<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahan Baku Naik, Emiten Kertas Sriwahana (SWAT) Rugi Rp818 Juta di Semester I-2022</title><description>Emiten industri kertas PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) dan anak usaha mengalami rugi Rp818,28 juta di semester I-2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/278/2651839/bahan-baku-naik-emiten-kertas-sriwahana-swat-rugi-rp818-juta-di-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/278/2651839/bahan-baku-naik-emiten-kertas-sriwahana-swat-rugi-rp818-juta-di-semester-i-2022"/><item><title>Bahan Baku Naik, Emiten Kertas Sriwahana (SWAT) Rugi Rp818 Juta di Semester I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/278/2651839/bahan-baku-naik-emiten-kertas-sriwahana-swat-rugi-rp818-juta-di-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/278/2651839/bahan-baku-naik-emiten-kertas-sriwahana-swat-rugi-rp818-juta-di-semester-i-2022</guid><pubDate>Senin 22 Agustus 2022 07:58 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/22/278/2651839/bahan-baku-naik-emiten-kertas-sriwahana-swat-rugi-rp818-juta-di-semester-i-2022-mKyi7PF8VV.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/22/278/2651839/bahan-baku-naik-emiten-kertas-sriwahana-swat-rugi-rp818-juta-di-semester-i-2022-mKyi7PF8VV.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Emiten industri kertas PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) dan anak usaha mengalami rugi Rp818,28 juta di semester I-2022.

Realisasi itu berbanding terbalik dari laba yang dicapai pada paruh pertama tahun lalu senilai Rp795,69 juta.

Kondisi ini berlangsung di tengah pertumbuhan penjualan produk kertas SWAT sebanyak 20,23% senilai Rp165,29 miliar.

Produk corrugated atau papan serat kardus menjadi paling laris, dengan nilai penjualan sebesar Rp130,37 miliar, disusul paper cone Rp27,15 miliar, dan paper tube Rp7,06 miliar. Sedangkan penjualan paper mill merosot menjadi Rp1,08 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sriwahana (SWAT) Alami Rugi Rp70 Miliar
Lonjakan beban pokok mencapai 23,63%  senilai Rp130,19 miliar tampak menjadi beban bagi perseroan.
Mayoritas datang dari kenaikan biaya bahan baku sebanyak 24,06% mencapai Rp102,09 miliar. Ongkos energi baik listrik, gas, dan, air ikut membengkak, ditambah biaya perbaikan, perawatan, hingga pengolahan limbah. Alhasil, ini menambah total biaya pokok produksi senilai Rp140,02 miliar.

Dari sisi beban penjualan, biaya transportasi juga naik mencapai Rp2,67 miliar. Kendati ada penurunan di beban umum-administrasi, kenaikan pajak penghasilan membuat SWAT menerima rugi tahun berjalan senilai Rp818,65 juta pada paruh pertama 2022.

Dengan demikian, SWAT mencatatkan rugi per saham dasar senilai Rp0,27, berubah dari laba pada periode tahun sebelumnya sebanyak Rp0,26 dikutip dari laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (22/8/2022).

Neraca perseroan hingga akhir Juni 2022 menunjukkan ada kenaikan total aset sebanyak 4,49% senilai Rp715,70 miliar, dari akhir 2021 sebanyak Rp684,89 miliar.

Kewajiban pembayaran/liabilitas SWAT membengkak 7,92% sebesar Rp430,12 miliar, sedangkan modal/ekuitasnya terkoreksi 0,26% di angka Rp285,58 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Emiten industri kertas PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) dan anak usaha mengalami rugi Rp818,28 juta di semester I-2022.

Realisasi itu berbanding terbalik dari laba yang dicapai pada paruh pertama tahun lalu senilai Rp795,69 juta.

Kondisi ini berlangsung di tengah pertumbuhan penjualan produk kertas SWAT sebanyak 20,23% senilai Rp165,29 miliar.

Produk corrugated atau papan serat kardus menjadi paling laris, dengan nilai penjualan sebesar Rp130,37 miliar, disusul paper cone Rp27,15 miliar, dan paper tube Rp7,06 miliar. Sedangkan penjualan paper mill merosot menjadi Rp1,08 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sriwahana (SWAT) Alami Rugi Rp70 Miliar
Lonjakan beban pokok mencapai 23,63%  senilai Rp130,19 miliar tampak menjadi beban bagi perseroan.
Mayoritas datang dari kenaikan biaya bahan baku sebanyak 24,06% mencapai Rp102,09 miliar. Ongkos energi baik listrik, gas, dan, air ikut membengkak, ditambah biaya perbaikan, perawatan, hingga pengolahan limbah. Alhasil, ini menambah total biaya pokok produksi senilai Rp140,02 miliar.

Dari sisi beban penjualan, biaya transportasi juga naik mencapai Rp2,67 miliar. Kendati ada penurunan di beban umum-administrasi, kenaikan pajak penghasilan membuat SWAT menerima rugi tahun berjalan senilai Rp818,65 juta pada paruh pertama 2022.

Dengan demikian, SWAT mencatatkan rugi per saham dasar senilai Rp0,27, berubah dari laba pada periode tahun sebelumnya sebanyak Rp0,26 dikutip dari laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (22/8/2022).

Neraca perseroan hingga akhir Juni 2022 menunjukkan ada kenaikan total aset sebanyak 4,49% senilai Rp715,70 miliar, dari akhir 2021 sebanyak Rp684,89 miliar.

Kewajiban pembayaran/liabilitas SWAT membengkak 7,92% sebesar Rp430,12 miliar, sedangkan modal/ekuitasnya terkoreksi 0,26% di angka Rp285,58 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
