<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Subsidi Naik, Masyarakat Miskin Sudah Siap?</title><description>Pemerintah berencana menaikkan harga BBM subsidi Pertalite dan Solar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/320/2652315/harga-bbm-subsidi-naik-masyarakat-miskin-sudah-siap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/320/2652315/harga-bbm-subsidi-naik-masyarakat-miskin-sudah-siap"/><item><title>Harga BBM Subsidi Naik, Masyarakat Miskin Sudah Siap?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/320/2652315/harga-bbm-subsidi-naik-masyarakat-miskin-sudah-siap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/320/2652315/harga-bbm-subsidi-naik-masyarakat-miskin-sudah-siap</guid><pubDate>Senin 22 Agustus 2022 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/22/320/2652315/harga-bbm-subsidi-naik-masyarakat-miskin-sudah-siap-SNLPwyBMlR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga BBM Pertalite akan dinaikkan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/22/320/2652315/harga-bbm-subsidi-naik-masyarakat-miskin-sudah-siap-SNLPwyBMlR.jpg</image><title>Harga BBM Pertalite akan dinaikkan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan harga BBM subsidi Pertalite dan Solar. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira meminta pemerintah mencermati rencana menaikkan harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar karena akan berdampak pada kemampuan belanja masyarakat.
&amp;ldquo;Kenaikan harga BBM jenis subsidi terutama Pertalite tolong benar-benar dicermati baik-baik oleh pemerintah. Apa kondisi masyarakat miskin saat ini siap hadapi kenaikan harga BBM,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Antara, Senin (22/8/2022).
BACA JUGA:Harga BBM Naik Bukan Satu-satunya Solusi Tekan Subsidi, Bagaimana Caranya?

Terlebih lagi, Bhima menuturkan Indonesia sendiri baru saja mengalami inflasi bahan pangan atau volatile food yang hampir menyentuh level 11% secara tahunan per Juli 2022.
Menurutnya, masyarakat kelas menengah rentan terdampak karena sebelumnya mereka mampu beli Pertamax namun bermigrasi ke Pertalite karena harga Pertamax naik.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Masyarakat Diusulkan Dapat BLT

Di sisi lain, jika harga Pertalite naik maka mereka akan mengorbankan belanja lain seperti yang tadinya bisa membeli baju, mau membeli rumah lewat KPR hingga menyisihkan uang untuk usaha baru akhirnya tergerus karena membeli bensin.
Bhima mengingatkan hal tersebut akan berimbas pada permintaan industri manufaktur yang berpotensi terpukul, serapan tenaga kerja terganggu hingga akhirnya pemulihan ekonomi tidak sesuai target pemerintah.&amp;ldquo;Target-target pemulihan ekonomi pemerintah bisa buyar,&amp;rdquo; tegasnya.
Bahkan jika inflasi menembus angka yang terlalu tinggi dan serapan  tenaga kerja terganggu maka Indonesia berpotensi menyusul negara lain  yang masuk fase stagflasi.
&amp;ldquo;Imbas nya bisa tiga sampai lima tahun recovery terganggu akibat daya beli turun tajam,&amp;rdquo; ujarnya.
Oleh sebab itu, Bima meminta pemerintah mencermati rencana kenaikan  BBM bersubsidi ini mengingat sepanjang Januari sampai Juli 2022 pun  serapan subsidi energi baru Rp88,7 triliun sementara APBN sedang surplus  Rp106,1 triliun atau 0,57% dari PDB.
&amp;ldquo;Artinya pemerintah juga menikmati kenaikan harga minyak mentah untuk dorong penerimaan negara,&amp;rdquo; kata Bhima.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan harga BBM subsidi Pertalite dan Solar. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira meminta pemerintah mencermati rencana menaikkan harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar karena akan berdampak pada kemampuan belanja masyarakat.
&amp;ldquo;Kenaikan harga BBM jenis subsidi terutama Pertalite tolong benar-benar dicermati baik-baik oleh pemerintah. Apa kondisi masyarakat miskin saat ini siap hadapi kenaikan harga BBM,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Antara, Senin (22/8/2022).
BACA JUGA:Harga BBM Naik Bukan Satu-satunya Solusi Tekan Subsidi, Bagaimana Caranya?

Terlebih lagi, Bhima menuturkan Indonesia sendiri baru saja mengalami inflasi bahan pangan atau volatile food yang hampir menyentuh level 11% secara tahunan per Juli 2022.
Menurutnya, masyarakat kelas menengah rentan terdampak karena sebelumnya mereka mampu beli Pertamax namun bermigrasi ke Pertalite karena harga Pertamax naik.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Masyarakat Diusulkan Dapat BLT

Di sisi lain, jika harga Pertalite naik maka mereka akan mengorbankan belanja lain seperti yang tadinya bisa membeli baju, mau membeli rumah lewat KPR hingga menyisihkan uang untuk usaha baru akhirnya tergerus karena membeli bensin.
Bhima mengingatkan hal tersebut akan berimbas pada permintaan industri manufaktur yang berpotensi terpukul, serapan tenaga kerja terganggu hingga akhirnya pemulihan ekonomi tidak sesuai target pemerintah.&amp;ldquo;Target-target pemulihan ekonomi pemerintah bisa buyar,&amp;rdquo; tegasnya.
Bahkan jika inflasi menembus angka yang terlalu tinggi dan serapan  tenaga kerja terganggu maka Indonesia berpotensi menyusul negara lain  yang masuk fase stagflasi.
&amp;ldquo;Imbas nya bisa tiga sampai lima tahun recovery terganggu akibat daya beli turun tajam,&amp;rdquo; ujarnya.
Oleh sebab itu, Bima meminta pemerintah mencermati rencana kenaikan  BBM bersubsidi ini mengingat sepanjang Januari sampai Juli 2022 pun  serapan subsidi energi baru Rp88,7 triliun sementara APBN sedang surplus  Rp106,1 triliun atau 0,57% dari PDB.
&amp;ldquo;Artinya pemerintah juga menikmati kenaikan harga minyak mentah untuk dorong penerimaan negara,&amp;rdquo; kata Bhima.</content:encoded></item></channel></rss>
