<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Ikutan Mahal, Pedagang Soroti Kualitasnya Tak Bagus</title><description>Isu kenaikan harga barang pokok terpedagang pasar menyebut, kini kenaikan harga mulai merembet sampai ke beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/320/2652007/harga-beras-ikutan-mahal-pedagang-soroti-kualitasnya-tak-bagus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/320/2652007/harga-beras-ikutan-mahal-pedagang-soroti-kualitasnya-tak-bagus"/><item><title>Harga Beras Ikutan Mahal, Pedagang Soroti Kualitasnya Tak Bagus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/320/2652007/harga-beras-ikutan-mahal-pedagang-soroti-kualitasnya-tak-bagus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/320/2652007/harga-beras-ikutan-mahal-pedagang-soroti-kualitasnya-tak-bagus</guid><pubDate>Senin 22 Agustus 2022 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/22/320/2652007/harga-beras-ikutan-mahal-pedagang-soroti-kualitasnya-tak-bagus-E3pyMynzU4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Beras (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/22/320/2652007/harga-beras-ikutan-mahal-pedagang-soroti-kualitasnya-tak-bagus-E3pyMynzU4.jpg</image><title>Harga Beras (Foto: Okezone)</title></images><description>BEKASI - Isu kenaikan harga barang pokok terpedagang pasar menyebut, kini kenaikan harga mulai merembet sampai ke beras.
&quot;Sekarang bukan minyak goreng yang naik. Tapi telur terus merembet ke beras juga,&quot; ujar Siti selaku Pedagang Sembako di Pasar Ikopol Mangunjaya, Bekasi saat ditemui MNC Portal Indonesia, Senin (22/8/2022).
BACA JUGA:Resmikan Food Estate di Gresik, Jokowi: Bisa Tanam Mangga 1.000 Ha

Ia mengatakan, harga beras yang biasa dia beli kini sudah tembus Rp 450.000 (1 karung=25kg). Namun, ia menyebut harga tersebut tak sebanding dengan kualitas berasnya. Padahal sebelumnya ia membeli beras seharga Rp 420.000 sudah dapat kualitas bagus.
&quot;Rp 420.000 (1 karung 25kg) sudah kualitas bagus, kita jual Rp 7.500/liter. Sekarang yang harga 1 karungnya Rp 450.000 aja kualitasnya kurang bagus. Itu saya jual Rp 8.000/liter. Ini juga bukan yang merek bagus. Merek kurang terkenal,&quot; beber Siti.
&quot;Harusnya kan harga naik tapi ada kualitas ya. Tapi ini sebaliknya, harga naik tapi kualitasnya nggak bagus,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Jokowi Luncurkan Lumbung Pangan hingga Bagi-Bagi Bansos di Gresik

Adapun dampaknya, ungkap Siti, ibu rumah tangga jadi mengurangi kuantias pembelian. Biasanya tiap hari membeli 1 liter beras, kini hanya membeli setengah liter itu pun tidak tiap hari.Lanjutnya, adanya pengadaan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah juga menjadi pemicu sembako yang ia jual tidak laku.
&quot;Biasanya ibu-ibu tiap hari beli beras seliter-seliter, sekarang karena harganya naik ditambah kualitasnya jelek, mereka jadi males beli. Mereka juga sudah dapat bansos. Kalau bansos turun, barang-barang pasti mahal,&quot; papar Siti.
Kendati harga beras mahal, Siti mengungkapkan bahwa harga minyak goreng di lapaknya kini sudah mengalami penurunan dari sebelumnya.
Minyak goreng curah dibanderol Rp 14.000/liter, sedangkan minyak goreng kemasan ukuran 2 liter dibanderol Rp 32.000-35.000 tergantung mereknya.
&quot;Alhamdulillah sekarang minyak goreng sudah turun. Nggak mahal lagi kaya waktu itu. Stok saya juga sudah banyak, kalau murah gampang jualinnya,&quot; pungkas Siti.</description><content:encoded>BEKASI - Isu kenaikan harga barang pokok terpedagang pasar menyebut, kini kenaikan harga mulai merembet sampai ke beras.
&quot;Sekarang bukan minyak goreng yang naik. Tapi telur terus merembet ke beras juga,&quot; ujar Siti selaku Pedagang Sembako di Pasar Ikopol Mangunjaya, Bekasi saat ditemui MNC Portal Indonesia, Senin (22/8/2022).
BACA JUGA:Resmikan Food Estate di Gresik, Jokowi: Bisa Tanam Mangga 1.000 Ha

Ia mengatakan, harga beras yang biasa dia beli kini sudah tembus Rp 450.000 (1 karung=25kg). Namun, ia menyebut harga tersebut tak sebanding dengan kualitas berasnya. Padahal sebelumnya ia membeli beras seharga Rp 420.000 sudah dapat kualitas bagus.
&quot;Rp 420.000 (1 karung 25kg) sudah kualitas bagus, kita jual Rp 7.500/liter. Sekarang yang harga 1 karungnya Rp 450.000 aja kualitasnya kurang bagus. Itu saya jual Rp 8.000/liter. Ini juga bukan yang merek bagus. Merek kurang terkenal,&quot; beber Siti.
&quot;Harusnya kan harga naik tapi ada kualitas ya. Tapi ini sebaliknya, harga naik tapi kualitasnya nggak bagus,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Jokowi Luncurkan Lumbung Pangan hingga Bagi-Bagi Bansos di Gresik

Adapun dampaknya, ungkap Siti, ibu rumah tangga jadi mengurangi kuantias pembelian. Biasanya tiap hari membeli 1 liter beras, kini hanya membeli setengah liter itu pun tidak tiap hari.Lanjutnya, adanya pengadaan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah juga menjadi pemicu sembako yang ia jual tidak laku.
&quot;Biasanya ibu-ibu tiap hari beli beras seliter-seliter, sekarang karena harganya naik ditambah kualitasnya jelek, mereka jadi males beli. Mereka juga sudah dapat bansos. Kalau bansos turun, barang-barang pasti mahal,&quot; papar Siti.
Kendati harga beras mahal, Siti mengungkapkan bahwa harga minyak goreng di lapaknya kini sudah mengalami penurunan dari sebelumnya.
Minyak goreng curah dibanderol Rp 14.000/liter, sedangkan minyak goreng kemasan ukuran 2 liter dibanderol Rp 32.000-35.000 tergantung mereknya.
&quot;Alhamdulillah sekarang minyak goreng sudah turun. Nggak mahal lagi kaya waktu itu. Stok saya juga sudah banyak, kalau murah gampang jualinnya,&quot; pungkas Siti.</content:encoded></item></channel></rss>
