<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Keluhkan Sulitnya Bahan Baku Industri Mamin</title><description>Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap sulitnya bahan baku industri makanan minuman (mamin).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652515/menperin-keluhkan-sulitnya-bahan-baku-industri-mamin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652515/menperin-keluhkan-sulitnya-bahan-baku-industri-mamin"/><item><title>Menperin Keluhkan Sulitnya Bahan Baku Industri Mamin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652515/menperin-keluhkan-sulitnya-bahan-baku-industri-mamin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/23/320/2652515/menperin-keluhkan-sulitnya-bahan-baku-industri-mamin</guid><pubDate>Selasa 23 Agustus 2022 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/23/320/2652515/menperin-keluhkan-sulitnya-bahan-baku-industri-mamin-GSp2G91X79.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin ungkap sulitnya bahan baku industri makanan minuman (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/23/320/2652515/menperin-keluhkan-sulitnya-bahan-baku-industri-mamin-GSp2G91X79.jpg</image><title>Menperin ungkap sulitnya bahan baku industri makanan minuman (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap sulitnya bahan baku industri makanan minuman (mamin). Dia mengatakan, pemerintah masih menghadapi beberapa tantangan dalam mengembangkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang mengolah produk dengan bahan baku di dalam negeri.
BACA JUGA:Dolar AS Rp15.000, Beban Industri Makanan dan Minuman Semakin Besar

Adapun salah satunya mengenai ketersediaan bahan baku. &quot;Ketersediaan bahan baku pangan masih fluktuasi karena dipengaruhi oleh musim panen dan kualitas bibit,&quot; jelas Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, dikutip Selasa (23/8/2022).
Selain bahan baku, sebut Menperin, teknologi dan permesinan pada industri IKM juga masih rendah dalam penerapan pembuatan olahan produk intermediate sehingga kurang optimal dalammemenuhi standar produk.
BACA JUGA:Kabar Baik! Industri Makanan dan Minuman RI Tumbuh 3,75%

Lalu, penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) masih perlu diperkuat. Kemudian, penerapan standardisasi dan sistem keamanan pangan juga masih perlu ada penambahan sehingga spesifikasi produk akhir bisa lebih konsisten.&quot;Masih banyak IKM pengolah pangan yang memiliki bangunan, sarana, dan  peralatan industri kurang menunjang, sanitasi dan hygiene karyawan yang  kurang pada akhirnya menyebabkan spesifikasi produk akhir tidak  konsisten. Oleh karena itu diperlukan pedoman yang mengatur pengolahan  agar aman, bermutu dan layak dikonsumsi seperti HACCP,&quot; tegasnya.
Terkahir adalah terkait harga jual. Menperin mengatakan, produk mamin  di dalam negeri sudah mulai ada kenaikan belakangan ini. Adapun harga  jual sudah naik 5-15%.
&quot;Kenaikan harga itu berhubungan dengan produk mamin yang menggunakan bahan baku dalam negeri,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap sulitnya bahan baku industri makanan minuman (mamin). Dia mengatakan, pemerintah masih menghadapi beberapa tantangan dalam mengembangkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang mengolah produk dengan bahan baku di dalam negeri.
BACA JUGA:Dolar AS Rp15.000, Beban Industri Makanan dan Minuman Semakin Besar

Adapun salah satunya mengenai ketersediaan bahan baku. &quot;Ketersediaan bahan baku pangan masih fluktuasi karena dipengaruhi oleh musim panen dan kualitas bibit,&quot; jelas Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, dikutip Selasa (23/8/2022).
Selain bahan baku, sebut Menperin, teknologi dan permesinan pada industri IKM juga masih rendah dalam penerapan pembuatan olahan produk intermediate sehingga kurang optimal dalammemenuhi standar produk.
BACA JUGA:Kabar Baik! Industri Makanan dan Minuman RI Tumbuh 3,75%

Lalu, penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) masih perlu diperkuat. Kemudian, penerapan standardisasi dan sistem keamanan pangan juga masih perlu ada penambahan sehingga spesifikasi produk akhir bisa lebih konsisten.&quot;Masih banyak IKM pengolah pangan yang memiliki bangunan, sarana, dan  peralatan industri kurang menunjang, sanitasi dan hygiene karyawan yang  kurang pada akhirnya menyebabkan spesifikasi produk akhir tidak  konsisten. Oleh karena itu diperlukan pedoman yang mengatur pengolahan  agar aman, bermutu dan layak dikonsumsi seperti HACCP,&quot; tegasnya.
Terkahir adalah terkait harga jual. Menperin mengatakan, produk mamin  di dalam negeri sudah mulai ada kenaikan belakangan ini. Adapun harga  jual sudah naik 5-15%.
&quot;Kenaikan harga itu berhubungan dengan produk mamin yang menggunakan bahan baku dalam negeri,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
