<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun Tipis, WTI Dibanderol USD90,23/Barel</title><description>Harga minyak dunia turun tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652500/harga-minyak-dunia-turun-tipis-wti-dibanderol-usd90-23-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652500/harga-minyak-dunia-turun-tipis-wti-dibanderol-usd90-23-barel"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun Tipis, WTI Dibanderol USD90,23/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652500/harga-minyak-dunia-turun-tipis-wti-dibanderol-usd90-23-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652500/harga-minyak-dunia-turun-tipis-wti-dibanderol-usd90-23-barel</guid><pubDate>Selasa 23 Agustus 2022 07:20 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/23/320/2652500/harga-minyak-dunia-turun-tipis-wti-dibanderol-usd90-23-barel-s1Lza0IaxD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/23/320/2652500/harga-minyak-dunia-turun-tipis-wti-dibanderol-usd90-23-barel-s1Lza0IaxD.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia turun tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak turun karena pasar menimbang peringatan Arab Saudi bahwa OPEC+ dapat memangkas produksi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober menetap di USD96,48 per barel, turun tipis 24 sen atau 0,25%. Brent telah jatuh sebanyak 4,5% pada hari sebelumnya, mematahkan kenaikan tiga hari berturut-turut.
BACA JUGA:Rusia Untung USD5 Miliar/Hari berkat Kenaikan Harga Minyak Dunia

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September merosot 54 sen atau 0,6% menjadi ditutup di USD90,23 per barel. Kontrak Oktober yang lebih aktif turun 4 sen atau 0,03% menjadi 90,41 dolar AS per barel, demikian dilansir dari Antara, Selasa (23/8/2022).
Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan OPEC+ memiliki komitmen, fleksibilitas, dan sarana untuk menghadapi tantangan dan memberikan panduan termasuk memangkas produksi kapan saja dan dalam bentuk yang berbeda, kantor berita negara SPA melaporkan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia di Minggu Ini Anjlok 1,5%

Sementara itu, para pemimpin Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman membahas upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, Gedung Putih mengatakan pada Minggu (21/8/2022), yang dapat memungkinkan minyak Iran yang terkena sanksi kembali ke pasar global.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan kesepakatan nuklir sekarang lebih dekat daripada dua minggu lalu. Di awal sesi, kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga AS yang agresif dapat menyebabkan perlambatan ekonomi global dan penurunan permintaan bahan bakar telah menekan harga.&quot;Fundamental jangka pendek tampaknya lebih tertahan sampai kita  melihat beberapa indikasi ekonomi positif baik dari AS atau China, yang  tampaknya tidak mungkin,&quot; kata Dennis Kissler, wakil presiden senior  perdagangan di BOK Financial.
Tingginya harga gas alam yang diperburuk oleh berkurangnya pasokan  dari Rusia memperkuat permintaan minyak, kata Ole Hansen, kepala  strategi komoditas di Saxo Bank.
Pasokan di seluruh dunia tetap relatif ketat, dengan operator pipa  yang memasok sekitar 1,0% minyak global melalui Rusia mengatakan akan  mengurangi produksi lagi karena peralatan yang rusak.
OPEC+ memproduksi 2,892 juta barel per hari (bph) di bawah target  mereka pada Juli, dua sumber dari kelompok produsen mengatakan, karena  sanksi terhadap beberapa anggota seperti Rusia dan rendahnya investasi  oleh negara lain menghalangi kemampuannya untuk meningkatkan produksi.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia turun tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak turun karena pasar menimbang peringatan Arab Saudi bahwa OPEC+ dapat memangkas produksi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober menetap di USD96,48 per barel, turun tipis 24 sen atau 0,25%. Brent telah jatuh sebanyak 4,5% pada hari sebelumnya, mematahkan kenaikan tiga hari berturut-turut.
BACA JUGA:Rusia Untung USD5 Miliar/Hari berkat Kenaikan Harga Minyak Dunia

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September merosot 54 sen atau 0,6% menjadi ditutup di USD90,23 per barel. Kontrak Oktober yang lebih aktif turun 4 sen atau 0,03% menjadi 90,41 dolar AS per barel, demikian dilansir dari Antara, Selasa (23/8/2022).
Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan OPEC+ memiliki komitmen, fleksibilitas, dan sarana untuk menghadapi tantangan dan memberikan panduan termasuk memangkas produksi kapan saja dan dalam bentuk yang berbeda, kantor berita negara SPA melaporkan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia di Minggu Ini Anjlok 1,5%

Sementara itu, para pemimpin Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman membahas upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, Gedung Putih mengatakan pada Minggu (21/8/2022), yang dapat memungkinkan minyak Iran yang terkena sanksi kembali ke pasar global.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan kesepakatan nuklir sekarang lebih dekat daripada dua minggu lalu. Di awal sesi, kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga AS yang agresif dapat menyebabkan perlambatan ekonomi global dan penurunan permintaan bahan bakar telah menekan harga.&quot;Fundamental jangka pendek tampaknya lebih tertahan sampai kita  melihat beberapa indikasi ekonomi positif baik dari AS atau China, yang  tampaknya tidak mungkin,&quot; kata Dennis Kissler, wakil presiden senior  perdagangan di BOK Financial.
Tingginya harga gas alam yang diperburuk oleh berkurangnya pasokan  dari Rusia memperkuat permintaan minyak, kata Ole Hansen, kepala  strategi komoditas di Saxo Bank.
Pasokan di seluruh dunia tetap relatif ketat, dengan operator pipa  yang memasok sekitar 1,0% minyak global melalui Rusia mengatakan akan  mengurangi produksi lagi karena peralatan yang rusak.
OPEC+ memproduksi 2,892 juta barel per hari (bph) di bawah target  mereka pada Juli, dua sumber dari kelompok produsen mengatakan, karena  sanksi terhadap beberapa anggota seperti Rusia dan rendahnya investasi  oleh negara lain menghalangi kemampuannya untuk meningkatkan produksi.</content:encoded></item></channel></rss>
