekonominya ada, ndak rugi,&quot; kata dia.
Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan komoditas tanaman pangan,  khususnya beras, mengalami surplus sejak tahun 2019 dibuktikan pada  tahun 2021 pihaknya mengirim beras ke Sulawesi Utara 1.000 ton melalui  Perum Bulog.
Menurutnya, hal itu menandakan bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara dapat  menjadi salah satu lumbung pangan nasional, khususnya di wilayah  Indonesia tengah dan timur.
&quot;Kami berharap produksi beras masyarakat petani Sultra ke depan tidak  hanya dapat menjaga ketersediaan bahan pangan daerah tetapi juga  ketersediaan bahan pangan nasional dalam menghadapi tantangan global  seperti perubahan iklim yang tidak menentu dan ancaman krisis pangan,&quot;  kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memastikan stok beras dalam negeri sudah tercukupi. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memacu Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara agar bisa melakukan ekspor beras.
&quot;Kalau bagus-bagus hasilnya di sini (beras), karena kita sudah cukup (stok beras) di dalam negeri, kita boleh ekspor,&quot; kata dia saat kunjungan kerja ke Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara dilansir dari Antara, Minggu (22/8/2022).
BACA JUGA:Indonesia Raih Penghargaan karena Swasembeda Beras 3 Tahun Berturut-turut, KSP: Ini Apresiasi pada Petani Kita

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Desa Cialam Jaya didampingi Gubernur Sultra Ali Mazi dan Bupati Konawe Selatan Surunudin Dangga.
Dia menyampaikan harga beras di Indonesia paling murah urutan kedua di dunia, sedangkan harga beras seperti di Jepang mencapai Rp47.000, Amerika Serikat Rp62.000, Singapura Rp29.000, Malaysia Rp22.000, sedangkan di Indonesia sekitar Rp12.000 per kilogram.
BACA JUGA:Jokowi Kaget Lihat Harga Beras Rp6.000 Tapi Sepi Pembeli

Menurutnya, Sulawesi Tenggara bisa melakukan ekspor beras jika memiliki kualitas yang baik.
Apalagi, dia mengaku saat ini pihaknya masih memiliki stok beras yang banyak dan bisa mencukupi hingga dua tahun ke depan.
&quot;Sekarang stok beras saya 10, 2 juta ton. Saya berharap dua tahun tidak goyang, saya kontrol apapun terjadi badai apapun makanan rakyat tetap harus kita siapkan,&quot; ujar dia.Namun, dia mengharapkan sebelum diekspor, pengolahan beras dapat  meningkatkan mutu beras dari yang berkualitas rendah menjadi kualitas  premium.
&quot;Harus dipremiumkan, bagaimana mempremiumkan supaya bisa berskala  bagus? Perbaiki dia punya mesin airnya, diperbaiki imboos-nya diperbaiki  pemutihannya, dan itu skala ekonominya ada, ndak rugi,&quot; kata dia.
Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan komoditas tanaman pangan,  khususnya beras, mengalami surplus sejak tahun 2019 dibuktikan pada  tahun 2021 pihaknya mengirim beras ke Sulawesi Utara 1.000 ton melalui  Perum Bulog.
Menurutnya, hal itu menandakan bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara dapat  menjadi salah satu lumbung pangan nasional, khususnya di wilayah  Indonesia tengah dan timur.
&quot;Kami berharap produksi beras masyarakat petani Sultra ke depan tidak  hanya dapat menjaga ketersediaan bahan pangan daerah tetapi juga  ketersediaan bahan pangan nasional dalam menghadapi tantangan global  seperti perubahan iklim yang tidak menentu dan ancaman krisis pangan,&quot;  kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
