<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran KPR FLPP Tembus Rp97,4 Triliun sejak 2010</title><description>Anggaran Program KPR FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)  mencapai Rp97,44 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/470/2652092/anggaran-kpr-flpp-tembus-rp97-4-triliun-sejak-2010</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/470/2652092/anggaran-kpr-flpp-tembus-rp97-4-triliun-sejak-2010"/><item><title>Anggaran KPR FLPP Tembus Rp97,4 Triliun sejak 2010</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/470/2652092/anggaran-kpr-flpp-tembus-rp97-4-triliun-sejak-2010</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/22/470/2652092/anggaran-kpr-flpp-tembus-rp97-4-triliun-sejak-2010</guid><pubDate>Senin 22 Agustus 2022 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/22/470/2652092/anggaran-kpr-flpp-tembus-rp97-4-triliun-sejak-2010-VKP487eP2w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran KPR FLPP (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/22/470/2652092/anggaran-kpr-flpp-tembus-rp97-4-triliun-sejak-2010-VKP487eP2w.jpg</image><title>Anggaran KPR FLPP (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggaran Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mencapai Rp97,44 triliun. Sejak 2010 hingga Juni 2022 anggaran KPR FLPP diberikan kepada 1,1 juta unit rumah di seluruh Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam mendukung pemilikan rumah bagi seluruh masyarakat melalui berbagai skema, baik berupa kebijakan maupun kredit bersubsidi (FLPP) untuk menekan backlog dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
BACA JUGA:Dana FLPP Rp9,09 Triliun Tersalurkan ke 81.846 Rumah

Dilansir dari Antara, Senin (22/8/2022), dia memaparkan APBN telah bekerja keras untuk memberikan manfaat kepada berbagai segmen masyarakat yang membutuhkan, diantaranya untuk menolong MBR agar dapat memiliki hunian yang terjangkau dengan target tahun ini sebanyak 200 ribu unit rumah. Pada tahun ini, pemerintah menyediakan dana Rp30 triliun untuk program tersebut.
Sampai Juni 2022, telah tercapai target 49,78 persen dari total 200 ribu perumahan bagi MBR. Sumber dana sebesar Rp30 triliun berasal dari APBN yang disalurkan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp21,1 triliun dan kepada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Rp19,1 triliun.
BACA JUGA:Penyaluran KPR FLPP Capai Rp24,19 Triliun, Berapa Rumah Murah Terbangun?

Kemudian, kepada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sebesar Rp2 triliun, dimana sisa dananya didapat dari penerbitan surat utang yang dilakukan oleh SMF dan dari pengembalian pokok yang diterima BP Tapera maupun SMF.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, dalam menjalankan program tersebut, SMF menggunakan dana PMN yang diterima dan kemudian dikombinasikan melalui penerbitan surat utang (leverage). Sejak Agustus tahun 2018 hingga Juni 2022, SMF telah berhasil menyalurkan dana KPR FLPP sebesar Rp11,2 triliun untuk 318.413 unit rumah.Dia menegaskan hal tersebut merupakan wujud dari kehadiran negara  untuk mendukung pemilikan rumah bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya  MBR dimana dana yang dialirkan untuk KPR subsidi ini berasal dari APBN  yang digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Manfaat program KPR FLPP banyak dirasakan oleh MBR di berbagai  pelosok daerah di Indonesia, salah satunya Yuni Masruroh, perempuan yang  berprofesi sebagai marketing di salah satu perusahaan kosmetik di  Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya  kepada pemerintah karena bisa mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah  impiannya.
Setelah, selama 15 tahun hidup berpindah-pindah, kini rumah yang Yuni  tempati di komplek perumahan subsidi Perum Delta Asri, Kabupaten  Batang, Jawa Tengah, digunakan pula sebagai tempat usaha depot isi ulang  air mineral galon untuk membantu menopang ekonomi keluarga yang cukup  tergerus karena dampak pandemi.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggaran Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mencapai Rp97,44 triliun. Sejak 2010 hingga Juni 2022 anggaran KPR FLPP diberikan kepada 1,1 juta unit rumah di seluruh Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam mendukung pemilikan rumah bagi seluruh masyarakat melalui berbagai skema, baik berupa kebijakan maupun kredit bersubsidi (FLPP) untuk menekan backlog dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
BACA JUGA:Dana FLPP Rp9,09 Triliun Tersalurkan ke 81.846 Rumah

Dilansir dari Antara, Senin (22/8/2022), dia memaparkan APBN telah bekerja keras untuk memberikan manfaat kepada berbagai segmen masyarakat yang membutuhkan, diantaranya untuk menolong MBR agar dapat memiliki hunian yang terjangkau dengan target tahun ini sebanyak 200 ribu unit rumah. Pada tahun ini, pemerintah menyediakan dana Rp30 triliun untuk program tersebut.
Sampai Juni 2022, telah tercapai target 49,78 persen dari total 200 ribu perumahan bagi MBR. Sumber dana sebesar Rp30 triliun berasal dari APBN yang disalurkan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp21,1 triliun dan kepada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Rp19,1 triliun.
BACA JUGA:Penyaluran KPR FLPP Capai Rp24,19 Triliun, Berapa Rumah Murah Terbangun?

Kemudian, kepada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sebesar Rp2 triliun, dimana sisa dananya didapat dari penerbitan surat utang yang dilakukan oleh SMF dan dari pengembalian pokok yang diterima BP Tapera maupun SMF.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, dalam menjalankan program tersebut, SMF menggunakan dana PMN yang diterima dan kemudian dikombinasikan melalui penerbitan surat utang (leverage). Sejak Agustus tahun 2018 hingga Juni 2022, SMF telah berhasil menyalurkan dana KPR FLPP sebesar Rp11,2 triliun untuk 318.413 unit rumah.Dia menegaskan hal tersebut merupakan wujud dari kehadiran negara  untuk mendukung pemilikan rumah bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya  MBR dimana dana yang dialirkan untuk KPR subsidi ini berasal dari APBN  yang digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Manfaat program KPR FLPP banyak dirasakan oleh MBR di berbagai  pelosok daerah di Indonesia, salah satunya Yuni Masruroh, perempuan yang  berprofesi sebagai marketing di salah satu perusahaan kosmetik di  Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya  kepada pemerintah karena bisa mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah  impiannya.
Setelah, selama 15 tahun hidup berpindah-pindah, kini rumah yang Yuni  tempati di komplek perumahan subsidi Perum Delta Asri, Kabupaten  Batang, Jawa Tengah, digunakan pula sebagai tempat usaha depot isi ulang  air mineral galon untuk membantu menopang ekonomi keluarga yang cukup  tergerus karena dampak pandemi.</content:encoded></item></channel></rss>
